Daerah Butur Kesulitan BBM

Kendari,KP
Lima kapal penumpang di Buton Utara (Butur) yakni KM Kurnia baru, Mulia Indah 1 dan 2, Intan serta Aruwa kesulitan mencari BBM baik bensin maupun solar. Sehingga sudah sepekan terakhir ini beberapa diantaranya tidak  beroperasi. Kondisi tersebut menghambat aktifitas  di Butur baik pengangkutan manusia ataupun hasil pertaniannya.

Kepala penghubung Kabupaten Butur,Rahmadi mengatakan, kelima pemilik kapal itu, mengadukan hal tersebut ke pihaknya. Sebelumnya mereka mendapatkan BBM dari SPBU Kendari. Tapi masalahnya sekarang SPBU di larang melayani penjualan melalui jerigen. Sekarang masih diperbolehkan, hanya jumlahnya dua jerigen. Jumlah tersebut tentunya tidak bisa digunakan. Kebutuhan operasional kapal dalam satu kali putaran (Pulang – Pergi) 600 – 800 liter. “Saat ini kami harus kejar-kejaran dengan polisi. Karena kalau kita ambil banyak dilarang, alasannya ada pembatasan,” terang Rahmadi menirukan aduan para pemilik kapal.

Akibat tidak beroperasinya kapal banyak hal terhambat di Butur. Terutama hasil pertanian dan perkebunan yang ada, tidak bisa didistribusikan, lantaran tidak ada alat angkut. Demikian pembangunan tidak bisa berjalan, karena satu – satunya fasilitas pengangkutan mandeg, sehingga bahan bangunan tidak bisa didatangkan.

Para pengusaha kapal dan masyarakat berharap Pertamina dan Dinas Pertambangan mampu mengatasi persoalan ini.  Pasalnya Butur juga salah satu kabupaten,  yang menginginkan fasiltas adanya outlet pertamina,seperti daerah lain. Untuk jangka pendek, diharapkan Pertamina memberikan kuota untuk Butur, yang selama ini hanya nebeng di Kendari. “Walaupun nanti dialokasikan melalui Kendari, yang penting ada alokasi khusus untuk kami. Selama ini tidak ada, padahal banyak masyarakat Butur.Kami hanya membeli di daerah orang. Kami ini  juga masyarakat Sultra, walaupun pemekarangnya belum lama,” paparnya.

Masalah serupa sebelumnya juga terjadi namun bukan solar atau bensin, melainkan minyak tanah. Namun kini Distamben telah memberikan solusi, yakni kuota dari Konawe, ada yang dialokasikan di Butur. Yaitu dengan diadakannya pangkalan MT di Butur. Tapi tetap Butur  belum mendapat alokasi BBM selama ini. Jadi kebutuhan hanya diambil dari daerah lain.

Sementara itu, menurut Kasi energi Disatamben Sultra, Hamka, masalah seperti itu bukan hanya dialami Butur. Tapi daerah lain juga merasakan kekurangan BBM. Walaupun memang di Butur belum ada kuota khusus. “Tapi kami akan upayakan koordinasikan dengan Pertamina. Karena pemerintah  bukan penentu alokasi BBM, melainkan pertamina sebagai pihak tekhnis yang mengurusinya,” tandasnya. (lis/awl)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s