Wajib Tadarus Sebelum Berkantor .:. Kebijakan Inspektorat Kendari

Kendari, KP
Supaya Ramadhan tahun ini tidak berlalu tanpa merengkuh banyak pahala, Bawasda Kendari yang kini berganti nama menjadi Inspektorat wilayah punya kiat khusus memaknai bulan penuh berkah dan ampunan ini. Seluruh jajaran instansi itu, dari pegawai berstatus honorer, pegawai negeri sipil (PNS) dan beragam tingkatan eselon diwajibkan bertadarus Al Qur’an, sebelum memulai aktivitas kantoran.

Hj Nahwa Umar, Kepala Inspektorat Kendari menuturkan bahwa pengajian di bagi dalam dua kelompok yakni tingkatan bacaan Iqro, dan Quran besar dengan persyaratan memiliki tajwid dan pelafalan huruf hijaiyah yang benar.

Sebelumnya, kata dia dalam penentuan jenjang ini dilakukan dengan melakukan seleksi yang ketat dari 85-an pegawai lingkup inspektorat. “Kedepan, pengajian ini dilakukan berkala, tidak hanya di bulan Ramadhan,” ujar Hj Nahwa Umar, kemarin.

Pengganti Bambang Setyobudi ini punya alasan kuat membudayakan baca Quran. Selain mengikuti himbauan Wali Kota, personil inspektorat selalu berada digaris terdepan dalam pemeriksaan dan pengawasan anggaran pembangunan di Pemkot Kendari sehingga acap kali rawan pada syahwat duniawi.

Selain itu, alasan lain kata dia, Inspektorat ingin menjadi barometer dan pelapor bagi Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup Pemkot dalam pengejewantahan peraturan daerah no 16 tahun 2005, tentang pemberantasan buta baca aksara Alquran.

Dipaparkan, interval waktu bertadarus ini dilakukan selama satu jam, dengan memaksimalkan waktu dari pukul 08.00 Wita sampai dengan 09.00 Wita. Namun nantinya diluar Ramadhan waktu ini akan bergeser menjadi 07.15 hingga 60 menit berlalu.

Menurut Hj Nahwa, kebijakan ini tidak akan mengurangi jam kerja pegawai, mengingat diwaktu normal aktivitas kantoran baru efektif setelah pukul 08.15 Wita. “Guru mengaji diisi orang profesional,” akunya sembari menyebutkan nama Nurhaeda, dan Ali Paris. Bahkan tak jarang wanita berkerudung ini turun langsung mengajarkan Al Qur’an.

Bagi PNS yang mbalelo, Hj Nahwa Umar menegaskan maka yang bersangkutan tidak akan menerima insentif Tunjangan kinerja daerah (TKD), lalu tindakan berikutnya bagi mereka yang muslim kemudian mangkir dalam mempelajari kitab suci umat Islam ini, dipastikan dikembalikan ke BKD guna mendapat pembinaan lebih lanjut.(cr4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s