Tradisi Baju Lebaran

Lebaran, tinggal beberapa hari lagi. Untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri itu, ada sebuah tradisi yang paling ditunggu-tunggu. Yap, berburu baju lebaran. Hasma, Mahasiswa Pertanian Universitas Haluoleo (Unhalu) Kendari mengaku mendapat anggaran khusus dari orang tuanya untuk membeli baju dan sandal baru jelang lebaran.

“Lebaran, merupakan moment yang sangat pas untuk mengenakan yang serba baru alias hadiah karena telah berpuasa satu bulan lamanya,” ujarnya. Meski begitu, ia tidak punya patokan harga khusus untuk membeli pakaian. Yang penting, pakaian tersebut sesuai dengan selera dan nyaman digunakan.

Senada dengan itu, juga diungkapkan Rika, Siswi SMA 1 Kendari. Remaja ini, mengatakan setiap lebaran pasti mendapat pakaian baru dari orang tuanya. “Mama selalu memesan pakaian muslim yang seragam untuk kami sekeluarga,” katanya. Menurut Rika, ia tidak hanya mendapat satu pasang pakaian baru saja.

Famili Dim3nsi (sapaan bagi pembaca rubrik Dim3nsi, red), komentar Muhammad Ansarullah, Alumni SMA Satria Kendari lain lagi nich. Ia mengatakan, tidak terlalu memprioritaskan mengenakan baju baru saat lebaran. “Orang tua saya bekerja sebagai penjual pakaian di mall, makanya kalau ingin pakaian saya tinggal bilang saja sama orang tuaku,” beber remaja yang sering disapa Ansar ini.

Nah…Famili Dim3nsi, tradisi berburu baju lebaran tidak ada salahnya untuk tetap dipertahankan. Hanya saja, kita mesti wajib memperhitungkan kemampuan keuangan keluarga. Kalau memungkinkan, kenapa nggak. Tapi kalau kondisinya pas-pasan, sebaiknya kita pikir-pikir lagi.

Intinya, setiap lebaran kita nggak mesti pake yang namanya pakaian maupun sandal serba baru. Bukankah makna Lebaran atau Idul Fitri, adalah kembali ke fitrah yang tidak mesti diwujudkan dalam bentuk pakaian yang serba baru. (M4/yen)

3 thoughts on “Tradisi Baju Lebaran

  1. hehehe….
    sejak SMA dulu saya idak pernah membeli pakaian baru pada saat lebaran, selain untuk meringankan orang tua, toh saya juga merasa bahwa pakaian baru itu ga penting, lagian pakaian yang lama juga masih layak dipakai ko, dan juga yang penting hati kita yang baru…

    tapi belakangan ini saya jadi berfikir, tapi langkah saya ini menjadi bahan omelan ibu saya, ternyata ibu saya malah marahin saya dengan kelakuan saya yang enggan untuk membeli pakaian baru….
    nanti kebiasaan katanya, apalagi klo dah punya anak, masa nanti anak kita ga kita belikan baju…
    lagian ibu saya bilang, ga ada ruginya juga ko klo kita beli pakaian satu tahun sekali.
    iya juga yah, masa nanti karna kebiasaan kita yang enggan membeli pakaian baru membuat anak kita pakai pakaian lama sih pada saat lebaran, apa ga malu dilihat tetangga, walaupun memang bukan maksud untuk memamerkan.

    semoga kita kembali ke fitri dan menjadi manusia yang lebih baik lagi serta dapat dipertemukan kembali dengan Bulan Suci Ramadhan Tahun depan, amin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s