Harus Punya Basis Ekonomi

Jakarta,KP
Para aktivis muda yang ingin berkiprah secara total di partai politik sebaiknya juga memiliki pekerjaan secara profesional. Tanpa kesiapan infrastruktur ekonomi yang kuat, politisi muda akan mudah terombang-ambing dalam pertarungan politik yang penuh intrik.

”Pertarungan di internal partai itu konkret. Kalau belum punya pekerjaan, terus menggantungkan hidup kepada elite, mohon maaf saja, yang begini ini biasanya tidak akan pernah jadi orang,” kata Sekjen PDIP Pramono Anung di Kantor DPP Taruna Merah Putih, Jalan Tirtayasa Raya, Jakarta Selatan, kemarin.

Orang dekat Megawati Soekarnoputri itu ditunjuk menjadi keynote speaker dalam acara Silaturahmi Ormas-Ormas Pemuda dan Pemuda Lintas Partai yang dihadiri sejumlah tokoh pemimpin muda. Mereka, antara lain, Ketua Umum PB HMI Arif Mustofa, Ketua Umum PB PMII M. Rodli Kaelani, dan Ketua Umum PB GMKI Goklas Nababan.

Diskusi yang diikuti puluhan orang itu juga menghadirkan Ketua Umum Gerakan Muda Keadilan (sayap PKS, Red) Rama Pratama, Ketum Barisan Muda PAN Rizky Shadig, dan Ketua Umum Taruna Merah Putih Maruarar Sirait. Tampak pula sejumlah artis-aktivis PDIP, seperti Rieke ”Oneng” Dyah Pitaloka dan Edo Kondologit.

Pram -demikian Pramono Anung akrab disapa- menyampaikan bahwa sejak menjadi aktivis mahasiswa di ITB (1982-1988), dirinya sudah merencanakan untuk menjadi pekerja politik. ”Meski begitu, setelah lulus kuliah, saya tetap bekerja profesional selama sepuluh tahun,” ujarnya. Menurut dia, kemapanan ekonomi merupakan modal penting bagi politisi muda sebelum berkiprah di partai politik.

Ketum Gerakan Muda (Gema) Keadilan Rama Pratama mencoba memberikan pancingan dengan menantang keberanian aktivis-aktivis muda untuk masuk ke parpol. Menurut dia, kesadaran untuk melawan praktik feodalisme di dalam partai tidak mungkin dilakukan secara efektif bila hanya sebatas retorika. ”Jangan ngomong partai atau demokrasi begini-begitu, tapi tetap saja di pinggir,” sindir Rama yang juga anggota DPR itu.

Sebaliknya, Ketum PB HMI Arif Mustofa justru menyarankan parpol agar memberikan tempat yang proporsional kepada aktivis-aktivis muda. Sebab, para aktivis itu telah menjalani pengaderan politik yang cukup sistematis. ”Parpol jangan kebanyakan artis dan pengusaha yang umumnya suka mengambil keuntungan jangka pendek,” tegasnya.(pri)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s