Pendulang Emas Dilarang Gunakan Mercury

Kendari, KP
Ditemukannya kandungan emas di Sungai Tahi Ite dan Ububangka Kabupaten Bombana, telah menjadikan daerah itu terkenal hingga menarik minat masyarakat dari provinsi lain, untuk mendulang emas sebanyak-banyaknya. Tapi, pemerintah sudah mulai menertibkan masyarakat yang masuk ke lokasi sekitar tambang emas, dengan melakukan identifikasi dan mendeteksi penggunaan bahan kimia.

“Saya sudah ke sana (Bombana-red) bertemu dengan Bupati Bombana dan Kapolres. Karena ini sifatnya penambangan yang dilakukan masyarakat, saya hanya inginkan supaya di sekitar lokasi tambang emas ditertibkan. Sebab, mereka hanya menggunakan cara-cara manual di kali,” kata Gubernur Sultra, Nur Alam yang ditemui usai mengikuti apel gelar pasukan pengamanan (PAM) lebaran, kemarin.

Menurut dia, pihaknya sudah memerintahkan agar Pemda Bombana melakukan penertiban, supaya teridentifikasi siapa masyarakat yang keluar masuk lokasi tersebut dan agar tetap bisa dideteksi penggunaan bahan kimia atau air raksa. Karena radiasi air raksa, bisa menimbulkan limbah mercury dan itu berbahaya buat masyarakat yang mendulang emas.

Terlebih, dampak lain yang ditimbulkan dari penggunaan air raksa adalah masalah pengendalian lingkungan. “Pemerintah sudah mengambil langkah-langkah koordinasi untuk mengatur kegiatan (mendulang-red) disana. Karena penambangan rakyat hanya dibenarkan pada lokasi bekas lokasi tambang, kontrak karya yang sudah ditinggalkan dan area Kuasa Pertambangan (KP) atau lokasi yang memang potensi tambang mineralnya kecil,” ujarnya.

“Sekarang Pemda Bombana sudah menertibkan dan bahkan sudah mengeluarkan ID card dan itu diawasi bersama-sama dengan aparat Kamtibmas. Kapolres juga sudah stand by disana bersama aparatnya untuk mengendalikan agar jangan sampai jumlah korban bertambah dan menciptakan instabilitas baru,” jelasnya.

Gubernur melanjutkan, hingga saat ini baik Pemda Bombana dan Pemprov belum mengetahui, seberapa besar kandungan atau kadar emas di Sungai Tahi Ite dan Ububangka, dua lokasi tempat ditemukannya kandungan emas. Apalagi, eksplorasi belum dilakukan. “Itu (emas-red) masih serpihan yang keluar dari bebatuan yang kemudian dialiri di kali. Kita belum tahu, kadar emasnya berapa. Emas kan ada yang hanya sekadar, kadar primer dan ada juga yang sekunder. Yang standar itu yang sekunder. Belum tahu apakah memang ada deposit primernya atau tidak. Sudah banyak investor yang bersedia untuk berinvestasi, tapi untuk menginvestasikan modalnya, mereka juga harus melakukan penelitian dulu,” ujarnya.(cr2/ong)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s