Proyek Taman Dinilai Asal-asalan

Andoolo, KP
Pengerjaan dan penataan taman oleh Badan Lingkungan dan Pertamanan Konsel yang sementara berjalan dinilai asal dikerjakan. Penilaian itu dilihat dalam item perkerjaan penanaman pohon pelindung di sepanjang jalan protokol Pemda Konsel. Pohon yang ditanam, selaian ditanam di musim kemarau, juga ditanam diatas bebatuan, sehingga pohon yang ditanam dapat dipastikan bakal mati.

Muh Juhir, salah seorang aktifis lingkungan di Konsel menilai, proyek Badan Lingkungan Hidup yang dikendalikan Ir Burhanuddin itu dikerja asal-asalan. “Lihat saja pohon yang ditanam di sepanjang jalan protokol, baru sehari ditanam sudah pada layu. Bagaimana tidak, pekerja yang menanam tidak mendapat pengawasan bahkan tidak mempunyai ilmu tentang tata cara menanam pohon. Hal yang mustahil, tanaman pohon tersebut bisa tumbuh bila ditanam di musim kemarau dan ditanam di areal bebatuan,” ujarnya.

Menurut Alumnus UMI Makassar itu, proyek taman yang dikerja Badan Lingkungan Hidup hanya mengejar target tanpa memperhatikan estetika lingkungan. “Modusnya, pekerja sudah melaksanakan penanaman, untuk kemudian difoto dan dilaporkan. Persoalan mau hidup, itu tidak menjadi soal. Model seperti ini sudah jelas merugikan daerah,” tandasnya kesal.

Begitu juga dengan Asri Salam. Alumni Fakultas Pertanian Unhalu itu mengaku, proyek taman di Konsel jelas dikerja bukan karena ingin memperindang kompleks perkantoran di Konsel, tetapi yang dikejar adalah bagaimana pertamanan untuk tahun 2008 tuntas. “Sangat disesalkan proyek taman yang dikerja asal-asalan, mengingat dana yang dikeluarkan oleh Pemda untuk pertamanan jumlahnya sangat besar,” ujarnya menimpali pernyataan rekannya.

Menurut Asri, taman yang dikerja baik itu penanaman pohon pelindung maupun taman hias dinilai tidak strategis pengelolaaanya termasuk pemeliharaannya. “Pengamatan kami, seelah ditanam dibiarkan saja tanpa ada proses pemeliharaan yang teratur. Kami berharap kepada pengelola proyek taman tersebut agar dilakukan pembenahan ulang, karena jika ini dibiarkan, taman yang sudah dikerjakan hanya akan menjadi taman yang mati dan terus menjadi gersang di kompleks perkantoran,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Badan Lingkungan Hidup, Ir Burhanuddin yang coba dikonfirmasi via ponsel tidak dapat dihubungi, begitu juga dalam setiap kesempatan kunjungan kerja Bupati tidak dapat dihubungi.(era/ong)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s