Minuman Kadaluarsa Ramai Beredar di Baubau .:. Tim Polres Juga Temukan Barang Bukti

Baubau, KP
Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi serta Dinas Kesehatan Kota Baubau yang memantau dan mengantisipasi peredaran makanan dan minuman kadaluarsa di wilayahnya tidak maksimal. Indikasinya, barang-barang yang sudah habis tenggat waktunya untuk diedarkan itu masih saja beredar bebas bahkan secara terang-terangan diperjualbelikan.

Temuan terbaru makanan dan minuman kadaluarsa dijual bebas ditemukan oleh tim operasi dari Polres Baubau, Kamis (25/9) kemarin. Saat melakukan kegiatan ini tim bentukan Kapolres Baubau yang beranggotakan 10 personil Reserse dan Kriminal (Reskrim) ini menemukan puluhan minuman dan makanan serta kosmetik yang sudah kadaluarsa di dua toko berbeda di kota Baubau.

Operasi pertama dilakukan di toko LW di bilangan Bataraguru, Jalan Wolter Mongonsidi, tim ini menemukan kosmetik kadaluarsa yang dipajang di etalase toko. Jumlahnya sekitar 24 botol. “Saat di temukan sementara dipajang, makanya dua lusin kosmetik ini langsung kami sita,” kata Kasat Reskrim Polres Baubau, AKP Yani Permana di ruangannya.

Usai di toko LW, Yani bersama personilnya lalu melanjutkan operasi di toko DM jalan Sultan Hasanuddin. Ditoko ini, personil polisi dari polres Baubau juga menemukan makanan dan minuman kadaluarsa yang terdiri dari gery coklat dan 12 kaleng coca cola. Saat ditemukan, barang-barang kadaluarsa ini juga siap diperjualbelikan.

Kasat Reskrim menambahkan operasi yang dilakukan 10 personilnya itu merupakan inisiatif pimpinanannya untuk mengantisipasi beredarnya makanan dan minuman kadaluarsa sehingga konsumen merasa terlindungi.  Lebih lanjut Yani menambahkan, saat ini pihaknya sudah mengamankan seluruh barang bukti kadaluarsa itu.

Hasil temuannya itu juga akan dikembangkan termasuk melakukan penyelidikan dan pemeriksaan kepada pemiliknya. Sebab menurut dia memperjualbelikan barang-barang kadaluarsa bisa dikenakan sanksi sesuai Undang-undang no 23 tahun 1992 tentang kesehatan dan Undang-undang no 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen masing-masing dengan ancaman pidana 5 tahun penjara atau denda Rp 200 dan 300 juta.

Sebelumnya, tim pemantau dan pengawasan bahan pokok yang terdiri dari Dinas Pertanian Kehutanan dan Kelautan (PKK), Dinas Kesehatan, Dinas perindustrian, perdagangan dan Koperasi (Perindagkop), Sat Pol PP dan unsur Muspida juga menemukan barang bukti minuman kadaluarsa. Jumlahnya cukup fantastis yakni sekitar 6 ribu botol lebih.

Ribuan botol minuman kadaluarsa ini ditemukan di gudang milik PT Cinta Damai Insani Baubau. Menurut Feto Daud, Kadis Perindagkop juga ketua tim operasi, ribuan botol minuman kadaluarsa yang berhasil mereka amankan itu terdiri dari sprite 4380 botol, Fanta 2040 botol dan coca cola 413 kaleng. “Usai ditemukan semua barang buktinya langsung dikeluarkan dari gudang penampungan agar tidak diedarkan di pasaran,” kata Feto Daud, ketika di hubungi via ponselnya usai memimpin operasi saat itu.(nur/ong)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s