Tunda Menstruasi, Ibadah Lancar

PELAKSANAAN ibadah haji memang masih cukup lama. Namun, bagi perempuan usia subur calon jamaah haji, saat inilah yang tepat untuk mulai mengonsultasikan pengaturan haid.

Dijelaskan dr Indrarta Soekoco SpOG, ada dua cara penundaan menstruasi dan ovulasi. Yakni, melalui konsumsi pil dan suntikan. Idealnya, lanjut dia, konsumsi pil dilakukan tiga bulan sebelum keberangkatan. “Langkah itu membiasakan diri minum pil setiap hari. Juga, menentukan pil yang cocok untuk pasien,” ujar spesialis kebidanan dan kandungan RSU Haji Surabaya tersebut.

Ada dua macam pil yang bisa dipilih. Pil mono (hanya mengandung progesteron) dan kombinasi (mengandung progesteron dan estrogen). Salah satu pil kombinasi adalah pil kontrasepsi (pil KB). Keuntungan penggunaan pil, komplikasi atau efek samping bisa cepat diketahui dan ditangani.

Tingkat keberhasilan pil itu dipengaruhi oleh cara konsumsi. Minum pil sebaiknya jauh sebelum masa subur. Contohnya, seorang perempuan biasa menstruasi tanggal 30. Maka, minum pil 14 hari sebelum masa haid, yaitu tanggal 16. Lama minum pil dapat ditambah sampai kapan dia mau menunda masa haid. “Minumnya jangan terlalu dekat dengan masa haid,” tutur dokter yang sudah 15 tahun bekerja di RSU Haji Surabaya itu. Misal, tidak minum pil dua hari menjelang haid.

Aturan mengonsumsi pil tak sembarangan. Perempuan harus meminum pil teratur sekali dalam sehari. “Jangan sampai terlewat satu hari pun. Kalau terlewat, akan terjadi pendarahan walaupun tidak banyak,” tegas Indrarta. Ada beda antara menstruasi dengan pendarahan akibat lalai minum pil. Darah pada menstruasi lebih kental dan berwarna kehitaman. Juga, terdapat lendir (sisa dari lapisan rahim) dan rasa sakit pada pinggul. Sedangkan pendarahan akibat lalai minum pil lebih encer dan berwarna merah segar. Umumnya berupa flek (bercak) tanpa rasa sakit pada pinggul.

Kalau enggan minum pil setiap hari, alternatifnya suntikan pengatur haid. “Ada dua macam, suntik setiap tiga bulan atau setiap sebulan,” jelas dokter lulusan Unair itu. Keduanya hanya mengandung progesteron. Bedanya, dosis pada pil yang dicicil tiap hari disuntikkan dalam kumulatif dosis pil pada sekali suntikan. Begitu juga pada suntikan tiga bulanan. Pemberian dosis cukup besar tersebut sering mengakibatkan pendarahan. Penampilan darah yang keluar sama dengan perdarahan bila lalai minum pil.

Ada beberapa efek samping lain yang sering dikeluhkan. Seperti, mual, pusing, dan muncul jerawat (pemakaian dalam jangka waktu lama).

Efek samping tersebut membatasi kategori orang yang boleh meminum atau disuntik obat pengatur haid. “Penderita sakit jantung, tumor payudara, dan kencing manis tidak diperbolehkan menjalani terapi itu,” tambah Indrarta. Pada penderita kencing manis, hal tersebut dapat meningkatkan kadar gula darah. Sedangkan pada pengidap gangguan jantung, kekentalan darah dapat terganggu. (war/nda)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s