Pasar Wakuru Bermasalah? .:. Belum Rampung Dikerjakan, Bangunan Sudah Rusak

Raha, KP
Pembangunan pasar Wakuru, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna dilaksanakan sejak pertengahan Juni 2006 silam. Namun hingga bulan September 2008 ini akan berakhir, pembangunan pasar yang menelan anggaran lebih dari Rp 6 Milyar rupiah itu belum juga dirampungkan. Bahkan yang lebih memiriskan lagi, pembangunan pasar terbesar di Kecamatan Tongkuno ini mulai memprihatinkan karena bangunannya mulai rusak.

Sesuai amatan koran ini, bangunan pasar yang rusak terletak di sisi Selatan. Di tempat ini, tembok gedung retak dengan panjang sekitar 50 hingga 100 cm. Tiang penyangga salah satu pintu masuk menuju dalam lods juga mengalami hal serupa. Bahkan batangan besi yang ada di dalam tiang penyangga ini terlihat jelas karena plesterannya sudah tidak menempel lagi. “Kira-kira nodaia mahaemo no sampu pondasino (kira-kira dia rusak akibat pondasinya turun,” duga salah seorang warga Wakuru ketika ditanya tentang retaknya gedung pasar tersebut.

Tidak hanya tembok yang rusak, plafon bangunan juga mulai rusak. Ini dapat dilihat di salah satu sudut ruangan yang berhadapan dengan kamar WC. Akibat dimakan usia, plafonnya mulai berubah warna menjadi kehitam-hitaman.

Zainuddin M, kepala pasar Wakuru juga tidak memungkiri terjadinya kerusakan tersebut. Ketika ditemui di rumahnya, depan SMA Negeri 1 Tongkuno beberapa waktu lalu, Zainuddin menduga, retaknya salah satu sisi gedung pasar Wakuru itu disebabkan pondasi turun akibat masuknya mobil timbunan kedalam lods. “Itu rusak karena bencana. Ada mobil yang masuk ke dalam pasar dan menginjak pondasi tiang itu hingga turun,” kata Zainuddin saat itu.

Lebih dari itu, dirinya tidak mengetahui pasti. Sebab kapasitasnya sebagai kepala pasar Wakuru hanya sebatas operasional. Di luar dari itu termasuk tehnik dan kapan pasar Wakuru mulai dikerjakan tidak diketahuinya secara pasti. “Saya hanya sebagai operasional di sini (Pasar Wakuru), lagi pula masa tugas saya belum terlalu lama sehingga belum banyak tahu,” sambung pengganti Abidin ini.

La Ode Ntata SIp, Camat Tongkuno juga demikian. Meski pembangunan pasar Wakuru berada dalam wilayahnya, La Ode Ntata mengaku tidak mengetahui secara pasti perkembangan pembangunan Pasar Wakuru sampai saat ini. Proyek pembangunan pasar ini juga ia tak ketahui. Mulai kapan proyek pasar tersebut dikerjakan dan siapa kontraktornya saya tidak tahu,” kata Camat Tongkuno ini.

Namun demikian, sesuai dengan pengetahuannya pembangunan pasar Wakuru itu sudah memasuki tahun ketiga dimana awal pembangunannya dimulai sejak Camat Tongkuno diamanahkan kepada pendahulunya Hamim Imbu. “Kayaknya sudah memasuki tahun ketiga dikerjakan. Sebab pembangunannya dimulai setelah pasar lama terbakar,” kata La Ode Ntata, ketika ditemui di ruangannya beberapa waktu lalu. Mengenai kapan diresmikan dan difungsikan, Camat Tongkuno ini tidak mengetahui pasti karena pekerjaannya sampai kini belum dirampungkan.

Koran ini mencoba mencari tahu penyebab pembangunan pasar Wakuru hingga terbengkalai dan mulai rusak kepada Muhammad Atam Mimu SE, pemimpin kegiatan pembangunan pasar Wakuru. Namun sayang, Atam Mimu tidak juga mengangkat ponselnya meski berkali-kali dihubungi dan terdengar nada masuk dari telepon genggamannya. Begitu juga ketika dihubungi via SMS di nomor yang sama, pemimpin kegiatan Pasar Wakuru ini juga tak kunjung membalasnya.

Proyek pembangunan pasar Wakuru memang penuh misteri. Betapa tidak, selain siapa kontraktornya dan berapa anggaran yang digulirkan serta mulai kapan dikerjakan dan kapan berakhir tidak banyak yang mengetahui sebab tidak terpampang papan proyek sebagai pertanda jika di tempat itu ada pembangunan pasar Wakuru. Padahal sesuai perhitungan perubahan volume kegiatan pembangunan pasar wakuru tahun 2006, papan nama kegiatan dianggarkan Rp 1,1 juta.

Namun berdasarkan data yang dikantongi koran ini, pasar Wakuru mulai di kerjakan Juni 2006 lalu dimana kontraktornya adalah PT Angkalalo Sarana Pusat Raha dengan nomor kontrak 530/456/KTRK/KP-PWK/VI/2006. Sesuai nomor kontrak ini, pembangunan pasar Wakuru pada tahun 2006 dianggarkan sebesar Rp 4,5 M dengan rincian APBD II (DAU) sebasar Rp 3.509.450.000 serta Rp 990.550.000 juta dari APBD tingkat I. Jumlah ini mengalami penurunan dari kontrak sebelumnya yakni Rp 6.454.922.000. Tahun 2007, Pemda Muna kembali menganggarkan pembangunan lanjutan pasar Wakuru dimana pagu yang diporsikan saat itu sebesar Rp 2.420.000.000. “Dengan dua kali dianggarkan maka dana yang diporsikan buat pembangunan pasar Wakuru sudah mendekati tujuh Milyar rupiah. Namun ironisnya sampai sekarang kontraktornya belum juga merampungkan pekerjaannya,” ungkap Azmat Karim ST, ketua Lembaga Peduli Konstruksi dan Keuangan Negara (LPK2N) Sultra.(nur/ong)

8 thoughts on “Pasar Wakuru Bermasalah? .:. Belum Rampung Dikerjakan, Bangunan Sudah Rusak

  1. memang kabupaten muna adalah sarang kapitalisme terbesar di indonesia,jadi maklum saja kenapa pembangunannya belum jadi kan anak dan istri mereka tidak dapat makan dan mereka pula ingin menamba besar perut buncit mereka.sadarlah kontraktor pasar wakuru uang yang kamu ambil itu adalah milik masyarakat.keluargamu adalah bagian dari masyarakat jadi sama saja uang yang kamu ambil itu adealah milik keluargamu.okei sebelum tuhan mengutukmu jadi kodok.;

  2. smestinya hal itu menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja kotraktor dalam merampungkan pekerjaan yang telah dilaksanakanya. jangan sampai dana proyek menguap kemudian tidak ada hasil yang didapatkan oleh masyarakat setempat. anggaran pemerintah habis, pajak yg telah dibayarkan masyarakat menguap, pekerjaan gak selesai, yang rugi siapa? kan masyarakat dan pemerintah juga. sarana perekonomian mandek, syukur2 ada relokasi sementara yang bisa digunakan, tapi kemudian apakah selamanya akan seperti itu? Kepada Pemerintah, beri sangsi yang tegas terhadap kotraktor yang tidak bertanggung jawab, atau jangan-jangan ada main dibelakang layar juga. tapi kalo hal itu sempat terjadi yang rugi kan pemerintah juga, bayangkan berapa PAD (pendapatan asli daerah) yang semestinya sudah didapat oleh pemerintah kab. muna. Kepada legislatif (DPR), jangan hanya tidur dong!!! liat tuh masyarakat yang diwakili, dimana tanggung jawabmu.

  3. inodi dua kunae mieno wakuru,taka apusi dua inodi bela noafa kontraktorno daoa amaitu.minaho namoselesaiea karajano bara do owaemo nihamai joino,sakabayarando,,.kaasi kunee,pao misikinimu kune.jangan biarkan masyarakat selalu menanti kapan jadinya pasar wakuru,kalu memang harus bertindak bertindaklah karena kebenaran itu tidak akan perna mati.BALECOS

  4. setidaknya hal ini bukan kesalahan dari pihak kontraktor pasar wakuru saja tapi semua instansi pemerintahan yang ada di kabupaten muna harus turun tangan,karena sekalipun wakuru itu seperti apa kita harus tau bahwa wakuru bukan milik seorang saja tapi milik kita bersama.jadi apapun yang terjadi diwakuru kita harus selesaikan bersama.dan jangan kita saling menyalahkan karena hal seperti itu tidak akan perna menyelesaikan masalah CAMKAN ITU.

  5. pokonya rampung dengan tidaknya pasar wakuru adalah tanggung jawab pemerintah kabupaten muna.jangan sampai hal ini menjadi alat politik para penguasa,agar bisa membodohi rakyat khususnya masyarakat wakuru.

  6. Pembangunan pasar Wakuru tak kunjung rampung.
    Kontraktornya pandai menabung.
    Jalan raya di Desa Laiba dan Wantiworo berkubang.
    Debu dan lumpur mengambang.
    Hutan jati di Kontunaga habis ditebang.
    Digantikan dengan pohon pisang.
    Masyarakat Muna meradang.
    Para pemimpinnya tak mau risau memandang.
    Mau tes PNS mesti siap uang.
    Yang gak punya siap2 ketendang.
    Kapankah Muna-ku bisa berubah lbh baik?

  7. gwa ja prihatin dech tu daoano te wakurua,,,,,,,, knapa kotraktornya sekalian konstruksinya di back list aja???????
    skalian yang berhubungan dengan pembangunan pasar wakuru di black list alias dipecat aja………….. berani sich kontrak proyeknya gak jadi sampe sekarang,, bercontohlah pada daerah lain kunaeeee….
    tunggu ja ntar gwa jadi bupatinya dech.. tau aja gw mantan anak pasar situ prihatin palagi kalian pemerintah,,,
    Eriel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s