KA Angkut DPR Sidak Mudik Anjlok

Tegal, KP
Insiden memalukan menampar jajaran PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Saat kesiapan lintasan rel kereta api bakal ditinjau jajaran Komisi V DPR dan bina marga pusat, petaka justru menimpa kereta yang membawa rombongan tersebut kemarin (19/9).

Radar Tegal (Kendari  Pos Group) melaporkan, KA Argo Bromo Anggrek bernomor loko 20322 CC yang dimasinisi S.T. Nainggolan, 46, anjlok di km 7 atau 7.000 meter sebelah selatan Stasiun Tegal. Insiden yang terjadi pukul 13.30 itu membuat ratusan penumpang panik dan berebut keluar melalui pintu kereta.

Gerbong kelima di antara delapan rangkaian gerbong kereta yang berangkat dari Jakarta pukul 09.30 tujuan Surabaya tersebut anjlok. Kereta yang terdiri atas satu lokomotif, satu kereta pembangkit, satu kereta makan, dan lima kereta penumpang tersebut sebelumnya sempat meluncur landai ketika memasuki km 7 menuju arah stasiun.

Namun, ketika rangkaian melintas masuk dari jalur II ke jalur I, tiba-tiba rangkaian kereta nomor 4 tidak bisa masuk ke jalur yang sama karena adanya kerusakan pada wesel. Beruntung, rombongan Komisi V DPR yang dipimpin Wakil Ketua Komisi V Taufik Kurniawan berada di kereta nomor 2 dari belakang.

Taufik bersama rombongan terpaksa turun di lokasi dan melanjutkan tinjauan ke stasiun menggunakan mobil dinas perhubungan. ’’Insiden ini menjadi catatan hasil persiapan PT KAI menjelang Lebaran. Kami segera berkoordinasi dengan direktur PT KAI pusat dan Dirjen PT KAI di Semarang,’’ katanya kepada sejumlah wartawan di lokasi kemarin.

Salah seorang penumpang, Rohman, 56, asal Jagir Wonokromo, Surabaya, mengaku kaget. Ketika hendak menuju toilet, tiba-tiba dirinya merasakan kereta keluar dari rel. Pria setengah baya itu sempat mengira kereta akan terguling.

Akibat insiden tersebut, sedikitnya 247 penumpang dievakuasi menuju gerbong terdepan untuk melanjutkan perjalanan menuju stasiun kereta api kota besar. Petugas PT KAI pun berupaya keras memutus rangkaian gerbong yang anjlok untuk memudahkan tiga kereta di depannya melanjutkan perjalanan menuju stasiun.

Insiden memalukan tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar yang melintas di Jalan Semeru. Kepala Stasiun Wahono sebelumnya sempat beberapa kali mengelak memberikan penjelasan kepada sejumlah wartawan terkait dengan penyebab insiden tersebut.

Namun, setelah Kapolresta AKBP M. Mifthahor Rachman berupaya berdialog dengan dirinya, Wahono akhirnya menjelaskan sesuai laporan dan pengamatan personelnya di lapangan.

’’Awalnya gerbong 1 hingga 3 berhasil masuk dari rel jalur I ke rel jalur II dengan lancar. Baru gerbong ke-4 mengalami kendala ketika hendak masuk dari rel I menuju rel II. Gerbong anjlok sebelum masuk wesel. Di situlah yang hendak kami teliti mengapa tiba-tiba wesel bisa berubah dan terbalik. Kami masih menunggu hasil investigasi petugas ahli dari Cirebon,’’ ungkapnya.

Kapolresta pun menanyakan pengaturan perubahan wesel yang ternyata dilakukan petugas stasiun yang bersangkutan. ’’Intinya, wesel tidak bisa diubah-ubah saat dilintasi kereta. Jadi, di sini jelas tidak ada unsur sabotase berdasar keterangan kepala stasiun,’’ tegas perwira asal Madura tersebut.

Atas insiden itu, kereta terpaksa melanjutkan perjalanan menuju Semarang menggunakan tiga gerbong yang mengangkut 247 penumpang dengan berjubel. Penumpang dijanjikan dipindah ke kereta pengganti setiba di Semarang untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya. (her/jpnn/kim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s