Putus Cinta, Siswi SMA Gantung Diri

Sleman, KP
Seorang siswi kelas 2 SMAN 1 Cangkringan, Sleman, kemarin pagi pukul 09.30 ditemukan tewas gantung diri di belandar kayu kamar tidurnya. Korban bernama Meiana Dewi Kusumastuti. Dugaan sementara,  warga RT 04, RW 12, Meces, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman itu mengakhiri hidupnya karena putus cinta.

Diperoleh informasi, Dewi yang berusia 16 tahun itu ditemukan sudah menjadi mayat oleh pamannya, Suhadi, 42. Pagi itu, Suhadi sudah pergi bekerja. Tetapi, perasaannya tidak enak. Dia menduga itu  firasat buruk. Lalu, Suhadi pulang lagi. Sampai di rumah, dia melihat lampu di kamar Dewi menyala.

Suhadi lantas berniat mematikan lampu di kamar yang berukuran 4 x 6 meter itu lantaran mengira keponakannya sudah berangkat ke sekolah. Begitu membuka pintu, dia terperanjat karena sesosok tubuh tergantung di kamar Dewi. Semula sosok dengan rambut awut-awutan itu dikira boneka. Tapi, saat dicermati, ternyata keponakan sendiri.

Kondisi siswi yang mengenakan seragam sekolah itu mengenaskan.  Matanya mendelik, lidah terjulur, dan  dari anusnya keluar kotoran. Suhadi pun langsung berteriak histeris. Warga Meces geger dan segera memadati sekitar rumah korban. Oleh Sanuri, ketua pemuda dusun setempat, kasus itu dilaporkan ke Mapolsek Ngemplak.

Dewi menggantung diri dengan selendang 1,5 meter. Kanitreskrim Ipda Bambang  yang mewakili Kapolsek Ngemplak AKP Yudhi Kusyadi mengatakan, dari TKP polisi membawa tiga HP milik Dewi.

”Motif gantung diri sedang kami selidiki. Yang jelas, tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban,” tandasnya. Menurut kerabat dan beberapa temannya, belakangan Dewi   murung. Tetapi, dia tidak mau mengungkapkan persoalan yang sedang menderanya.

Pagi itu Dewi beraktivitas seperti biasa. Sesudah mandi, dia berdandan dengan mengenakan seragam sekolahnya. Ternyata, korban urung sekolah, tapi malah mengakhiri hidup dengan menggantung diri.

Agus Riyanto, 37, ayah korban, tampak terguncang setelah tahu anaknya tewas dengan cara gantung diri. Betapa tidak, Dewi adalah anak tunggal. Agus bekerja sebagai sopir pocokan di sebuah biro perjalanan. Ibu korban, Ny Yayuk, 30, bekerja sebagai TKW di Malaysia.

”Sudah setahun ini ibu korban menjadi TKW di Malaysia,” ujar Suhadi. Karena ibu dan bapaknya sibuk mencari nafkah,  Dewi tinggal di rumah pamannya.  Agus sendiri pulang ke rumah sekitar pukul 11.00. Dia dikabari Ketua RT Mohadi Azhari. Mata Agus sembab dan badannya lunglai. Dia beberapa kali histeris melihat mayat anaknya.  (lin/jpnn/agm)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s