Inco Tak Untungkan Sultra .:. Gubernur Janji Sampaikan pada Presiden

Kendari, KP
Kehadiran PT Inco di Sultra rupanya tak banyak manfaatnya. Lahan yang dikuasai mencapai 60 ribu hektar, ternyata tak dibarengi dengan pendirian pabrik. Padahal, kontrak karya yang disepakati, paling lambat tahun 2005 lalu, sebuah pabrik harus berdiri. Itulah yang dikeluhkan Gubernur Nur Alam saat konferensi pers semalam, di Rujab gubernur. Ia berjanji mengadukan masalah Inco ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang rencananya tiba hari ini di Kendari.

Gubernur mengurai bila di beberapa kali pertemuan dengan manajemen Inco, tidak ada niatan baik dari perusahaan tersebut untuk merasionalisasi lahan yang dikuasai. Kalkulasinya dari sekitar 60 ribu hektar dengan waktu tersedia sekitar 20 tahun, Inco paling mampu mengolah lahan sekitar delapan ribu hektar. ”Di Soroako saja yang terdapat pabrik Inco, lahan yang digarap hanya sekitar empat ribu hektar selama lebih 30 tahun. Bila melihat kontrak karyanya yang tinggal 20 tahun di Sultra, itu artinya Inco hanya membutuhkan lahan tak lebih dari empat ribu hektar. Tapi, katakanlah kita toleransi sampai dua atau tiga kali dari luas lahan yang mampu dieksplotasi di Soroako. Luasnya lahan yang dikuasai di Sultra ini sangat merugikan daerah. Apa masyarakat Sultra hanya akan menjadi penjaga kebun saja,” papar Nur Alam, saat bertemu dengan sejumlah wartawan di Rujab gubernur kemarin.

Selama ini kata Nur Alam, Inco menjual tanah-tanah Sultra dalam bentuk OR (Nikel, red) dengan transaksi sekitar Rp 2 triliun. Dari dana tersebut tak sebanding dengan royalti atau Comdev yang diterima. Belum lagi beberapa lahan hutan lindung yang dikuasainya. ”Kontrak karya Inco adalah kesalahan masa lalu yang harus ditinjau. Ke depan bisa saja lahan-lahan Inco diubah menjadi lahan perkebunan rakyat atau diberikan pada perusahaan yang siap membangun pabrik,” tegasnya.

Tidak takut diadukan di pengadilan arbitrase? Kata Nur Alam, proses hukum tidak selamanya memenangkan penggugat. Bisa saja putusannya menguntungkan masyarakat Sultra. Apalagi, dalam kontrak karya Inco terdapat beberapa kejanggalan, semisal di perpanjang 20 tahun sebelum masa kontrak pertama selesai.

Di kesempatan kemarin, Nur Alam sempat menyinggung PT Antam yang baru saja menaikkan royalti pada pemerintah Sultra. Tahun sebelumnya Pemprov Sultra dan Pemda Kolaka harus berbagi dana Comdev sekitar Rp 19 miliar. Setelah melakukan negosiasi, Antam siap menyumbangkan Rp 103 miliar atau setara 3,5 persen dari keuntungan BUMN tahun ini.

Aspal Buton dan Emas Bombana

Nur Alam juga berjanji melaporkan potensi aspal buton yang belum dikelola baik. Katanya, tiap tahun APBN dihabiskan sekitar Rp 5 triliun untuk membeli kebutuhan aspal. Ia berharap kehadiran presiden untuk memberi respon pengggunaan aspal buton se- Nusantara. ”Bila aspal Buton yang digunakan, selain mengurangi beban APBN, Sultra juga diuntungkan dengan pengurangan jumlah warga miskin,” jelasnya.

Begitupun potensi emas Bombana, kata Nur Alam,  menurut laporan Dinas Pertambangan jumlahnya mencapai 157 ribu ton, dengan luas areal 500 hektar dengan kedalaman 150 meter akan dilaporkan ke presiden. Emas murni yang kini masih dikelola secara tradisional itu merupakan potensi Sultra yang merupakan cadangan devisa negara yang begitu besar. (awl/wal)

One thought on “Inco Tak Untungkan Sultra .:. Gubernur Janji Sampaikan pada Presiden

  1. Pak Gubernur,

    Maju terus pantang mundur, majukan negerimu sebagai putra daerah yang concern terhadap pembangunan daerah…berbuat baiklah bagi masyarakat, insya Allah kami akan mendukungmu selalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s