MEMBANGUN DIATAS LAHAN YANG TIDAK BERATURAN

Kepada Yth :
Bapak ALIM BAHRI, ST. IAI
alimbhr@yahoo.com
(Pengasuh kolom GRIYA Kendari Pos)

PERTANYAAN:

Kami memiliki tanah kavling yan tidak persegi empat dan kami kesulitan untuk menatanya. Di atas lahan itu  kami ingin membangun ruang-ruang sebagai berikut.

1. 3 buah kamar tidur (1 kamar tidur utama, 2 kamar tidur anak)
2. Ruang tamu
3. Garasi (1 mobil, 2 motor)
4. Ruang makan
5. Dapur
6. Ruang keluarga (yang terkesan lapang)
7. Kolam ikan (memanfaatkan air dari parit samping)
8. Kamar pembantu

Sebagai tambahan, di belakang kami sudah dibangun rumah dan di samping kiri tanah kami ada sebuah parit yang airnya bersih dan banyak, Atas bantuan dan saran yang Bapak berikan, kami ucapkan banyak terima kasih

Agus Safruddin
Agus_sdn@yahoo.com

JAWABAN :

Tanah yang Bapak miliki sebenarnya memiliki potensi yang bagus dan memberikan tantangan yang menarik untuk bisa diolah semaksimal mungkin. Sayangnya, Bapak hanya memberikan data ala kadarnya, sehingga saya tidak bisa memberikan masukan yang optimal. Contohnya, berapa lebar jalan di depan rumah, agar saya bisa memperkirakan GSB yang mungkin tepat untuk rumah Bapak. Kemudian arah mata anginnya tidak ada, sehingga untuk membuat desain bukaan agak sulit. Selain itu, parit-yang menurut Bapak berair bersih dan banyak, yang ingin dimanfaatkan untuk mengairi kolam ikan, juga tidak Bapak sebutkan berapa lebarnya. Selain itu, ketinggian tanah dari jalan dan parit juga penting.

Dengan keterbatasan informasi itu, saya mencoba memberikan usulan desain untuk rumah Bapak. Mudah-mudahan sesuai dengan keinginan Bapak sekeluarga.

Pertama-tama, rasanya Bapak perlu membuat rumah yang lebih tinggi dari jalan dan parit, yaitu minimal 1 m lebih tinggi. Mengapa? Pertama, mengantisipasi permukaan jalan yang akan dilapisi aspal setiap kali memperbaiki jalan, sehingga jalan menjadi semakin tinggi. Kedua, menghindari air dari jalan masuk ke halaman atau rumah Bapak, terutama dari parit di samping rumah. Kedua hal itu harus Bapak antisipasi untuk beberapa tahun ke depan.

Saat ini, mungkin parit tersebut berair jernih dan alirannya kecil saja. lni tentu indah untuk dimanfaatkan mengairi kolam ikan. Namun, kita tidak tahu apakah beberapa tahun lagi lingkungan di sekitar rumah Bapak menjadi semakin padat, sehingga ada kemungkinan peresapan air tanahmenjadi berkurang. Ujung-ujungnya, parit kecil tadi menjadi penampungan air hujan di lingkungan dan akhirnya parit tersebut memiliki debit air yang semakin besar, juga kotor tentunya.

Belum lagi apabila nanti masyarakat memanfaatkan parit tadi untuk saluran pembuangan air rumah tangga. Tentu Bapak harus berpikir kembali untuk memanfaatkan parit untuk mengairi kolam ikan. Nah, dengan pertimbangan itulah maka rumah Bapak saya rasa harus lebih tinggi dari jalan dan parit tadi.

Untuk rumah Bapak yang bentuk tanahnya miring pada bagian depan, saya coba manfaatkan kemiringan tersebut agar tidak ada ruang-ruang terbuang (dead space). Bagian miring menjadi fasad bangunan dengan permukaan kaca, sehingga dari depan, rumah Bapak seolah rumah panggung yang terbuka di atas kolam.

Kemudian, dari teras depan rumah yang lebih tinggi 1 m dari jalan, kita masuk ke ruang tamu kecil, naik dua anak tangga masuk ke ruang makan yang berdekatan dengan dapur. Di sini kita melewati ruang tangga yang sengaja saya sembunyikan, dan Bapak bisa memanfaatkan ruang di bawah tangga tadi menjadi gudang kecil.

Area ruang makan perlu pencahayaan, maka saya buatkan taman dalam (inner court) yang berguna untuk sirkulasi udara dan sumber cahaya pada siang hari bagi ruang makan dan kamar tidur anak 2. Lalu ada ruang keluarga yang cukup luas, sehingga bisa menjadi tempat berkumpul keluarga.

Kamar tidur anak-anak berada di satu sisi bagian belakang, sama dengan kamar tidur utama. Kamar tidur berlebihan sewaktu makan dan duduk di saung tadi.

Contoh yang sama juga seringkali dimanfaatkan oleh pemilik greenhouse tanaman. Di bawah rak-rak tanaman seringkali dibuatkan kolam ikan untuk mengurangi panas akibat efek rumah kaca di dalam greenhouse. Malah, ada beberapa nursery besar mendirikan greenhouse di atas danau yang sekaligus memanfaatkan airnya untuk sumber air. Lalu, bagaimana dengan perawatan kamar tidur anak 1 yang di tengah, saya buatkan taman kecil di belakangnya, yang fungsinya sama dengan taman di ruang makan tadi. Apabila

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s