Seorang Widyaiswara Harus Punya Kompetensi

Kendari, KP
Stigma widyaiswara sebagai jabatan yang dominan diisi pegawai yang usia mendekati pensiun atau disediakan bagi mantan pejabat non job ditepis. Sesuai tugas pokok dan fungsinya memiliki peran sangat penting untuk peningkatan mutu pendidikan, karena itu seorang widyaiswara harus memiliki kompetensi.

Menurut Drs Suleman, widyaiswara Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sultra, saat ditemui Selasa (23/9), bahwa anggapan hanya diisi pejabat non job adalah pendapat keliru. Perannya sangat penting untuk membangun pendidikan yang bermutu.

Dikatakan, tugas penting seorang widyaiswara adalah menyusun program kerja, menyiapkan bahan masukan kebijakan teknis pengembangan pendidikan dan pelatihan, melakukan analisis kebutuhan pendidikan dan latihan (diklat) berjenjang, menyusun kurikulum KBK diklat dan berjenjang. Selain itu, tugas widyiswara melakukan pengembangan kurikulum, menyusun dan mengembangkan bahan ajar, mengembangkan metode dan media pembelajaran, melakukan pendidikan, pengajaran dan pelatihan, meneliti, pengkajian dan pengembangan model-model pembelajaran.

“Tugas-tugas itu sangat erat kaitannya dengan peningkatan mutu pendidikan. Karena itu, widyaiswara harus diemban tenaga-tenaga potensial dan punya kompetensi serta minimal kualifikasi pendidikan setingkat magister,” terangnya.

Ditambahkan, para widyaiswara di LPMP Sultra sebagian besar tenaga-tenaga muda yang potensial. Perekrutan dilakukan secara ketat dengan tahapan training selama dua minggu dan kemudian dilakukan tes, untuk menentukan lulus atau tidak.(cr5)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s