HMPPK Kecam Premanisme di USN

Kolaka, KP
Pemukulan Mahasiswa Universitas Sembilan Belas November (USN)  Kolaka yang dilakukan oknum pegawai Rektorat kampus pimpinan Azhari S.STP.MSi, yang berujung pada pemecatan ketua BEM dan MPM baru-baru ini, mendapat tangapan dari organisasi himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kolaka (HMPPK).

Ketua HMPPK, Rusbi Ramayadi menilai aksi pemukulan terhadap mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya sangat mencedrai proses demokrasi yang terbangun di kampus tersebut , apalagi tindakan  Rektor USN dalam menghadapi penyampaian aspirasi  tidak ditangapi secara proposional, melainkan dengan emosional yakni dengan melakukan pemecatan terhadap Jumrisal sebagai ketua BEM dan Ibrahim Lawile sebagai ketua MPM.

“Saya kira apa yang dilakukan ketua BEM dan MPM sudah tepat yakni menjembatani aspirasi mahasiswa dengan pihak Universitas, pihak Rektorat mestinya menanggapi aspirasi mahasiswa secara persuasif bukan represif dengan melakukan pemukulan terhadap mahasiswa yang menyampaikan aspirasnya,  pememecatan ketua BEM dan MPM dengan tuduhan melakukan provokatif sangat kekanak-kanakan, dan menunjukan pemimpin yang anti kritik,” terang mantan ketua BEM fakultas Ekonomi Unhalu ini.

Selain itu menurut Rusbi, pemecatan pengurus lembaga kemahasiswaan oleh Rektor USN bertentangan dengan aturan yang ada, yakni pengurus lembaga kemahasiswaan di bentuk dari dan untuk mahasiswa, sehingga pemecatan pengurus dilakukan oleh mahasiswa itu sendiri.

“Saya kira aturan tentang lembaga kemahasiswaan diperguruan tinggi manapun sama, sehingga saya heran dasar aturan apa yang dipergunakan Rektor dalam melakukan pemecatan terhadap ketua BEM dan MPM serta beberapa mahasiswa lainya yang di drop out karena berunjuk rasa,” tambahnya.

Soal alasan Rektor memecat ketua BEM dan MPM serta beberapa mahasiswa karena dinilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tidak memenuhi standar ketentuan, juga dibantah Rusbi. Menurutnya dari hasil investigasi sejumlah pengurus HMPPK menemukan bukti bahwa tidak semua mahasiswa yang di DO karena IPK nya tidak memehuhi standar.

“Kalaupun dengan alasan IPK yang anjlok, mestinya tidak langsung dilakukan DO tapi ada surat peringatan terlebih dahulu, proses ini tidak dilakukan oleh pihak kampus, kasihan mahasiswa dirugikan hanya karena penilaian subyektif,” tandasnya.

HMPPK juga menyayangkan sikap Universitas yang melaporkan ke polisi, mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa dengan tuduhan pencemaran nama baik USN, tindakan ini dinilai merupakan upaya pengalihan substansi permasalahan, karena justru pelaku pemukulan mahasiswa tidak diproses secara hukum, maupun diberikan sangsi dari Universitas.

Rusbi mengatakan, HMPPK bersama mahasiswa USN yang di pecat akan menggalang aksi solidaritas dengan perguruan tinggi lainya di Sultra bahkan di daerah lainya guna menyingkapi masalah tersebut.
Sementara itu pelaksana harian pembantun rector III USN Fery Tas, menegaskan pemecatan ketua BEM dan MPM sudah sesuai prosedur, mengenai tindakan oknum staf rektorat yang melakukan pemukulan terhadap mahasiswa tetap akan menerima sangsi dari Universitas, dan juga telah dilaporkan ke Polisi. “Aksi pemukulan terhadap mahasiswa merupakan respon pribadi pelaku, dan itu diluar tanggung jawab universitas,” ujar Feri Tas.

Sebelumnya belasan mahasiswa USN yang di pecat menggelar aksi unjuk rasa, dan mendesak Pj Bupati Kolaka M Ali Nur mencopot Rektor USN Azhari S.STP MSi, karena dinilai mematikan proses demokrasi di kampus tersebut.(m2/ong)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s