Koyo Pereda Mual Kemoterapi

PENGIDAP kanker tak jarang diharuskan menjalani kemoterapi. Efek pengobatan itu yang paling menyebalkan adalah mual dan muntah. Senin lalu (15/9), FDA (Badan POM-nya AS) telah menyetujui peredaran koyo bernama Sancuso yang memberikan efek mengurangi mual akibat kemoterapi.

Berbeda dengan pil antimual, aplikasi koyo itu ditempelkan di lengan. Kandungan koyo, granisetron, akan masuk ke tubuh melalui kulit. Sancuso diharapkan dapat diperoleh di pasaran akhir tahun ini.
Mual dan muntah karena kemoterapi sering membuat pil antimual sulit ditelan oleh pasien. Dengan Sancuso, rasa mual dapat dicegah selama beberapa hari. ”Pengobatan cara ini adalah pilihan yang bagus,” kata Barbara Rogers, perawat khusus pengidap kanker di Fox Chase Cancer Center, Philadelphia, Amerika Serikat.

Bila mual berkurang, pasien diharapkan mampu menerima asupan makanan. Bila perut terasa nyaman, energi tubuh diharapkan terpenuhi. Kondisi emosional pun terkendali. Sayangnya, Sancuso memberikan efek sembelit. Pada beberapa kasus, kondisi itu menutupi gejala obstruksi pencernaan yang berdampak serius. (war/nda)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s