Kuartet di 32 Besar

Portsmounth, KP

Seperdelapan dari kuota 32 besar Piala UEFA musim ini telah terisi. Empat klub yang memastikan lolos ke fase knockout kemarin WIB (28/11) adalah raksasa Italia AC Milan, wakil Inggris Manchester City, CSKA Moskow asal Rusia, serta Saint-Etienne (Prancis).

Milan dan St Etienne sejatinya hanya meraih hasil seri kemarin. Tapi, tambahan satu poin sudah lebih dari cukup menempatkan kedua tim di 32 besar.
Bertandang ke kandang Portsmouth di Fratton Park, Milan nyaris tumbang setelah tuan rumah leading dua gol. Rossoneri –- sebutan Milan –- yang notabene juara tujuh kali Liga Champions itu, dikejutkan dengan gol-gol Younes Kaboul pada menit ke-62 dan Nwankwo Kanu di menit ke-73.

Namun, faktor mental dan pengalaman membantu Milan membuyarkan pesta kemenangan Pompey, sebutan Portsmouth. Dimulai dari free kick bintang Brazil Ronaldinho pada menit ke-84 yang memperkecil ketertinggalan. Di masa injury time (90+2), giliran penyerang gaek Filippo Inzaghi yang menaklukkan kiper Pompey David James usai menerima umpan jauh dari Gianluca Zambrotta.

Milan yang kini mengoleksi 7 poin dari tiga laga, tetap menempati posisi teratas grup E. Sedangkan Pompey tetap menghuni peringkat keempat dengan satu poin. “Harus diakui, kami sedikit beruntung. Gol Ronaldinho memang memberikan harapan, tapi tidak ada yang menyangka kami kembali mencetak gol di pengujung pertandingan,” kata Carlo Ancelotti, allenatore (pelatih) Milan, sebagimana dilansir Football365.

Tony Adams, pelatih Portsmouth, mengaku bisa menerima hasil imbang timnya. “Milan punya beberapa pemain fantastis yang bisa mengubah keadaan. Sekali kami lengah, kami harus menerima konsekuensinya,” ucapnya kepada televisi Channel Five.

Seperti halnya Milan, St Etienne harus puas dengan hasil seri di kandang lawan, yakni Club Brugge. Duel di Stadion Jan Breydel itu berkesudahan 1-1 (0-1) setelah gol striker St Etienne David Gigliotti pada menit ke-44 berhasil disamakan Ronald Vargas saat babak kedua baru berjalan lima menit. Meski seri, St Etienne tetap memuncaki klasemen grup G dengan 7 poin dari tiga laga yang sudah dijalani.

Beda dengan Milan dan St Etienne, City dan CSKA lolos usai meraih kemenangan atas lawan-lawannya. City membekuk tuan rumah Schalke 04 (Jerman) 2-0 di Veltins Arena, sedangkan CSKA menekuk klub Polandia Lech Poznan 2-1 di kandang sendiri, Stadion Luzhniki di Kota Moskow.

Dengan hasil itu, The Citizens — sebutan City — yang baru dua kali meraih kemenangan (6 poin) di grup A sudah lebih dari cukup menempatkan diri di 32 besar. Dua gol The Citizens kemarin dicetak penyerang Zimbabwe Benjani Mwaruwari pada menit ke-32 dan sontekan gelandang Stephen Ireland pada menit ke-66.

CSKA, juara Piala UEFA 2005, tak kesulitan menekuk Lech Poznan. Alan Dzagoyev dan Yuri Zhirkov membawa runner-up LIga Primera Rusia 2008 itu unggul 2-0 hingga turun minum. Tim tamu hanya bisa membalas satu gol lewat tendangan bebas Semir Stilic di babak kedua.

Kuota tim yang lolos ke 32 besar seharusnya bisa bertambah dari grup B. Tapi, kejutan terjadi saat jawara Piala UEFA 2000 Galatasaray dipermalukan klub gurem Ukraina Metalist Kharkiv 0-1 (0-0) di kandang sendiri, Stadion Ali Sami Yen. Gol tunggal gelandang Brazil Edmar Aparesida (89’) menggagalkan asa tuan rumah. Galatasaray punya ambisi besar bisa menerobos final Piala UEFA musim ini karena bakal dihelat di Turki, tepatnya di Stadion Sukru Saracoglu, Istanbul (kandang Fenerbahce). (dns)

AGENDA 32 BESAR
JADWAL

– Undian rencananya dihelat di Nyon, Swiss, pada 19 Desember 2008.
– First leg dimainkan 18-109 Februari 2009, second leg pada 26 Februari 2009.
REGULASI

– Setiap juara grup (8 tim) akan diundi melawan tim peringkat ketiga grup (8 8 klub), sedangkan runner-up grup (8 klub) akan menghadapi delapan klub “buangan” dari Liga Champions (finis di peringkat ketiga fase grup Liga Champions). Sebagai catatan, tim dari grup yang sama maupun berasal dari satu negara, tidak akan bertemu.

– Setiap laga dimainkan dengan sistem home and away. Tim dengan agregat lebih baik lolos ke perempat final atau 8 besar. Jika agregat sama, tim yang mencetak gol lebih banyak di kandang lawan berhak lolos. Jika masih sama, dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu 2×15 menit hingga adu penalti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s