TAJUK -:- Waspadai Peredaran Mamin Kadaluwarsa

KASUS temuan makanan dan minuman (Mamin) kadaluwarsa jelang Idul Fitri mulai marak di sejumlah pusat-pusat perbelanjaan. Temuan itu baru terungkap saat tim malakukan inspeksi mendadak (Sidak). Namun, dengan keterbatasan tenaga dan waktu, tentu saja tidak semua pusat perbelanjaan dijangkau tim. Selebihnya, masyarakat yang harus lebih berhati-hati membeli Mamin tersebut.

Kita tidak tahu apa motivasi dari pedagang atau distributor mengedarkan aneka Mamin yang sudah kadaluwarsa tersebut. Apakah memang disengaja untuk menghabiskan stok mereka, atau ingin mencari keuntungan di tengah kesibukan warga menyambut Idul Fitri. Tindakan seperti ini jika ditemukan harus ditindak tegas, sebab dengan sengaja mengedarkan Mamin yang sudah berakhir masa berlakunya. Mengapa harus ditindak tegas? Tentu saja tindakan tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan, sebab Mamin dimaksud sudah mengandung banyak bakteri berbahaya.

Masyarakat juga harus ekstra hati-hati jika mendapatkan penawaran barang yang tergolong murah. Boleh jadi itu merupakan trik sejumlah oknum pedagang/distributor untuk menghabiskan stok barang dagangannya yang sudah mendekati masa kadaluwarsa. Kalau ditemukan, segera laporkan ke instansi terkait sebelum semuanya terlambat.

Kasus-kasus makanan kadaluwarsa tidak hanya marak ketika jelang Idul Fitri atau hari besar lainnya. Di hari lain, terkadang masih juga ditemukan aneka jenis Mamin kadaluwarsa. Kebiasaan inilah yang seharusnya diberantas dengan cara membuat aturan terkait peredaran Mamin kadaluwarsa. Aparat terkadang sulit menindak pelaku peredaran Mamin kadaluwarsa. Biasanya, tindakan dilakukan hanya dengan menyita barang tersebut, tanpa memproses pelakuknya. Ini tentu tidak akan menimbulkan efek jera, tapi terus berulang sepanjang waktu.

Kita tidak tahu pasal apa yang akan dikenakan kepada pelaku pengedar Mamin kadaluwarsa. Yang sering ditemukan, pelakunya lolos dan hanya barangnya saja ditahan sebagai barang bukti. Kalau cara ini terus dilakukan, berarti kita sama sekali tidak melindungi masyarakat terhadap bahaya peredaran Mamin kadaluwarsa. Dan peredaran Mamin kadaluwarsa akan terus berjalan tanpa henti. Aparat pun hanya sebatas melakukan Sidak, Sidak dan Sidak. Ibarat budaya, Sidak baru dilakukan ketika menghadapi hari-hari besar keagamaan.

Soal tindakan tegas kepada pelaku peredaran Mamin kadaluwarsa ini, jika belum diatur dalam undang-undang, Pemerintah Kota/Kabupaten dapat bertindak lewat peraturan daerah (Perda). Langkah ini tentu saja untuk melindungi masyarakatnya dari mengkonsumsi Mamin kadaluwarsa. Pelakunya pun sudah tidak berani lagi melakukan tindakan tidak terpuji tersebut. Jadi jangan terlalu berharap kepada kegiatan Sidak, tapi lebih utama mencegah beredarnya Mamin kadaluwarsa dengan membuat aturan main yang menjadi pedoman bagi semua orang manakala menemukan kasus-kasus makanan kadaluwarsa. Itu lebih penting untuk melindungi masyarakat mengkomsumsi Mamin berbahaya. Jangan nanti korban berjatuhan, kita baru mulai memikirkan langkah antisipasi. Ibarat sedia payung sebelum hujan, sebelum terlambat marilah memikirkan langkah pencegahannya. (***)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s