Mereka yang Memilih Shalat Lima Waktu di Masjid Saat Ramadhan .:. Bisa Jadi Tempat Istirahat, Berharap Pahala Berlipat

Bukan sesuatu yang baru jika di bulan Ramadhan, masjid selalu dipadati umat Islam yang hendak beribadah. Selain saat tarawih, masjid juga terlihat ramai bila saat-saat shalat lima waktu digelar.

Linri Merinda, Kendari

Ramadhan tinggal sepekan lagi. Hari-hari terakhir penutupan puasa, sebelum Idul Fitri, ujian yang datang terasa berat. Batin terus bergolak, antara ingin tetap melanjutkan puasa demi mendapatkan pahala sebesar-besarnya di sisi Allah SWT, tapi di sisi lain, ada saja godaan untuk membatalkan puasa.

Hal itu bukan hanya terjadi pada anak kecil, tapi juga pada mereka yang sudah akil baligh dan orangtua yang tentu sudah sangat paham makna puasa. Untungnya, kecintaan pada Allah SWT jauh lebih besar, ketimbang harus mengikuti bisikan sesat iblis yang sudah berkomitmen untuk terus merayu umat manusia, agar terjerumus ke lembah dosa.

Seperti kemarin, panas mentari yang begitu terik, tidak menjadi penghalang bagi umat muslim yang sedang berpuasa, untuk terpengaruh dengan hal-hal yang dapat membatalkan fardhu puasa. Justru, mereka memilih Masjid Al-Kautsar Kendari, biar terasa lebih dekat dengan Ilahi yang maha Rahman dan Rahiim.

Di rumah Allah itu, kebanyakan yang bertamu adalah kaum pria yang bermaksud melaksanakan shalat dhuhur berjamaah. Selain karena hati terasa tenteram dan damai yang diliputi kesyahduan indahnya melaksanakan rukun Islam yang ke empat, di tempat itu pula berfungsi ganda sebagai tempat melepas penat yang menyergap.

Tak heran, bila memasuki masjid terbesar di Kota Kendari itu, di tiap koridor ruangan, kita akan menyaksikan kaum Adam sedang melaksanakan shalat fardhu atau sunnah dan ada juga yang memilih memperbanyak tadarrus Al Qur’an.

Bahkan, ada yang berselonjor kaki membaca buku-buku Islami yang bisa meningkatkan pemahaman Islam bagi yang membacanya dan tidak sedikit yang terlihat sedang tertidur pulas, karena bangunan masjid yang begitu lapang.

“Tiap shalat zuhur, saya pasti ke sini (masjid-red). Kalau bulan biasa, tidak tiap hari, tapi selama Ramadhan, boleh dikata hampir tidak pernah saya melewati shalat berjamaah di masjid ini,” kata Hamid, salah seorang pengunjung Masjid Al Kautsar, saat ditemui usai melaksanakan shalat zhuhur, kemarin.

Bagi Hamid, menginjakkan kakinya di Masjid, seolah tak ada jarak antara Allah SWT dengan hamba-Nya dan ada nilai tersendiri yang sulit diungkapkan. Ia seperti bertemu langsung dengan pemilik nyawa ini. Karena itulah, Hamid hampir tak pernah melewatkan satu hari pun untuk melaksanakan shalat dhuhur dan ashar berjamaah di Masjid Al Kautsar.

Meski selama ramadhan, jadwal masuk kantor tidak diliburkan tapi  PNS lingkup Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Sultra itu, semakin intens pergi ke masjid dan kembali ke kantornya setelah shalat dhuhur, kemudian balik lagi ke masjid yang dipimpin Imam besar KH Abdullah Thafky, sepulangnya dari kantor, untuk shalat ashar berjamaah dengan ma’mun lain.

Indahnya shalat berjamaah di mesjid, dirasakan pula La ode Iin. Kata pria kurus itu, shalat di masjid pahalanya lebih banyak ketimbang shalat di mushallah kantornya. Selain karena lebih meningkatkan iman pada Ilahi Robbi, La Ode IIn merasakan pula kedamaian batin, sembari beristirahat setelah menghadap pada-Nya.(***)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s