Teror Guncang Mumbai, 126 Tewas

Mumbai, KP
Bom kembali mengguncang Mumbai. Rabu malam waktu setempat (kemarin dini hari WIB), sedikitnya tiga ledakan menggemparkan kota bisnis India tersebut. Tidak kurang dari 126 orang, termasuk beberapa warga asing, tewas dalam serangan yang diduga dilancarkan kelompok militan Pakistan itu. Sementara, lebih dari 300 yang lain terluka.

Kali ini, kelompok teror yang mengklaim dirinya sebagai Deccan Mujahideen itu menarget dua hotel mewah Mumbai, Taj Mahal Palace and Tower Hotel dan Trident Oberoi Hotel. Selain dua hotel bintang lima yang menjadi langganan tamu asing itu, kelompok teror India itu juga menyarangkan serangan mereka di stasiun kereta api Chhatrapati Shivaji. Sebuah restoran yang cukup terkenal, pusat studi Yahudi dan sedikitnya lima lokasi lain juga menjadi sasaran serangan.

Dilaporkan The Associated Press, para pelaku serangan itu membawa senjata lengkap. Seperti pistol, granat tangan dan sejumlah bahan peledak. Tak lama setelah mereka berhasil memasuki dua hotel mewah tersebut, kelompok teror itu menawan sekitar 40 orang. Sedangkan, ratusan tamu yang lain terperangkap di dalam kamar mereka masing-masing. “Mereka membeda-bedakan tawanan berdasar paspor. Target mereka adalah para pemegang paspor Inggris dan Amerika Serikat (AS),” aku seorang saksi mata kepada BBC.

Drama penyanderaan yang mengikuti rangkaian ledakan itu terus berlanjut, meski dua hotel mewah itu sudah dikepung petugas. Situasi di sekitar hotel juga masih sangat tegang. Bunyi ledakan dan tembakan silih berganti terdengar dari dalam dan sekitar hotel, membuat warga bertambah panik.

”Sebagian pelaku masih berada di dalam hotel, karena penyanderaan belum berakhir sepenuhnya,” kata Kepala Polisi setempat, AN Roy kepada Agence-France Presse. Kemarin, sembilan tersangka dilaporkan sudah berhasil diamankan. Sejauh ini, polisi belum bisa mengungkap motif di balik serangan maut tersebut. Tapi, kuat dugaan, serangan tersebut dilancarkan sebagai bagian dari aksi teror yang kembali marak di Asia.

Namun, BBC melaporkan bahwa penyanderaan di hotel Taj Mahal Palace and Tower Hotel sudah berakhir. ”Sejumlah sandera sudah terlihat meninggalkan hotel. Mereka sudah dibebaskan,” tulis media Inggris tersebut. Mereka yang semula disandera di hotel mewah itu sudah dibebaskan. Tapi, belum semuanya bisa diselamatkan karena aparat tidak memiliki data lengkap dan jumlah tamu yang menginap.

Sementara, drama penyanderaan di Trident Oberai Hotel masih belum berakhir. ”Kami yakin, masih ada sekitar 200 sandera yang ditawan di dalam,” terang Wakil Pimpinan Oberoi Group, S.S. Mukherji. Saat serangan teror terjadi Rabu dini hari, hotel yang terletak di kawasan selatan itu menampung sekitar 380 orang. Kekacauan masih menyelimuti hotel yang letaknya tidak jauh dari Taj Mahal Palace and Tower Hotel itu.

Polisi melaporkan, ledakan juga masih terdengar di luar gedung pusat studi Yahudi Chabad Lubavitch yang Rabu malam juga menjadi target serangan. Situasi di sekitar lokasi ledakan juga masih sangat tegang. Di samping enam warga asing yang tewas dalam serangan itu, sekitar 14 petugas dan 81 warga India dinyatakan tewas. ”Empat tersangka teror yang diduga kuat tegrlibat dalam serangan tersebut telah dibunuh. Sementara, sembilan yang lain berhasil dibekuk.

Hingga kemarin, upaya evakuasi dan penyematan terhadap korban ledakan masih dilakukan. Jalanan di zona finansial terbesar India yang semula ramai oleh kendaraan itu berubah menjadi sepi dan mengerikan. Darah korban berceceran di mana-mana dan mayat-mayat diangkut menggunakan ambulans.

Kendati dugaan polisi mengarah pada kelompok muslim militan, pemerintah India tidak mau kecolongan. Polisi juga menangkap sejumlah separatis Hindu. Langkah itu ditempuh semata-mata untuk mencegah merembetnya serangan. ”Waktu dan simbol yang dipilih kelompok militan untuk melancarkan serangan sudah tepat,” kata Sanjeev Srivastava, responden BBC yang berada di Kota Bombay tersebut.

Serangan berdarah yang menelan sangat banyak korban seperti sekarang, sebenarnya, bukanlah hal baru. Hanya saja, serangan kali ini sedikit berbau rasis. Sebab, target serangannya adalah warga AS dan Inggris. Sayangnya, pemerintah Inggris yang belakangan getol mengamati pergerakan organisasi teror dunia, kurang tanggap dengan gejala serangan di India tersebut. Sebab, sedikitpun tidak ada peringatan dari mereka terkait aksi teror di Mumbai ini.

Dugaan bahwa pelaku serangan adalah kelompok militan asal Pakistan semakin kuat berdasar penuturan Jubir Angkatan Laut (AL) India Manohar Nambiar. Dia mengaku mencurigai kiriman barang yang datang dari Karachi, Pakistan, via kapal beberapa waktu lalu. Menurut Nambiar, kapal MV Alpha itu mengangkut barang-barang berbahaya yang ada kaitannya dengan serangan kali ini. ”Kami sudah berhasil mendeteksi keberadaan kapal itu, dan penyelidikan akan segera kami lakukan,” tandasnya.

Tapi, berita tersebut dibantah pemerintah Pakistan. Sejumlah pemimpin Pakistan yang ada di Inggris mengaku tidak pernah mendengar skenario serangan tersebut. Pada September, sebuah ledakan bom truk meluluhlantakkan Marriott Hotel di Islamabad. Sedikitnya 54 orang tewas, termasuk tiga warga AS dan seorang Duta Besar Ceko. ”Terorisme sudah menyebar. Dari Pakistan, aksi tidak terpuji itu kini merembet ke India. Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan ledakan di Marriot,” ujar Wajid Hassan, High Commissioner Pakistan di London. (AP/AFP/BBC/Rtr/hep)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s