Sulit Ditarik, Pasar Susah Steril .:. Peredaran Produk Susu Tiongkok di Indonesia

Jakarta, KP
Kekhawatiran masyarakat akan peredaran susu yang mengandung melamin diprediksi bakal berlanjut. Sebab, Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) menyatakan tidak mampu menjamin seluruh produk berbahan susu asal Tiongkok itu hilang dari peredaran.  Perintah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menarik susu dari pasaran tidak akan efektif karena anggota Aprindo hanya 40 persen dari populasi pusat perbelanjaan nasional.

’’Kami memang diminta menarik produk itu. Tapi, kami tidak jamin pasar steril karena anggota kami hanya 7.500 outlet atau 40 persen dari total pusat perbelanjaan,” ujar Sekretaris Jenderal Aprindo Rudy Sumampouw kepada Jawa Pos kemarin (25/9). Menurut dia,  masih ada kekhawatiran produk berbahan susu tersebut diedarkan oleh pusat-pusat perbelanjaan yang bukan anggota Aprindo. Oleh karena itu,  pihaknya meminta masyarakat waspada sebelum membeli barang.

Selain penjualnya bukan anggota Aprindo, penarikan produk tersebut sulit dilakukan karena pengadaan barangnya dilakukan secara langsung oleh pemasok, distributor, dan peritel tanpa pantauan dari pemerintah maupun asosiasi. ’’Ada kok ITC (international trade center) yang bukan anggota kami. Terus, belum lagi ruko-ruko yang jumlahnya jutaan di Indonesia. Apalagi yang di luar Jawa. Mereka itu kan berhubungan langsung antara penyuplai dengan distributor, lalu dibawa ke peritel,” ujarnya.

Sebelumnya, BPOM meminta Aprindo menarik peredaran serta menyegel 28 produk susu dan produk yang mengandung susu impor dari Tiongkok. Itu dilakukan untuk mengamankan konsumen dari risiko terpapar melamin yang terkandung dalam produk tersebut. Perintah itu disampaikan dalam surat edaran BPOM kepada Aprindo  bertanggal 23 September.

Menanggapi surat itu, Rudy menyatakan sudah menginstruksi seluruh peritel anggota Aprindo agar segera menarik produk berbahan susu yang berasal dari Tiongkok seperti yang diminta BPOM. Tentang produk susu full cream untuk dewasa bermerek Guozhen, Rudy juga telah meminta mereka agar menarik dari pasaran. ”Kami minta mereka memberi tahu penyuplai agar tidak lagi memasok barang dengan merek-merek itu. Paling tidak, sampai ada pemberitahuan dari BPOM bahwa itu bebas melamin,” ungkapnya.

Sesditjen Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan Gunaryo mengakui bahwa penarikan produk susu dari Tiongkok itu tidak bisa dilakukan hanya oleh Aprindo. Untuk itu, pihaknya juga telah menginstruksi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di setiap daerah supaya melakukan penarikan. ’’Kita akan lakukan bersama, memang tidak cukup Aprindo saja,” tuturnya.

Langkah awal yang dilakukan saat ini adalah menguji terlebih dahulu semua produk susu dan produk yang mengandung susu dari Tiongkok apakah mengandung melamin atau tidak. Tentang produk susu merek Guozhen yang beredar di masyarakat, dia meminta agar semua pihak mengawasi. ”Kita pantau apakah di semua ritel ada (Guozhen) atau hanya di ritel-ritel tertentu saja. Itu yang masih kita selidiki terus supaya di pasar benar-benar steril,’’  lanjutnya.

Mantan direktur bina pasar dan distribusi itu menegaskan bahwa pengawasan terhadap makanan yang berbahaya itu benar-benar serius dilakukan karena menyangkut kesehatan anak-anak. Mengenai potensi beredarnya produk susu Tiongkok bermelamin di daerah perbatasan yang masuk melalui penyelundupan, Gunaryo menyatakan belum mendapatkan informasi. ”Memang ada potensi seperti itu. Tapi,  saya masih menunggu penyelidikan dari daerah. Mungkin minggu depan baru dilaporkan hasilnya,” terangnya.

Pengamat ritel Handaka Santosa mengatakan bahwa BPOM telat dalam mengeluarkan perintah penarikan produk tersebut. Perintah menarik susu Tiongkok dikeluarkan BPOM pada 18 September. Penarikan produk yang mengandung susu Tiongkok baru keluar 23 September. Padahal, pemberitaan skandal susu Tiongkok sudah ramai sejak dua pekan lalu. ’’Seharusnya, saat berita itu menyebar, BPOM segera menariknya dan tidak mengambil risiko,” ujar mantan ketua umum Aprindo itu.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Thomas Darmawan mengimbau  pemerintah agar berhati-hati dalam hal penarikan produk susu dan berbahan susu dari Tiongkok yang diduga berbahaya. Menurut dia, tidak semua produk Tiongkok di Indonesia, termasuk 28 item yang akan ditarik dari distribusinya, mengandung melamin. ”Harus benar-benar berdasar penelitian dengan prinsip kehati-hatian. Jangan sampai produk lain yang berbau Tiongkok pun kena imbas,” jelasnya. (wir/iro)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s