Menyulap Rujab Gubernur untuk Presiden SBY .:. Rela Tidur Sejam, Datangkan Anggrek dan Melati Bali

Dari empat titik utama acara kedatangan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, rumah jabatan (Rujab) adalah salah satunya. Di tempat itulah, tepatnya di lantai dua Rujab, SBY dan Ibu Ani Yudhoyono, akan beristirahat. Semua sudut ruangan, direnovasi dan dihiasi dengan anggrek aksesoris yang sengaja didesain untuk memanjakan presiden dan ibu.

Linri Merinda, Kendari

Sejak informasi datangnya SBY, sudah pasti, aktivitas di Rujab Gubernur seketika lain dari biasanya. Semua terlihat sibuk hilir mudik, masuk dan keluar Rujab. Intensitas kesibukan meningkat. Tak ada yang berdiam diri duduk terpekur di kursi. Tak terkecuali dengan Dra Hj Tina Nur Alam, istri Nur Alam, Gubernur Sultra.

Sudah dua pekan ini, Hj Tina Nur Alam mempersiapkan desain interior ruangan perpaduan etnik minimalis, yang ditempati presiden dan rombongan. Semua barang-barang yang ada, diganti dengan yang baru. Memasuki pintu masuk ruangan di lantai dua, terpajang tenunan adat dari Kabupaten Konawe, Kolaka, Buton, Butur, Bombana dan Muna. Di depannya, anggrek bulan berwarna putih yang didatangkan dari Bali, menyapa tamu kenegaraan yang datang.

Tiap sudut ruangan, berdiri lampu yang dipagari nentu, setinggi 2 meter yang ditutupi tenunan adat Tolaki berwana pink muda bermotif garis dan tak ketinggalan, anggrek bulan kesukaan Ibu Ani Yudhoyono berwarna merah keungu-unguan, terus menambah indahnya interior ruangan menuju kamar tidur presiden dan Ibu Ani, di bagian kanan.

Memasuki ruangan berukuran 8×9 meter, wangi lilin aromatherapy yang dikelilingi mawar putih, mulai menyeruak ke sudut ruangan. Anggrek bulan dan kristal bohemian, menambah cantik suasana di dalam ruang makan presiden. Di meja makan, Hj Tina Nur Alam sengaja menaburi melati putih nan harum semerbak, yang akan menambah keromantisan suasana makan malam RI-1, sehingga serasa candle light dinner.

Ornamen lampu dan tempat tissue dari tenunan adat Tolaki, sengaja dihadirkan untuk memperkenalkan pada Ibu negara, kekayaan khazanah budaya masyarakat Sultra. “Pasti tiap orang ingin menampilkan yang terbaik untuk presiden dan ibu Ani. Salah satu promosi yang saya lakukan, dengan menghadirkan sentuhan tenunan adat 12 kabupaten/kota di Sultra, sebagai pemanis, agar lebih familiar. Dengan harapan, ibu Ani tertarik untuk mengangkat tenunan adat Sultra layaknya tenunan adat daerah lain,” kata Hj Tina Nur Alam yang didampingi Wakil Ketua DPRD Sultra, Hj Masyhura Ila Ladamay, menjelaskan pada wartawan koran ini tentang persiapan di Rujab sebelum ruangan disterilkan, kemarin.

Tahu yang hadir adalah orang penting di negeri ini, Hj Tina Nur Alam berusaha mengulik dari Paspampres, kesukaan SBY dan Ibu Ani. Rupanya, pak presiden punya kebiasaan makan malam, usai melaksanakan shalat tarawih berjamaah. Dan sebelumnya, ayah dari Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhi Baskoro Yudhoyono, akan menghangatkan nasi goreng yang jadi menu favoritnya.

Maka disiapkanlah meja bufe dan kompor untuk menghangatkan makanan yang akan disantap presiden dan istrinya. Seperti saat kemarin, Asep dari rumah tangga kepresidenan bagian pelayanan, menaruh kompor kecil di dekat bufe.

Ibu Ani sendiri, diketahui orang yang perfeksionis. Sekecil apapun akan diteliti. Untuk yang satu ini, Hj Tina Nur Alam turun tangan sendiri dan rela tidur setelah sahur, hanya untuk menghiasi tiap ruangan dengan bunga mawar merah, melati dan anggrek, dilengkapi gorden berwarna merah marun. Supaya wanginya lebih terasa, pengharum aroma mawar yang merupakan kesukaan istri presiden itu, ditambahkan. Bahkan, bed cover, di kamar presiden berwarna merah marun, warna kesukaan ibu 2 anak itu, yang sengaja diberi sentuhan tenunan adat Tolaki, Muna, Buton, Bombana dan Wakatobi.

Hanya berapa langkah dari ruang makan, kamar tidur presiden di set sedemikian rupa, dengan kelambu berwarna putih yang dibiarkan menjuntai ala kamar tidur para raja. Posisi tempat tidur dan lemari pakaian, di samping kanan pintu dan meja kerja untuk presiden, tak lupa disiapkan. Di kamar tersebut, disediakan pula kursi pijat yang bisa merilekskan otot-otot presiden.

Khusus untuk Ibu Ani, meja rias lengkap dengan aksesoris pemanisnya, ditempatkan di bagian dalam yang menghubungkan dengan kamar Paspampres dan kamar perias kepresidenan.

Dari kamar SBY dan ibu Ani, di bagian kiri, ada kamar Seskab, Sudi Silalahi dan kamar putra kedua SBY. Dua kamar itu, masing-masing dilengkapi lukisan abstrak bernilai seni tinggi dari Bali, dengan tempat tidur berukiran Jepara dan Bali.

Syarifuddin Muttu yang dipercaya sebagai desain Interior, menjelaskan, isi dalam ruangan, merupakan ide dari Hj Tina Nur Alam. Ia sendiri tinggal menuangkan ide  tersebut, tanpa meninggalkan ciri tenunan adat Sultra. “Saya menggali potensi di Sultra, karena saya akan berkreasi sesuai budaya masyarakat sini. Selama ini, tenunan Sultra dianggap murah. Sebagai pengembang, saya bercita-cita membawa produk Sultra ke kancah internasional, supaya lebih mendunia,” tutur pria yang 20 tahun berkecimpung di dunia desain interior. (***)

One thought on “Menyulap Rujab Gubernur untuk Presiden SBY .:. Rela Tidur Sejam, Datangkan Anggrek dan Melati Bali

  1. hihihi..kenapa tidada pohon sagu??? knapa juga tidak disuguhkan sinonggi atau kambose dan makanan tradisional lainnya??? Jawabnya : sa tida pede kasian/…nanti da keluar biji matanya ibu negara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s