KPU Sultra Dituding Bermain

Kendari,KP
Indikasi kecurangan yang dilakukan KPU Sultra terkait proses pendaftaran caleg mulai menuai sorotan. Lembaga penyelenggara Pemilu diduga menerima berkas perbaikan caleg di luar waktu yang dijadwalkan.

Kemarin, elemen mahasiswa yang menamakan diri Front Pemantau Persiapan Pemilu Sultra menggelar aksi demo di kantor KPU Sultra. Meski jumlahnya hanya sekitar sepuluhan orang, aksi itu tetap mengundang perhatian terutama aparat kepolisian yang terlihat stand by mengawal aksi tersebut.

Dalam orasinya, perwakilan massa mengumbar kejadian Minggu (21/9) malam lalu yang dianggap sebagai sebuah “permainan”. Seperti dilansir sebelumnya, pihak KPU Sultra diduga menerima berkas perbaikan beberapa caleg Partai Golkar. Padahal, waktu perbaikan berkas tersebut telah ditutup 16 September lalu.

Massa pun mengeluarkan pernyataan bernada tuntutan. Mereka mendesak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) memproses indikasi kecurangan itu. Di sisi lain, mereka juga meminta agar KPU Sultra tidak meloloskan berkas caleg yang terlambat disetor itu. Tak hanya itu, massa juga meminta KPU Pusat dan Badan Pengawas pemilu (Bawaslu) Pusat untuk mengusut tuntas indikasi kecurangan yang dilakukan KPU Sultra.

“Ini baru tahap awal saja, mereka (KPU Sultra,red) sudah tidak bisa menegakkan aturan. Jika tidak diselesaikan sekarang, pasti mereka akan melakukan lagi pelanggaran serupa,” kata salah seorang orator melalui mikrofonnya.

Sementara itu, anggota KPU Sultra Dr Eka Suaib yang menerima massa menepis tudingan yang diarahkan ke lembaganya. Menurut dia, kasus yang terjadi Minggu malam itu dianggap sebuah kesalahpahaman. “Orang Golkar yang datang kesini (kantor KPU Sultra,red) tadi malam itu hanya menanyakan pengumuman Daftar Calon Sementara Caleg, bukan untuk memasukkan berkas perbaikan,” katanya.

Selain itu, kata Eka, berkas-berkas yang diduga massa merupakan berkas perbaikan caleg Partai Golkar yang disetor terlambat, kini telah disita Panwaslu untuk diusut kebenarannya. “Sekarang kita tunggu saja hasil investigasi Panwaslu. Kalau memang terbukti, harus kita tindaki,” ujar dosen FISIP Unhalu ini.

Untuk diketahui, dalam proses pemeriksaan berkas caleg, KPU Sultra membagi parpol ke dalam empat kelompok. Masing-masing kelompok dikoordinatori seorang anggota KPU, tidak termasuk Ketua KPU Sultra, Bosman. Untuk Partai Golkar, berkas calegnya diperiksa tim KPU yang diketuai anggota KPU Sultra, Abdul Syahir.

Artinya, Abdul Syahir-lah yang mengetahui betul kelengkapan berkas caleg yang diajukan Partai Golkar.
Lantas, bagaimana komentar Abdul Syahir? Mantan anggota KPU Kendari yang datang usai demo massa di kantornya itu juga menyatakan dugaan massa tidak benar. Menurut dia, berkas caleg Golkar telah semuanya masuk ke KPU. Bahkan, berkas yang diduga disetor lewat batas waktu itu adalah berkas Golkar yang berasal dari KPU Sultra, bukan dari pengurus Golkar seperti yang dituduhkan massa.

Panwas Belum Bertindak
Di lain pihak, pihak Panwaslu Sultra belum menindaklanjuti indikasi kecurangan itu. Anggota Panwaslu Zamzam Zaid via telepon kemarin mengatakan, pihaknya baru bisa menindaklanjuti setelah ada laporan tertulis dari masyarakat atau pihak-pihak lain yang merasa dirugikan dari dugaan kecurangan itu.
“Dalam Undang-undang nomor 10 tahun 2008 pasal 274 itu disebutkan, laporan tentang kecurangan Pemilu harus dilaporkan secara tertulis baru bisa ditindaklanjuti oleh Panwaslu,” paparnya.(cr6)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s