Inter Milan 0 Panathinaikos 1 .:. Kalah Tapi Lolos

Milan, KP
Hasil seri 2-2 di partai Anorthosis versus Werder Bremen patut disyukuri Inter Milan. Sebab, hasil itu berjasa meloloskan Inter ke babak 16 besar.

Jika dini hari kemarin Bremen mengalahkan tuan rumah Anorthosis, maka Inter pasti harus berjibaku hingga matchday terakhir ( melawan Bremen) untuk memastikan satu tiket ke fase knock out. Sebab, dini hari kemarin, bertanding di kandang sendiri, Giuseppe Meazza, skuad Jose Mourinho itu dipermalukan wakil Yunani, Panathinaikos, dengan skor tipis 1-0. Jatah satu tiket dari Grub B kini akan menjadi rebutan Panathinaikos dan Anorthosis yang poin keduanya cuma selisih satu.

Kekalah kandang dini hari kemarin menjadi kekalahan pertama Nerazzurri (julukan Inter Milan) di kancah Liga Champions musim ini. Gol kemenangan tim tamu dicetak  Jose Sarriegi di menit ke-67.

Allenatore Jose Mourinho mengakui jika timnya layak kalah karena bermain buruk. “ Panathinaikos layak menang. Mungkin banyak yang bilang mereka (Panathinaikos) beruntung bisa mengalahkan kami. Tapi saya tidak setuju dengan pendapat itu,” cetus Mounrinho seperti dilansir AFP.  “Setelah merasakan kesenangan Sabtu lalu (menang 1-0 atas Juventus), fans Inter harus merasakan duka, saya minta maaf untuk itu.   “Tapi kami sudah lolos ke babak 16 besar dan masih di posisi teratas Serie A, kami meraih itu tidak lewat keberuntungan. Jadi, saya harap suporter tetap memberi dukungan kepada tim,” lanjut mantan pelatih Chelsea ini.

Mourinho mengatakan dirinya siap bertanggungjawab atas kekalahan ini. Pelatih berjuluk Special One itu siap mendengar semua masukan kritikan. Pelatih asal Portugal ini juga tidak mempermasalahkan timnya lolos dengan status juara grup atau runner up. “Tidak ada bedanya antara posisi pertama dan kedua. Tapi fokus saya saat ini adalah mengalahkan Werder Bremen di laga terakhir,” bebernya.

Pelatih Panathinaikos Henk Ten Cate mengaku terkejut timnya bisa berada di posisi sekarang setelah kalah di dua laga pertamanya. “Surprise, sudah pasti. Jika satu tim mengawali babak penyisihan grup dengan dua kali kalah, normalnya persaingan bagi mereka sudah usai. “Tapi kami tetap percaya diri dan saat itu saya bilang kepada pemain jika masih ada empat laga untuk dimainkan. Tim saya berkembang banyak. Kami membangun tim baru. Suskes terbesar kami adalah bisa membuat pemain-pemain Yunani percaya bahwa mereka bisa menang di laga away,” kata Ten Cate. (ali)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s