Tanpa Juara Bertahan .:. Di Kejuaraan Bulutangkis Tiongkok Master Super Series 2008

Jakarta, KP
Tiongkok Masters Super Series 2008 sepi peminat.  Dengan level super series yang menawarkan hadiah total sebesar USD 200 ribu (sekitar 1,8 miliar) kalender kedelapan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) yang berlangsung mulai hari ini hingga 28 September itu para pemain nonunggulan tak perlu melewati babak kualifikasi.

Malah, dalam even yang dihelat di Changzhou Olympic Sports Center itu hanya diikuti oleh 10 pemain tunggal.  Kondisi ironis juga terlihat di ganda wanita yang hanya mempertemukan 10 pasangan. Indonesia tetap mewakilkan dua pasang, Liliyana Natsir/Vita Marissa dan pasangan baru Greysia Polii/Nitya Krishinda.

Juara bertahan di tunggal wanita Xie Xingfang juga tak turut meramaikan perebutan gelar juara.  Unggulan pertama dipegang Lu Lan.  Indonesia bahkan tak mewakilkan satupun pemainnya dalam agenda ini setelah terjun dalam dua turnamen berturutan sebelumnya Taiwan Gold Gran Prix dan Jepang Super Series 2008.

Setali tiga uang juara bertahan sekaligus unggulan tuan rumah Lin Dan tak ikut serta.

Dalam berita yang dirilis situs badzine Lin Dan telah mengemukakan absennya dalam blog pribadinya.  Ketidaksertaan Lin Dan itu membuat Tiongkok Super Series kali ini tak bakal menampilkan dua pemain papan atas, sebab pemain terbaik dunia Lee Chong Wei (Malaysia) juga turut mundur dari ajang tersebut.

Tiongkok benar-benar memanfaatkan even itu untuk mengasah para pemain muda, Gong Weijie, Li Yu, Lu Yi, and Chen Long.  Negeri Panda mengandalkan Bao Chunlai yang tak menuai hasil meuaskan pada Olimpiade lalu setelah ditumbangkan pemain Korsel Lee Hyun Ill di perempat final.  Kali ini, langkahnya pun tak mudah karena harus berhadapan dengan pemain terbaik Thailand Boonsak Ponsana di putaran pertama hari ini.

Jika tuan rumah menguji coba kekuatan pemain muda, Indonesia malah menurunkan dua pemain terbaiknya, Taufik Hidayat dan  Sony Dwi Kuncoro.  Taufik ditantang Muhammad Hafiz Hashim (Malaysia).  “Saya sudah siap bertemu Taufik.  Penampilannya sudah menurun, tetapi Taufik adalah Taufik.  Dia adalah pemain yang tidak bias diprediksi saat berada dalam lapangan,” ujar Hafiz kepada badzine. Adapun Sony harus menghadapi Eric Pang asal Belanda di langkah pertama.

Di ganda campuran, Indonesia masih mengandalkan tiga pasangan yang dimiliki, temasuk juara Jepang Super series akhir pekan lalu, Muhammad Rijal/Vita Marissa.  Pasnagan anyar itu ditantang wakil Malaysia Hoon Thien How/Chin Eei Hui di putaran pertama.  Flandy Limpele/Greysia Polii harus menumbangkan ganda asal Hongkong Yohan Hadikusumo Wiratama/Chau Hoi Wah jika mau melangkah ke putaran kedua.

Unggulan pertama Nova Widianto/Lilyana Natsir tak eprlu bersusah payah karena mendapatkan bye hari ini. “Ini pertarungan kedua bagi Rijal/Vita.  Saya harap di sini (Tiongkok) mereka mendapatkan lawan seimbang sehingga Rijal sebagai pemain muda mendapatkan banyak pelajaran,” ungkap Richard, pelatih gadna campuran pelatnas Cipayung.Maka, dia tak mematok target apapun bagi anak asuhnya dalam turnamen ini.  Empat ganda pria yang tampil di Jepang lalu juga masih terus mengasah kekuatan, yakni Markis Kido/Hendra Setiawan, Muhammad Ahsan/Bona Septano, Hendra Aprida Gunawan/ Joko Riyadi, dan Yonatan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan.  (vem)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s