Memulai Karir di Tanah Papua

La Halifa S Sos
Lurah Wowawanggu

Perjalanan hidup La Halifa S Sos sebelum menjabat Lurah Wowawanggu, tidaklah mudah. Menamatkan pendidikan SMA tahun 1981, pria kelahiran Raha tahun 1961 ini harus mengikuti program tenaga sukarela Indonesia selama 4 tahun, antara 1983-1987.

Tugas utamanya, kala itu menjadi fasilitator masyarakat, untuk menyukseskan program-program pemerintah, melalui program padat karya. Awal penugasannya sebagai tenaga sukareka, di Kolaka Utara (dulu Kolaka), tepatnya di Kecamatan Toshiba selama 2 tahun.

Pada tahun 1985, suami dari Mia itu dipindahkan ke Merauke, Papua. Tahun 1988, Halifa mencoba peruntunganya dengan mengikuti seleksi CPNS di Jayapura, Papua dan mujur pun memayunginya. Ia diterima sebagai PNS dan ditugaskan Di Dinas Pendapatan.

Setahun bekerja, ia pun mengajukan cuti untuk balik ke Sultra. Saat cuti itu, ia menemukan jodohnya, yang saat ini telah memberikan 5 buah hati. Pasca menikah, ia dan istrinya kembali ke Jayapura. 12 tahun mengabdikan diri di tanap Papua, terbersit keinginan untuk kembali ke Sultra.

Di tahun 2001, ia resmi pindah ke Sultra dan ditugaskan di BPM Pemkot Kendari. Tahun 2003 diangkat menjadi Seklur Tobuha, sampai 2005. Selanjutnya dipindahkan lagi menjadi Seklur Wuawua di tahun 2005.

Di Kelurahan Wua-wua itu, ia mengagas pemekaran Kelurahan Wowawanggu, kala itu ia menjadi sekertaris panitia pemekaran. Setelah Wowawanggu, menjadi daerah administrasi sendiri, ia diangkat untuk menjadi Lurahnya.

Program utamanya, adalah membuka kelurahan itu dari keterisolasian, dengan membuka jalan utama lingkungan. Dengan menggunakan dana P2MK, ia bersama warganya merintis jalan Kelapa Kuning. “Saat ini sudah bisa dilewati kendaraan,” timpalnya. (cr7)