USN Bergolak

Kolaka, KP
Kisruh pemecatan ketua BEM dan MPM Universitas Sembilan Belas November (USN) Kolaka semakin mengundang reaksi dari berbagai kalangan baik dari dalam maupun luar kampus tersebut. Saling kecam juga makin meruncing, setelah ketua Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Kolaka (HMPPK), Rusbi Ramayadi menuding pemecatan ketua BEM dan MPM Universitas Sembilan Belas November (USN) sebagai tindakan yang tidak proporsional dari Rektor USN Azhari S STP Msi, (Berita kendari Pos tanggal 22/9), kini kecaman balik dilontarkan sejumlah pengurus lembaga kemahasiswaa yang tergabung dalam forum lintas jurusan USN.

Koordinator forum lintas jurusan USN Sudirman Baso, mengatakan  tudingan Rusbi Ramayadi sudah terlalu jauh mencampuri urusan internal kelembagaan USN.

“Saudara Rusbi tidak paham bahwa USN memiliki aturan tersendiri dalam menjatuhkan sanksi, dan kami menilai keputusan rektor memecat ketua BEM dan MPM sudah sesuai aturan kampus,” tegas Sudirman.
Dikatakan, sebelum menjatuhkan sangsi Rektor telah terlebih dahulu melaukan beberapa kali pertemuan dengan pengurs BEM dan MPM, hal ini kata Sudirman menunjukan adanya itikad baik pihak universitas untuk menyelesaikan persoalan secara kelembagaan. “Untuk itu  forum lintas jurusan yang terdiri dari seluruh pengurus kelembaggan mahasiswa di USN menilai bahwa aksi yang dilakukan beberapa hari terakhir ini hanya bertujuan mengobok-obok kampus dan berupaya memecah belah mhasiswa, dan ini kami tegaskan bukanlah aspirasi mahasiswa USN yang sebenarnya,” tambahnya.
Forum lintas Jurusan meminta mahasiswa USN tidak mudah terprofokasi oleh upaya perpecahan yang dihembuskan segelintir oknum yang mengatasnamakan Mahasiswa USN.

Di tempat terpisah, Humas  USN Bakri Mendong kembali menegaskan jika pemukulan terhadap salah seorang mahasiswa USN oleh Oknum pegawai USN seperti yang ditudingkan selama ini, tidak benar dan hanya merupakan kesalahpahaman biasa dan telah terselesaiakan secara damai. “Pemukulan mahasiswa itu tidak benar dan hanya isu yang dibesar-besarkan, karena yang dilakukan oleh staf laboratorium hanyalah menegur salah seorang mahasiswa yang meminjam kursi lab. Namun tidak bertanggung jawab mengembalikannya, inipun sudah di selesaikan dengan damai, dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan pemecatan ketua BEM dan MPM,” pungkas Bakri.

Kisruh USN Kolaka semakin jadi ketika dalam aksi unjuk rasa puluhan massa yang menamakan diri Forum Solidaritas Pemuda Mahasiswa (FSPM) Kolaka, didepan kampus USN Selasa (24/9) berakhir ricuh, massa pengunjuk rasa dilempari dengan batu dan kayu oleh karyawan dan mahasiswa USN yang berada di dalam Kampus.

Tidak hanya itu, wartawan media cetak maupun elektronik yang mengabadikan aksi tersebut ikut menjadi sasaran, salah seorang kameramen sebuah televisi swasta Nasional mengalami luka dibagian tangan akibat sabetan bambu seorang oknum karyawan USN, dan memar dibagian kaki akibat lemparan batu yang berasal dari dalam kampus USN.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan FSPMK yang merupakan gabungan dari sejumlah pengurus BEM dan MPM USN,  HMPPK Sultra, IMPAK Makassar dan YPP Kolaka mendesak pencopotan Azhari dari kursi Rektor USN karena dinilai telah mematikan proses demokrasi dan menghalangi kebebasan mimbar akademik di kampus tersebut.

Selain itu pengunjuk rasa juga meminta  agar dilakukan audit keuangan di USN khususnya dana APBD Kolaka yang telah dialokasikan ke kampus tersebut yang selama ini tidak pernah diaudit.

Rupanya tuntutan massa FSPMK tersebut  membuat sejumlah karyawan dan mahasiswa yang awalnya hanya menyaksikan aksi tersebut terpancing, salah seorang karyawan lantas mulai meneriaki para pengunjuk rasa, berselang beberapa menit dari balik pagar USN berhamburan lemparan batu dan kayu,  staf dan karyawan lainya mencoba menghentikan aksi tersebut.

Aparat Polres Kolaka yang dipimpin kasat Samapta AKP Abd Kahar, langsung bertindak cepat, massa FSPMK di giring menjauh  dari kampus USN, massapun akhirnya melanjutkan aksinya dengan mendatangi kantor Bupati Kolaka. Ditempat tersebut massa di terima oleh Sekda Andi Syahruddin, yang berjanji akan membahas masalah ini dengan Pj Bupati Kolaka M Ali Nur, dan Juga mantan Bupati Kolaka Buhari Matta yang berstatus Ketua Wali Amanah USN.

Komentar serupa juga datang dari DPRD Kolaka, Parmin Dasir dari Komisi B yang menerima aspirasi massa juga menyatakan akan merekomendasikan masalah ini ke pimpinan Dewan untuk dibahas dengan meminta penjelasan Rektor USN Azhari dan juga dari pihak mahasiswa yang di pecat.(m2/ong)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s