Belajar dari Jogja Mengelola Kerajinan Industri .:. Sultra Juga Bisa, Tapi Butuh Proses

Atmosfir seni begitu terasa di Jogja. Malioboro, yang merupakan urat nadi Jogja dibanjiri barang kerajinan dari segenap penjuru. Kreatifitas adalah roh kehidupan di bumi yang dipimpin Sri Sultan Hamengkubuono itu

Sainul Latief, Jogja Sebagian besar ekonomi di Jogyakarta disokong oleh hasil cocok tanam, berdagang, kerajinan (kerajinan perak, kerajinan wayang kulit, dan kerajinan anyaman), dan wisata. Namun ada juga sebagian warga yang hidup dari ekspansi dunia pendidikan seperti rumah kost buat mahasiswa.

Banyak orang yang pernah berkunjung ke Jogja mengatakan bahwa kota itu selalu membuat kangen. Berkunjunglah, Anda pasti akan mengerti sebabnya. Daya pikat itu salah satunya datang dari industri kerajinan, ratusan produk souvernir, tempat lilin yang mewah dan lampu hias yang dekoratif.

Banyak orang menyebut Yogyakarta sebagai sebuah “Surga Barang-Barang Kerajinan”. Terilhami dari sini DPRD Sultra melihat potensi Jogya dapat diaplikasikan di Bumi Anoa. Gambaran ini diperoleh setelah wakil rakyat periode 2004-2009 itu melihat sentra-sentra industri kerajinan di tiga titik berbeda terkelola dengan manajemen yang mumpuni.

Menurut Yaudu Salam Ajo, anggota DPRD Sultra, menjadikan Sultra sebagai sentra industri kerajinan di Sulawesi bukanlah sesuatu hal mustahil yang tidak dapat diwujudkan. Itu semua terpulang kepada keseriusan Pemprov menggerakkan sektor kerajinan, dengan memberi perhatian lebih.

Aspek permodalan, keterampilan, teknologi, peralatan, dan pemasaran menjadi entry poin untuk membangkitkan roda industri kecil. Apalagi kata Yaudu bahan baku melimpah, tetapi tidak dapat dimaksimalkan seefektif mungkin karena keterbatasan tadi.

Selain permodalan, kata politisi PKS ini, perlu dilakukan penyadaran kolektif kepada masyarakat, bahwa usaha kecil menengah dapat menjadi tumpuan hidup keluarga. “Memang perlu proses, tapi kalau Pemprov berkomitmen, Insya Allah pasti bisa,” tutur pria kelahiran Buton 1977 ini penuh optimisme.

Faktor SDM tak perlu dinafikan, harus diakui Buton memiliki potensi untuk dapat dikembangkan sebagai sentra kerajinan, selain Kota Kendari. Kemampuan skill lanjut Yaudu dapat disiasati dengan terjadinya transformasi ilmu, yang dapat dilakukan mendatangkan tenaga ahli dari Jogya, ataupun sebaliknya mengirim pengrajin Sultra belajar.

Andi Baso, Kabid Program Disperindag Sultra mengatakan kerajinan perak, dan anyaman di Sultra sesungguhnya memiliki nilai jual tinggi, dengan kualitas bersaing. Hal ini dibuktikan tak kalah beberapa bulan lalu seusai pelaksanaan pameran kerajinan di Jakarta, hasil karya anak lokal dibanderol dari Rp 200 ribu  sampai menembus Rp 2 jutaan.

Kedepan dalam mengembangkan industri kecil, Kota Kendari akan memulai langka baru dengan menempatkan lokalisasi sentra kerajinan di kawasan Boulevard, Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Baruga.

Namun Yaudu melihat, selain menempatkan sentra kerajinan. Tetapi harus juga dilakukan memanfaatkan jaringan informasi media, terlebih dalam hal promosi. Kebijakan ini diambil untuk dapat merebut pasar domestik, dan menembus pasar regional.

Menindak lanjuti dari kunjungan DPRD di Jogya. Sekretaris Komisi B ini menandaskan perlu ditindak lanjuti dalam bentuk kerjasama kongkret dengan Pemprov Sultra, tentunya dengan koordinasi bersama dari 12 Kabupaten/kota.

Alokasi APBD bagi industri kecil sendiri, yang diusulkan Disperindag dalam anggaran 2009 mendatang baru mencapai Rp 900 juta. Kendati tidak relatif besar, namun menurut Yaudu Pemprov dapat menfasilitasi dan memberi kemudahan akses kemitraan dengan pihak perbankan, dan swasta lainnya.

Sekedar diketahui, rekapan Disperindagkop Jogyakarta, 75 unit industri kecil hidup dan berkembangan dimana serapan kerjanya mencapai 448 ribu orang. Nilai rupiah dari total produksi menembus angka Rp 1,8 Triliun/tahun.(***)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s