Pertamina Serahkan Anak Usaha ke PPA

Jakarta,KP
Sinergi di antara BUMN terus dilakukan. Kali ini, perusahaan migas pelat merah, PT Pertamina, bekerja sama dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk menangani pengelolaan anak perusahaannya.

Dirut Pertamina Ari H. Soemarno mengatakan, nantinya Pertamina akan menyerahkan manajemen pengelolaan anak perusahaan di luar bisnis inti (core business) pada PPA. ’’Jadi, PPA akan membantu pengelolaan dan pola restrukturisasi,’’ ujarnya seusai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kantor Kementerian BUMN kemarin (25/9).

Saat ini, Pertamina memiliki 19 anak perusahaan.  Beberapa di antaranya bergerak di luar core business migas, seperti hotel, penerbangan, rumah sakit, dan asuransi. Menurut Ari, anak perusahaan itulah yang nantinya akan dikelola PPA. ’’Termasuk, beberapa aset tetap, seperti tanah dan bangunan,’’ katanya.

Setelah meneken MoU, lanjut Ari, manajemen Pertamina segera menyusun daftar aset yang akan diserahkan pengelolaannya ke PPA. Lalu, berapakah nilai asetnya? ’’Banyak. Saat ini masih disusun,’’ jawabnya.

Dirut PPA Mohammad Syahrial menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan Pertamina sebatas dalam pengelolaan anak usaha. Jadi, bukan berarti anak usaha itu dipindahtangankan kepemilikannya ke PPA. ’’Jadi, ini adalah serah kelola,’’ ujarnya.

Menurut Syahrial, dalam waktu dekat PPA akan duduk bersama Pertamina guna membahas perjanjian lebih detil mengenai kerja sama pengelolaan tersebut. ’’Setelah nanti ditetapkan asetnya apa saja, baru serah terima dan kuasa pengelolaan,’’ katanya.

Kerja sama di antara dua perusahaan pelat merah ini diapresiasi positif Men BUMN Sofyan Djalil. Dia optimistis, masuknya PPA dalam pengelolaan anak usaha Pertamina bisa menggenjot kinerja anak usaha tersebut. ’’Saya senang sekali,’’ ujarnya.

Sofyan menilai, selama ini kinerja anak usaha Pertamina kurang optimal karena tidak dikelola baik. Apalagi, manajemen induk Pertamina sibuk dengan upaya peningkatan kinerja sektor migas. ’’PPA kan punya ahli berpengalaman dan para profesional. Saya yakin bisa maju,’’ katanya.

Dia berharap, dengan masuknya PPA, pihaknya bisa memantau lebih detil kinerja anak perusahaan Pertamina dari laporan PPA. Dari kerja sama itu, PPA bakal mendapat fee untuk jasa pengelolaan anak usaha Pertamina. ’’Fee itu bisa menambah modal PPA. Yang lebih penting bagi Kementerian BUMN, utilisasi semua aset BUMN bisa dioptimalkan,’’ tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sofyan membeber bahwa tahun depan pemerintah menyiapkan suntikan dana tambahan sebesar Rp 1 triliun untuk PPA. Tahun ini, pemerintah menyiapkan injeksi modal Rp 1,5 triliun.
Jadi, kata Sofyan, PPA diharapkan memiliki dana segar Rp 2,5 triliun. Jika ditambah dana saat ini dan return earning, tahun depan permodalan PPA bisa mencapai Rp 3 triliun. ’’Itu equity. Modal cash,’’ katanya.

Setelah masa tugasnya resmi diperpanjang, tahun ini pemerintah menyiapkan dana Rp 1,5 triliun bagi PPA. Dana itu dipersiapkan sebagai bagian program restrukturisasi Merpati Nusantara Airlines.
Menurut Sofyan, penguatan modal sangat penting karena tugas PPA diperluas. Selain merestrukturisasi BUMN, juga akan mengelola anak perusahaan di luar bisnis inti. (owi/dwi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s