Tiga Tersangka Ditetapkan .:. Terkait Pekerjaan 5 Paket Proyek Yang Dilakukan Tanpa Tender

Baubau, KP
Pihak yang terlibat dalam pekerjaan lima paket proyek yang dilakukan tanpa tender di kota Baubau kini mulai meratapi hidupnya dengan tidak tenang. Penyebabnya, setelah tiga tahun di proses, personil reserse dan kriminal (Reskrim) Polres Baubau mulai mencium ketidakberesan di proyek tersebut. Bahkan korps baju coklat ini telah menemukan orang-orang yang terlibat didalamnya. Ini dibuktikan dengan ditetapkannya tiga orang tersangka dalam paket proyek tanpa tender itu.

Kapolres Baubau AKBP Jafriedi menuturkan pihaknya telah mengusut intensif lima paket proyek tanpa tender ini. Hasilnya, sudah ada tersangka yang ditetapkan. “Ada tiga tersangka yang ditetapkan,” kata Kapolres diruangannya, kemarin. Ditanya siapa tiga tersangka itu, mantan Kasat II Pidana tertentu (pidter) polda Sultra ini enggan menyampaikannya. Begitu juga dengan inisial mereka. “Masih rahasia, lebih lanjut tentang kasus ini tanya Kasat Reskrim,” sambungnya.

Hal yang sama juga di katakan Kasat Reskrim Polres Baubau AKP Yani Permana SIk. Ditemui di Polres Baubau kemarin, Yani mengaku jika penyidik kasus ini telah menetapkan tiga tersangkanya dimana identitasnya sudah dikantongi. Mengenai penyebab hingga kasus tersangkanya baru di tetapkan, mantan Kasat Reskrim Polres Buton ini beralasan pihaknya menunggu hasil audit BPKP. Sebab patokan mereka untuk mengecek kerugian negara dalam kasus ini harus ada keterangan saksi ahli yakni BPKP. “Hasil audit keluar Januari 2008. Setelah ini kami terima, kami melakukan proses sidik untuk menyimpulkan tersangkanya,” kata Yani Permana.

Nah, terkait kasus lima paket proyek tanpa tender ini, Reskrim Polres Baubau juga telah melaksanakan beberapakali gelar perkara. Bahkan dua hari lalu, gelar Perkara dilaksanakan bersama atasannya Kapolres Baubau dan Direskrim Polda Sultra, Kombes Pol Mulyana Hardjo. Hasilnya, baru tiga tersangka yang ditetapkan. “Kasus korupsi seperti ini merupakan perkara yang mendapatkan porsi lebih dulu untuk diselesaikan. Apalagi saya sudah mendapatkan instruksi dari beliau (Kapolres, red) agar ada percepatan penyelesaiannya, jangan ditunda-tunda,” kata Yani Permana lagi.

Sebelumnya, mahasiswa yang menamakan forum mahasiswa pemuda anti korupsi (FMPAK) juga meributkan kasus ini dengan menggelar aksi demo di Mapolda Sultra, akhir pekan lalu. Saat beraksi FMPAK membeberkan lima Paket proyek yang dikerjakan tanpa tender di kota Baubau yakni proyek pekerjaan tempat pedagang kaki lima dan jogging track di Panai Kamali dengan anggaran Rp 400 juta, proyek pengaspalan ruas jalan Gadjah Mada dengan anggaran Rp 911 juta lebih dan proyek pekerjaan pembuatan kios dan penataan pedagang buah di kawasan lembah hijau dengan anggaran Rp 205 juta.

Sedangkan dua proyek lainnya menurut FMPAK adalah proyek pekerjaan pengaspalan ruas jalan Yos Sudarso-Martadinata-Teuku Umar-Katamso dengan anggaran Rp 5 Milyar serta Proyek pekerjaan pelebaran jalan Waromosio air terjun Waruruma Rp 1 Milyar lebih. “Lima paket proyek ini dilakukan tanpa tender sehingga bertentangan dengan kepres nomor 80 tahun 2003 tentang pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah,” ungkap Zardoni koordintor FMPAK yang usai menggelar aksinya di terima Kabid Humas Polda AKBP Fahrurozi dan Kasat III Tipikor AKBP Bahri.(nur/ong)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s