2000 Polisi Siap Amankan Lebaran

Kendari, KP
Hari Raya Idul Fitri yang tak akan lama lagi membuat pihak Polda Polda Sultra dan jajarannya bersiap melakukan pengamanan. Mengawali kesiapan tersebut, Kapolda Sultra, Brigjend Pol Djoko Satriyo terlebih dulu mengecek anggotanya saat apel yang dihadiri Gubernur Sultra, Nur Alam, kemarin.

Kapolda yang dikonfirmasi usai apel mengatakan, pengamanan lebaran intinya adalah melayani dan melindungi pemudik yang pulang ke kampung halamannya. “Kita maksimal lakukan pelayanan dan mulai hari ini, personil kami akan turunkan. Jangan sampai terjadi apa-apa pada masyarakat pemudik,” katanya.

Untuk itulah, Polda Sultra dan jajarannya akan menurunkan lebih 2000 personilnya yang ditempatkan di 54 titik, untuk pengamanan di pelabuhan dan terminal bis, termasuk daerah rawan kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) dan kemacetan.

Sedangkan di Kota Kendari, ada 750 personil yang berjaga di pelabuhan laut, udara dan terminal termasuk jalan tikungan, menanjak dan rawan kecelakaan serta daerah-daerah rawan macet seperti mall, dengan jumlah Pos PAM lebaran sebanyak 7 titik.

“Prediksi puncak mudik, terjadi hari Jumat (27/9) dan Sabtu (28/9) nanti. Di hari itu, jumlah pemudik sangat tinggi. Kerawanan yang muncul masalah Lakalantas. Kadang-kadang pemudik pada senang naik motor 1 keluarga yang jumlanya 4 orang plus barang. Ini yang rawan dan harus kita antisipasi,” jelasnya.

Namun, kata dia, pihaknya tidak bisa menghalangi pemudik sebab, hal itu biasanya dilakukan, karena mereka tidak punya biaya cukup untuk pulang kampung, sehingga polisi hanya bisa menghimbau untuk berhati-hati saat mengendarai sepeda motornya.

“Bukan dibolehkan, tapi kita coba kasih himbauan pada mereka. Begitu juga dengan kapal laut. Pada prinsipnya, muatan melebihi kapasitas itu, tidak bisa. Tapi itu tergantung sama syahbandarnya yang menentukan. Saya tidak bisa katakan boleh atau tidak boleh karena kita ini bekerja lintas sektoral,” ujarnya.

Jika ditemukan ada pelanggaran, polisi akan membicarakan pada syahbandar untuk menghentikan kapal yang memuat penumpang berlebih. Artinya, kapal tidak dibolehkan berangkat, sebelum penumpang berlebih turun.

Terpenting, menurut dia, saat kapal sudah mau berangkat, petugas di pelabuhan terlebih dulu menghitung jumlah penumpangnya, kemudian berhenti untuk menaikkan penumpang sesuai batas maksimum muatan kapal.(cr2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s