Kalla Batalkan Sanksi Fadel .:. Akomodasi Jadi Caleg DPR

Jakarta, KP
Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla akhirnya membatalkan sanksi peringatan pertama terhadap Ketua DPD I Partai Golkar Gorontalo Fadel Muhammad.

Keputusan tersebut diambil setelah Kalla menerima klarifikasi dari Fadel dan Yuddy Chrisnandi di kediaman dinas wakil presiden di Jalan Diponegoro, Jakarta, tadi malam (22/9).

Pertemuan yang juga dihadiri fungsionaris DPP Golkar Anton Lesiangi, Zaenal Bintang, dan pengamat politik Bachtiar Ali itu dimulai tepat pukul 21.00 dan berakhir sekitar pukul 22.35. Setelah pertemuan, Kalla menegaskan bahwa seluruh persoalan telah dijelaskan oleh Fadel dan Yuddy Chrisnandi. Klarifikasi tersebut meluruskan perang pernyataan di media massa. ”Sudah clear, tidak ada masalah lagi. Jadi, tidak perlu ada sanksi,” katanya.

Kalla bahkan mengapresiasi desakan Fadel agar DPP Golkar meluluskan permintaannya untuk menjadi caleg DPR dari daerah pemilihan Gorontalo. ”Itu nanti ada prosesnya. Secepatnya kita bicarakan,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Fadel mengklarifikasi dua hal yang menjadi alasan DPP Golkar menjatuhkan sanksi kepadanya. Pertama, dia mengakui sebagai manusia biasa kecewa karena DPP Partai Golkar mencoret namanya dari daftar caleg DPR.

Fadel mengaku kecewa karena pencalegannya pernah disetujui secara lisan oleh Jusuf Kalla pada Juni lalu. Selain itu, dia malu karena sudah mengirimkan surat pengunduran diri sebagai gubernur Gorontalo kepada presiden serta telah meminta izin kepada DPRD Gorontalo untuk menanggalkan jabatannya sebagai gubernur. ”Saya bukan malaikat. Jadi, saya kira wajar kalau saya malu, kecewa, dan marah,” katanya.

Meski demikian, Fadel membantah kemarahannya lantas diwujudkan dalam bentuk manuver menggalang kekuatan untuk menggelar Munaslub Partai Golkar. ”Tunjukkan kepada saya, kapan saya pernah bicara meminta munaslub. Setahu saya, yang bicara tentang itu hanya Yuddy Chrisnandi,” tegasnya.

Fadel lantas menyitir pernyataan Ketua DPP Partai Golkar Muladi yang menyatakan DPP Partai Golkar tidak punya bukti bahwa 33 DPD Partai Golkar pernah dihubungi Fadel untuk menggalang dukungan menggelar munaslub.

”Saya akui ada pertemuan sejumlah kader Golkar asal Sulawesi di Gorontalo pada 8 Oktober. Tapi, bukan pertemuan kader Golkar sejati seperti klaim Yuddy, melainkan pemberian gelar adat kepada Sri Sultan Hamengkubuwono X,” terangnya.

Kepada Kalla, Fadel juga membantah berupaya menggalang dukungan DPD Golkar se-Indonesia untuk mendesak konvensi Partai Golkar. Menurut dia, keputusan tentang konvensi atau tidak belum pernah dibicarakan Golkar. Jadi, tidak tepat berkomentar tentang konvensi atau rapat pimpinan nasional luar biasa untuk memilih capres dari Partai Golkar. ”Jadi, tidak tepat kalau DPP memberikan sanksi berdasarkan isu atau berita di media massa. Sanksi hanya layak diberikan kalau sudah ada aksi nyata,” papar doktor politik dari UGM itu.

Dalam pertemuan tersebut, Fadel mengulangi permintaannya agar DPP Golkar meluluskan keinginannya menjadi caleg Golkar untuk DPR dari daerah pemilihan Gorontalo. Fadel membantah upayanya menjadi anggota legislatif karena ingin menggusur Agung Laksono dari kursi ketua DPR.  ”Kita kan tidak tahu, apakah saya dan Pak Agung akan terpilih menjadi anggota DPR. Jadi, mengapa saya sudah dituduh haus jabatan dan haus kekuasaan,” tandasnya.

Yuddy Chrisnandi menambahkan, dalam pertemuan tersebut, dia telah menjelaskan sejumlah pernyataan elite Golkar yang menyerang pribadi Fadel. Dengan penjelasan tersebut, mereka mengharapkan fungsionaris DPP Golkar bijaksana dalam mengeluarkan pendapat kepada media massa. ”Tidak benar ada upaya menjatuhkan ketua umum yang dilakukan barisan sakit hati di Golkar,” tegasnya. (noe)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s