Tujuh Pendulang Emas Tewas

Kasipute, KP
Aktifitas mendulang emas di Kabupaten Bombana, tepatnya di sungai Tahi Ite dan sungai Ububangka sudah menelan korban. Yang tercatat selama dimulainya pendulangan emas sudah tujuh jiwa yang melayang akibat tertimbun tanah longsor. Peristiwa naas tersebut disebabkan oleh kelalaian pendulang emas itu sendiri. Mereka melakukan penggalian di tebing-tebing sungai dan dipenuhi pepohonan. Informasinya, akar-akat pohon justeru banyak menyimpan emas.Tanpa disadari, galian yang berbentuk gua itulah yang menjadi maut buat pendulang.

Bupati Bombana, Dr H Atikurrahman membenarkan, jika sudah ada korban jiwa selama pendulangan emas di bulan Ramadhan. “Korbannya terdiri dari enam pendulang dari Kabupaten Bombana, satunya merupakan warga Desa Watubangga Kebupaten Kolaka atas nama Masita (46). Korbannya sudah dipulangkan di kampung halamannya untuk kemudian dikebumikan. Begitu juga dengan warga Bombana yang meninggal akibat tertindis tanah longsor, juga sudah dikebumikan oleh pihak keluarga,” ujarnya kepada koran ini akhir pekan lalu di rumah Jabatan Bupati.

Menurut Atikurrahman, peristiwa naas yang menimpa tujuh pendulang emas itu akibat kelalaian pendulang emas itu sendiri. “Mereka mendulang emas dengan cara menggali tanah dibawah pohon. Mungkin keasyikan dapat emas, tidak sadar galian terus dalam dan digenangi air. Yah tidak ada lagi kekuatan, tanah itu longsor dan menimpa korban dan tidak mampu menyelematkan diri,” katanya.

Selain korban jiwa juga terdapat korban luka-luka atas peristiwa tersebut, mengingat daerah-daerah tebing yang digali oleh pendulang dirimbuni pepohonan besar. Saat terjadi longsor dan pohon rebah, mengenai beberapa orang. “Jumlah penambang di dua lokasi tersebut, menurut perkiraan sudah pencapai 20-an ribu. Pendulangnya itu bukan saja dari Bombana, tetapi juga ada dari Konsel, Kolaka, Muna, Konawe bahkan se Sultra  sudah ada warga yang menambang. Termasuk juga ada beberapa warga dari Sulsel dan Papua,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Seksi Trantib Satpol PP Bombana, Umar Manne, Pemerintah Kabupaten Bombana dengan adanya penemuan tambang emas, telah melakukan penertiban dengan menurunkan Satpol PP yang terdiri dari 100 personil untuk memberikan keamanan dan pengawasan terhadap masyarakat yang mendulang emas.

“Dengan adanya korban jiwa, pemerintah telah mengeluarkan instruksi agar seluruh warga tidak lagi dibolehkan untuk mendulang dengan cara menggali tebing dan sebagainya yang dianggap rawan bencana,” katanya.

Di tempat terpisah warga pendulang emas dari Kabupaten Kolaka mengaku bernama Fahruddin dan Jufri yang ditemui koran ini mengaku, penemuan emas di Bombana merupakan rahmat tuhan yang tak terhingga, bahkan boleh dikata ini merupakan lailatul qadr.

“Ini adalah rejeki yang luar biasa. Kami mendulang emas dalam seharinya bisa kami memperoleh emas sebanyak 10-15 gram atau Rp 2-2,5 juta perhari. Ada yang mendapat sampai 80 gram per hari,” ujarnya bangga.(era/ong)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s