DPRD Dilecehkan Eksekutif .:. Baru Rancangan Perubahan APBD, Tapi Dananya Sudah Dicairkan

Kendari, KP
Masa reses DPRD Sultra yang baru dilalui terkesan sia-sia belaka. Sebab beberapa program yang telah dicanangkan di APBD 2008 tak dicairkan eksekutif. Malah  keinginan eksekutif yang masih dalam rancangan perubahan APBD sudah cair.

Hal itu ditegaskan La Pili, anggota DPRD Sultra kemarin. Menurut kader PKS ini, gubernur terlalu terburu-buru melakukan penyerahan simbolis bantuan Rp 100 juta. Padahal berdasarkan penjadwalan, penetapannya dilakukan November mendatang.

“Jadi November itu baru bisa ada kesepakatan bersama. Itu pun masih harus dikonsultasikan ke Mendagri lebih dahulu, bukan  asal main comot begitu saja. Inikan jelas sekali program yang dipaksakan dan   belum tentu disetujui”tukas anggota yang dikenal vokal ini.

Hal lain, dalam rancangan yang disampaikan ke DPRD hanya Rp 50 juta/desa/kelurahan. Anehnya gubernur menyerahkan secara simbolis dengan menyebut angka 100 juta. Ini tak logis dan belum ada kesepahaman yang terbangun di parlemen. Padahal, yang terpenting seharusnya gubernur menjalankan program APBD induk 2008 seperti anggaran untuk pemberdayaan masyarakat Rp 3,6 miliar.

“Kalau ini kan sudah disepakati ketika APBD  2008. Tapi kok malah dicoret. Ada apa ini. Justru yang dipaksakan hal yang belum dibahas dan sudah menyalahi mekanisme,”kata La Pili lagi.

Hal sama juga ditegaskan Sekretaris Komisi C DPRD Sultra, Andi Mansur. Ia mencontohkan bantuan kapal katinting di Lapulu dan dana bantuan untuk ABA Barakati tak kunjung cair. Malah dana block grant untuk desa secara simbolis sudah diserahkan saat kunjungan presiden kemarin.

”Program itu pada dasarnya bagus, tapi melangkahi DPRD karena seharusnya melaunching kebijakan strategisnya yaitu Pembangunan Jangka Menengah Daerah (PJMD) yang sudah ditetapkan DPRD. Belum sampai aplikasi anggaran apalagi dibagikan,” protesnya.

Andi Mansur meminta gubernur untuk tidak menghilangkan begitu saja beberapa program kegiatan bantuan masyarakat. Katanya bila gubernur hanya terfokus pada Bahteramas, maka banyak kelompok yang dirugikan dan menguntungkan sebuah kelompok. ”Tindakan itu tentu tidak arif,” tukasnya. (awl/nan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s