Kawasan Bisnis yang Minim Infrastruktur

Kendari, KP
Nama Kelurahan Wowanggu barangkali masih kurang familiar di telinga warga Kota Kendari. Itu bisa dimaklumi, selain baru tiga tahun mekar dari Kelurahan Bende, Baruga, kawasan Wowanggu juga lebih mudah digambarkan dengan menyebut nama-nama  jalan protokol ataupun arteri di sekitar daerah itu.
Wowanggu sejatinya berada di salah satu pusat kawasan bisnis di kota ini. Terletak di sekitar Jalan MT Haryono, termasuk kawasan yang membujur menuju Asrama Haji Kendari, daerah ini ditumbuhi fasilitas bisnis mulai dari hotel, tempat hiburan, pertokoan dan banyak lagi.

Tapi semua fasilitas itu tentu saja disediakan para pemilik modal, bukan oleh pemerintah. Masyarakat yang berada di Kelurahan Wowanggu pun sangat sedikit yang bisa menikmati kemajuan ekonomi itu, selebihnya miskin dan hidup di daerah yang terisolasi oleh pemerintahnya sendiri karena tidak ada infrastruktur layaknya sebuah daeran otonom.

Berbagai persoalan ada di didaerah itu, salah satu yang selalu jadi pembicaraan warga adalah jalan utama yang menghubungkan antara RW di wilayah seluas 1 kilometer yang belum tersentuh aspal. Jumlah warga miskin yang mencapai 338 Kepala Keluarga (KK), dari jumlah penduduk sebanyak 762 KK juga jadi persoalan.

Selain itu, masalah lain yang dihadapi daerah yang warganya tersebar di 5 RW itu, adalah kurang sadarnya para pelaku usaha yang membangun properti, baik hotel maupun sarana pendidikan, untuk membangun sarana drainase yang memadai. Akibatnya, warga Wowawanggu saban tahun menjadi langganan banjir.

Menurut Lurah Wowawanggu, La Halifa S Sos, letak daerah pimpinannya yang berada di tengah kota, namun kondisinya masih memprihatinkan. Jika boleh dikata, masih terisolasi. Fasilitas jalan utama yaitu jalan Kelapa Kuning yang menghubungkan antara RW 1, 2 dan RW 5 serta menghubungkan dengan Jalan Sorumba dan MT Haryono serta kantor Kelurahan, belum tersentuh aspal sepanjang 800 meter.
Atas inisiatifnya dan warga, memanfaatkan dana P2MK sebesar Rp 12 Juta, hingga bisa melakukan pengerasan dan saat ini sudah bisa dilalui kendaraan, tapi untuk kendaraan roda dua mesti ekstra hati-hati. Pasalnya karena jalannya berbatu, sebagian telah berlubang karena pengikisan air. “Tidak ada drainasenya,” timpalnya di depan acar Rembug Kampung yang mengunjungi daerahnya, akhir pekan lalu.

Mantan Seklur Tobuha itu, berharap banyak dengan terbukanya akses jalan utama di lingkungan Wowawanggu, bisa sedikit menanggulangi persoalan kemiskinan di wilayah pemerintahannya karena dengan adanya fasilitas jalan, menjadi akses bagi warga untuk memasarkan hasil produksinya dan menumbuhkan usaha baru disepanjang jalan itu.

Untuk persoalan kemiskinan di lingkungannya, banyak dipengaruhi faktor SDM warganya. Untuk itu ia meminta agar, instansi terkait memberikan pelatihan ketrampilan kepada warganya. “Jika diberi bantuan modal, warga disini tidak tahu akan diapakan, “terangnya.

Sementara itu, Ketua RW 02 La Ode Halimu mengeluhkan, fasilitas drainase yang berada di belakang Swalayan Ade. Gara-gara tidak adanya drainase, di RT 4,5 dan 6 yang berada di belakang swalayan besar itu, warga menjadi langganan banjir saban tahun.

Banjir musim lalu, katanya, Dinas Pu membantu dengan membuat saluran air seadanya dengan mengeruk tanah dengan janji, Juli 2008 akan dibuat drainase yang permanen. Namun realitasnya sampai saat ini belum dilakukan.

Keluhan serupa juga disampaikan Ketua RT 05 Baharudin. Katanya, drainase yang ada disepanjang jalan Sorumba menuju asrama haji, tepatnya dibagian Hotel Himalaya yang tidak ada. Mengatasi persoalan itu, mereka membuat saluran air secara manual dengan membuat parit-parit kecil untuk saluran air, mencegah banjir terjadi datang kembali.

Assisten II H Bachrun, mengatakan, masalah fasilitas infrastruktur, seperti pengaspalan jalan Kelapa Kuning sudah menjadi tugas pemerintah untuk menyiapkan. Hanya saja, mantan Kepala BPM Kota Kendari itu menghimbau warga agar dalam setiap pertemuan, jangan meminta fasilitas jalan. Tapi minta, kegiatan yang bisa meningkatkan kesejahteraan. “Pembangunan infrastruktur sudah menjadi perhatian pemerintah,” tegasnya.

Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PU, Muh Ardiawan, mengatakan, masalah pembuatan drainase yang terletak di belakang Swalayan Ade, dalam waktu dekat akan segera direalisasikan. Dananya diambil melalui dana bantuan bencana. Hanya saja, pengerjaannya terlampat karena proses tender baru selesai. “Usai lebaran, semua proyek mulai dikerjakan,” janjinya.

Sementara, untuk pengaspalan jalan kelapa kuning, untuk tahun ini belum dapat direalisasikan, karena belum masuk usulan warga. Jika telah masuk dalam Musrenbang tahun ini, maka tahun berikutnya akan dimasukan agenda untuk diusulkan dilakukan pengaspalan. Begitu halnya pembuatan drainase di sepanjang jalan Sorumba.

Diluar dari keluhan warga terkait infrastruktur, seorang warga bernama Husni tampil mengeluhkan keadaanya. Akunya, ia seorang janda miskin, rumahnya banyak yang bocor-bocor dan telah didata untuk menerima bantuan. Namun sampai saat ini, bantuan yang ia harap-harapkan tak kunjung datang.
Lurah Wowawanggu, Halifa mengungkapkan, Husni dan 39 rekannya yang kondisinya cukup memprihatinkan, telah didata dan diusulkan ke Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) setahun yang lalu, untuk menerima bantuan Rehabilitasi Rumah. Tapi sampai saat ini belum menerima bantuan.
Assisten II, Bachrun, meminta agar pihak Kelurahan untuk proaktif mempertanyakan hal itu ke instansi terkait. Kata mantan Wakadis Koperasi Sultra itu, tahun ini Pemkot Kendari mendapat bantuan rehabilitasi rumah sebanyak 100 unit. 1 unit rumah mendapatkan bantuan Rp 5 Juta.

Namun bantuan yang diberikan itu, sifatnya bergulir, setiap bulan warga mengembalikan Rp 50 Ribu. “Jika dihitung yang dikembalikan hanya Rp 4,7 Juta, “ucapnya.

Selain itu, untuk menjawab persoalan kemiskinan. Pemkot Kendari telah meluncurkan dua program yakni yakni Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Persaudaraan Madani. Di BLUD, warga dapat mengakses bantuan modal bergulir, yang diberikan perkelompok. Kemudian persaudaraan Madani, Pemkot mempersaudarakan orang kaya di kota ini dengan orang miskin. Tujuannya, agar yang miskin secara psikologi terdorong untuk berusaha.

Dari SosNakertrans, Kabid Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial, Abdul Jamil, menuturkan, untuk tahun ini instansinya mempunyai program bedah rumah, sebanyak 50 unit, dan telah disebar disetiap Kelurahan. Program itu, kerjasama antara Dinas Sosial Sultra dan Kota Kendari. “Tapi soal Wowanggu, saya kurang tahu persis karena data semua ada di kantor,” katanya beralasan.

Dari DPRD Kota Kendari, La Karia, memberi jaminan. Kata Legislator asal PKS itu, dewan adalah mitra rakyat, setiap usulan dari rakyat pasti diakomodir. Dengan catatan, usulan itu menyangkut kepentingan orang banyak. Hanya saja, setiap ada hajatan bertemu dengan masyarakat, senantiasa mengeluhkan soal fisik. “Jarang yang mengeluhkan, peningkatan kesejahteraan, “timpalnya.

Untuk itu, ia berharap agar warga melalui RW dan RAT mengajukan ke lurahnya, program yang dapat mengentaskan kemiskinan. Pria kalem itu,  juga menyinggung keberadaan BLUD. Ia berharap masyarakat memanfaatkan hadirnya BLUD untuk mendapatkan bantuan modal usaha.

Puas mendapat pencerahan dari Eksekutif dan Legislatif, terkait masalah keseharian warga Wowawanggu, ditutup dengan games dari Indosat dan pembagian sembako dari Suzuki dan Kendari Pos. Turut hadir dikegiatan itu, La Karia perwakilan Dewan Kota. Dari Polresta Kendari, Kabag Bina Mitra, AKP Karjono Liwang.

Sementara dari Pemkot, barisan pejabatnya H Bachrun (Asisten II), Abdul Jamil dari Sosnakertransos, Nurlina (Kabid Koperasi), La Halifa (Lurah Wowanggu). Dari pihak penyelenggaran dan sponsorhip, Koordinator Liputan Kendari Pos, La Ode Diada Nebansi (Onggi) selaku Moderator, Rustam SE pimpinan Event Organiser (EO) Kendari Pos. (Awaluddin Usa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s