Tokoh KTI Siap Mediatori Kalla-Fadel

Jakarta,KP
Konflik internal Partai Golkar yang melibatkan Jusuf Kalla dengan Fadel Mohammad memunculkan keprihatinan dari tokoh-tokoh kawasan timur Indonesia. Melalui forum Gerakan Solidaritas Kebangkitan Ekonomi Kawasan Timur Indonesia (Tata KTI), para tokoh dari berbagai daerah itu siap memfasilitasi dialog antara keduanya.

Pada waktu yang sama, Fadel telah menunjuk Farhat Abbas sebagai kuasa hukum untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pencemaran nama baik terhadap dirinya.

Dalam konferensi pers di ruang wartawan kompleks parlemen DPR Senayan, Jakarta, kemarin sore (19/9), tokoh-tokoh Tata KTI seperti Zaenal Bintang (Sulsel), Hatta Taliwang (Sumbawa), dan Anton Lesiangi (NTT) meminta agar Kalla dan Fadel menahan emosi untuk segera mencari solusi. ’’Jangan muncul kesan bahwa kawasan Indonesia Timur itu masih terbelakang dan tokoh-tokohnya berkelahi terus,’’ ujar Koordinator Tata KTI Zaenal Bintang.

Menurut pria yang juga menjabat salah satu ketua DPP Partai Golkar tersebut, ada pihak-pihak yang ingin memecah belah soliditas tokoh-tokoh dari kawasan timur Indonesia. Apalagi, masalah keduanya berawal dari internal partai yang seharusnya bisa diselesaikan melalui dialog. ’’Tidak perlu sampai melibatkan pihak ketiga dan saling perang statemen di media,’’ tegasnya.

Sementara itu, Hatta Taliwang mengungkapkan, sejumlah kalangan di kawasan Indonesia timur sangat berharap kepada keduanya untuk bisa maju sebagai calon pemimpin nasional. Menurut dia, di antara setumpuk nama tokoh yang digadang-gadang kelompok-kelompok masyarakat di Indonesia Timur, keduanya adalah terfavorit. ’’Kami menyayangkan terjadinya konflik di antara mereka,’’ ungkapnya.

Farhat Abbas, pengacara Fadel, menyebutkan bahwa ada pihak ketiga yang ikut memanasi Kalla dan Fadel. Pihak ketiga itu melontarkan pernyataan-pernyataan yang mengungkapkan masa lalu Fadel saat masih bersekolah. Selain itu, pihak ketiga tersebut sempat menyatakan bahwa Fadel pernah menumpang di rumah Kalla sewaktu muda. Hatta dan Anton menyebut nama pihak ketiga yang memanaskan situasi itu adalah Aksa Mahmud, wakil ketua MPR.

Karena pernyataan yang langsung menyerang pribadi tersebut, Fadel menunjuk Farhat untuk menyiapkan somasi hingga gugatan ketika kliennya tetap merasa dirugikan atas pernyataan-pernyataan pihak yang memperparah konflik dirinya dengan Kalla. ’’Untuk saat ini, saya belum melakukan tindakan hukum apa pun. Masih cooling down dan menunggu perkembangan,’’ jelasnya.
Menurut berita koran ini kemarin, Kalla mengancam akan mengevaluasi jabatan Fadel Muhammad kalau sampai bersikeras mengadakan Silaturahmi Gorontalo. Rencananya, acara tersebut mengundang tokoh-tokoh Partai Golkar yang tersisih dalam pencalegan. Forum silaturahmi itu dinilai sebagai langkah perlawanan terhadap Partai Golkar atau sebagai gerakan yang ingin memecah belah partai.

Menanggapi hal itu, Anton Lesiangi menyatakan bahwa rencana pelaksanaan Silaturahmi Gorontalo tersebut disusun sejak lama sebelum konflik antara Fadel dengan Kalla bergulir. ’’Artinya, memang tidak ada hubungan acara silaturahmi dengan konflik,’’ tegasnya. (cak/tof)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s