Komjen Bambang Lulus Aklamasi .:. Teruskan Misi Kapolri Sutanto Berantas Judi-Illegal Logging

Jakarta, KP
Langkah Kabareskrim Komjen Pol Bambang Hendarso Danuri jadi Kapolri tidak menemui batu sandungan. Dalam proses fit and proper test di gedung DPR kemarin (22/9), komisi III menerima secara aklamasi jenderal bintang tiga itu menduduki kursi Tribrata I. Lulusan Akpol 74 tersebut bakal menggantikan Kapolri Jenderal Pol Sutanto yang pensiun pada 30 September.

’’Pukul 14.00 besok (hari ini) hasil ini kami bawa ke Bamus dan akan dilaporkan ke sidang paripurna DPR hari Rabu (24/9) pukul 09.00. Kita mengundang Saudara Kapolri terpilih,’’ kata Ketua Komisi III Trimedya Pandjaitan yang memimpin rapat. Setelah disetujui sidang paripurna, nama Bambang dikembalikan kepada presiden untuk dilantik jadi Kapolri.

Sesuai UU 2/2002 pasal 11, Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh presiden dengan persetujuan DPR. Rencananya,  pelantikan Kapolri baru dilakukan pada 30 September di istana. ’’(Fit and proper test) adalah kontrak politik komisi III dengan Kapolri,” tambah anggota FPDIP itu.

Dalam proses uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri itu, tidak seluruh anggota komisi III hadir. Di antara 49 anggota komisi yang membidangi hukum dan HAM tersebut, 18 orang absen. Acara berlangsung terbuka sejak pukul 09.55 atau molor 55 menit dari rencana dan berakhir pukul 17.00. Tes diskors untuk buka puasa, lantas dilanjutkan dengan pandangan setiap fraksi pada pukul 19.30 dan berakhir satu jam kemudian. ”Kami setuju, tapi ada catatan. Seperti jangan korupsi dan jangan siksa tahanan,” kata M. Nasir Djamil dari FPKS.

Bambang mendengarkan dengan serius setiap pandangan fraksi. Dia didampingi Karo Analis Bareskrim Brigjen Pol Mathius Salempang, Direktur III/Tipikor Brigjen Pol Jose Rizal, dan sejumlah anak buahnya di Bareskrim Polri. Bukan hanya personel Bareskrim yang hadir.  Kapolri Sutanto juga menugasi anak buahnya untuk mendampingi Bambang. Misalnya,  Derenbang Polri Brigjen Pol Tjuk Sukiadi dan Spripim Kapolri Kombes Pol Suhardi A.

Bambang yang tampak percaya diri memulai acara dengan paparan visi dan misinya yang diberi judul Akselerasi Transformasi Polri Menuju Polri Mandiri, Profesional, dan Dipercaya Masyarakat. ”Tak harus ganti pimpinan lalu ganti visi, misi, dan program karena organisasi (akan) mengalami discontinuity. Ini jelas tidak baik,” kata mantan Kapolda Sumut itu. Program prioritas Kapolri Sutanto seperti pemberantasan judi, narkotik,  terorisme, korupsi, dan illegal logging akan dilanjutkan.

Selain itu, ada program baru yang dilakukan mantan Kaditserse Polda Jatim tersebut. Prinsipnya adalah hemat struktur dan kaya fungsi supaya tidak membebani anggaran yang ada. Misalnya, mengubah struktur Densus 88/Antiteror; dari semula di setiap polda menjadi cukup di delapan wilayah strategis. Di antaranya Jakarta dan Surabaya.

Lalu, menempatkan enam pangkalan wilayah Polisi Air di tempat strategis. Kemudian,  membangun Indonesian Automotive Fingerprint Information System, membikin Pusat Informasi Kriminal Nasional, melanjutkan pembangunan kesatuan wilayah, dan memperbaiki manajemen keuangan Polri.

”Saya juga akan mempercepat transformasi kultural. Polisi itu harus melayani masyarakat,  bukan sebaliknya. Salah satu caranya dengan memperbaiki SDM. Trust building ditarget pada 2010,” bebernya. Bambang juga berjanji meningkatkan pendapatan anggota Polri di kisaran Rp 7 juta hingga Rp 47 juta. Di balik janji indah, Bambang  juga menyelipkan ancaman. ”Jika ada anggota yang melakukan pembiaran (pidana) akan kita tindak. Akan ada tim operasi bersih,” janjinya. Dalam Pemilu 2009, Bambang menjanjikan polisi netral dan tidak berpihak.

Secara umum, hampir tidak ada pertanyaan menyengat dari anggota komisi III yang berasal dari sepuluh fraksi. Pertanyaan mereka masih seputar masyarakat yang takut melapor ke polisi, pungli, kasus lama, 15 rekening mencurigakan milik perwira tinggi Polri, dan wacana polisi di bawah departemen. Ada pula pertanyaan kasus terkini, seperti salah tangkap dalam kasus Ryan, rencana penetapan mantan Menteri Rizal Ramli sebagai tersangka kasus demo anarkis, dan zakat berdarah di Pasuruan.

Meski begitu, ada beberapa anggota yang mencoba kritis. Antara lain, Benny K. Harman (Demokrat), Junisab Akbar (FPBR), dan Agung Gunandjar Sudarsa (Golkar). “Apa Anda akan mundur dalam satu tahun jika tidak berhasil mewujudkan janji Anda,” tanya Junisab. Benny mempertanyakan visi-misi Bambang yang mengikuti kebijakan Kapolri Sutanto.

”Jika visi dan misi tidak jelas, berarti ada problem kemampuan calon menyerap problem kepolisian. Saya meski di Fraksi Demokrat  bukan berarti tak mendukung calon, tapi kita tak ingin pimpinan polisi tidak punya agenda jelas,” tegas Benny. ’’Diserang’’ dengan pertanyaan kritis, Bambang menjawab dengan nada datar.

”Ini sesuai dengan perumusan grand strategy Polri 2005–2025,” jawab Bambang yang akan pensiun pada 10 Oktober 2010 itu. Dia tidak menanggapi pertanyaan soal mundur. Mantan Kaditserse Polda Metro Jaya itu juga berjanji membuka hotline untuk warga masyarakat yang akan mengadukan kinerja polisi yang dianggap tidak tepat.

Sebelum melangkah dengan tindakan hukum ke luar, Bambang menjanjikan melaksanakan tindakan ke dalam lebih dulu dalam seratus hari pertama pelaksanaan tugasnya. “Ini amanah yang berat, tapi saya akan laksanakan sesuai komitmen,” sebutnya.

Terpilihnya Bambang membuat kursi Kabareskrim lowong. Sejumlah nama tengah digodok dewan kebijakan pejabat tinggi (Wanjakti). Nama-nama yang masuk terus berkembang. Yang terbaru adalah Irjen Pol Eddi Darnadi (staf ahli, Akpol 74), Irjen Pol Susno Duadji (Kapolda Jabar, Akpol 74), Irjen Pol Nanan Soekarna (Kapolda Sumut, Akpol 78), dan Irjen Pol Paulus Purwoko (Wakabareskrim, Akpol 77).(naz/oki)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s