Wapres: Percepat Restrukturisasi PDAM

Jakarta, KP
Wakil Presiden Jusuf Kalla menginstruksi Departemen Pekerjaan Umum (DPU) dan Departemen Keuangan (Depkeu) agar mempercepat program restrukturisasi perusahaan daerah air minum (PDAM). Kalla menargetkan, pada 2014 sudah tersedia 10 juta sambungan air bersih pada rumah tangga di kota dan desa.

Percepatan tersebut dilakukan untuk mengejar salah satu target millennium development goals pada 2015, yakni teratasinya krisis air bersih di 80 persen wilayah. ’’Jangan sampai kita sekarang tanda tangan piagam MDG’s, pada 2015 dipermalukan karena gagal mencapai target-targetnya,’’ ujar Kalla seperti ditirukan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dalam rapat koordinasi program penyediaan air bersih di Kantor Wakil Presiden kemarin (23/9).

Untuk tahap pertama, Kalla minta DPU membuat proposal teknis tentang daerah krisis air bersih, sumber air baku potensial, daerah cakupan pelayanan air bersih PDAM dan program restrukturisasi kesehatan keuangan PDAM.

’’Dalam dua bulan, seluruhnya harus sudah selesai. Setelah itu akan mulai dilaksanakan awal 2009. Targetnya 10 juta sambungan rumah diharapkan sudah bisa dipasang dalam lima tahun ke depan,’’ terang menteri asal Boyolali itu.

Di antara seluruh tugas tersebut, program restrukturisasi kesehatan PDAM merupakan tugas yang paling berat.  Pasalnya, saat ini baru 30 PDAM yang sehat dari total 335 PDAM di seluruh Indonesia. ’’Tahun depan kita targetkan 60 PDAM jadi sehat,’’  terangnya.

Penyehatan PDAM akan dilakukan dalam dua tahap. Pertama,   restrukturisasi utang PDAM Rp 800 miliar, dari total utang Rp 4,4 triliun. Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan KMK No 120 Tahun 2008 untuk menghapuskan bunga dan denda utang sebesar Rp 3,8 triliun.

’’Sisa utang sebesar Rp 800 miliar akan dicicil sehingga lunas. Tadi diwacanakan pemerintah memberikan subsidi bunga  sehingga beban angsuran utang yang ditanggung PDAM sangat ringan,” kata  dia.

Tahap kedua adalah penyesuaian tarif pelayanan air bersih dan perbaikan manajemen PDAM. Perbaikan tarif akan dilakukan dengan keputusan menteri dalam negeri sehingga pemerintah daerah tidak membutuhkan persetujuan dari DPRD. ”Kita juga akan membersihkan PDAM dari nepotisme. Hanya orang-orang yang punya kemampuan, yang bisa bekerja di PDAM,” tandasnya.

Dengan kondisi keuangan dan manajemen PDAM yang sehat, Djoko yakin target penambahan 10 juta sambungan air bersih akan tercapai. ”Tahun 2014, kita harapkan 90 persen rumah di kota-kota besar bisa terlayani air bersih PDAM dan kota-kota kecil sekitar 80 persen,” terangnya.

Untuk mencari sumber air baku, pemerintah mulai tahun depan akan mengalokasikan anggaran Rp 4,8 triliun di APBN. Anggaran tersebut akan digunakan untuk membuat bendungan serta mengambil air permukaan untuk sumber air bersih PDAM.(noe/agm)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s