Meningkat, Akseptor KB Pria di Sultra

Kendari, KP
Selama lima tahun terakhir ini, akseptor KB pria di Sultra terus mengalami peningkatan setiap tahun. Sebelumnya, kaum pria yang mengikuti KB harus rela dikebiri dengan kehilangan kedua buah zakar/pelir karena dibuang. Sekarang alat yang memperkuat gairah seks itu tidak lagi dibuang setelah ditemukan cara baru yang disebut vasektomi.

Kepala Bidang KB/KR BKKBN Provinsi Sultra, Drs Aco Rame menjelaskan, vasektomi adalah tindakan penutupan terhadap kedua saluran mani sebelah kanan dan kiri, sehingga saat bersenggama tidak akan menyebabkan kehamilan. BKKBN sedang memrogramkan kontrasepsi (kontap) pria tanpa penggunaan pisau seperti yang dikenal sebelumnya—pengebirian.

Dijelaskan,  pengebirian yang dilakukan akan menyebabkan pria kehilangan gairah seks karena hormon yang diperlukan tidak diproduksi lagi, tapi  kontap pria atau vasektomi hanya bersifat menghalangi pengeluaran benih laki-laki. Buah zakar tidak tidak terganggu, sehingga gairah seks akan tetap seperti semula.

Kontap pria dengan vasektomi dilakukan seorang dokter spesialis dengan cara menutup salah satu urat bagian bawah batang kemaluan tempat keluarnya bibit saat ejakulasi. Vasektomi hanya dilakukan dalam waktu singkat, sehingga akseptor usai divasek bisa langsung pakai celana dan pulang ke rumah. Tidak sama dengan pengebirian yang memang harus dirawat inap.

Masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kontap dilakukan atas permohonan pasangan suami istri yang sah, tanpa paksaan dari pihak lain dalam bentu apa pun. Pemohon dilayani apa bila telah dikaruniai dua anak dengan umur anak terkecil sekitar dua tahun dengan mempertimbangkan umur istri sekurang-kurangnya 25 tahun.
”Setiap calon peserta kontap pria harus memenuhi syarat kesehatan, artinya tidak ditemukan hambatan atau kontra indikasi untuk menjalani kontap. Pemeriksaan kesehatan dilakukan seorang dokter yang dapat memutuskan apakah dapat menjalani kontap,” kata Aco Rame yang didampingi Kasi Remaja BKKBN Sultra, Drs Israil Kurang, kemarin (28/11).

Vasektomi tidak mempengaruhi fungsi seksual terhadap libido karena buah zakar yang menghasilkan hormon tetap berfungsi dan hormon dialirkan melalui pembuluh darah sehingga tidak dipengaruhi tindakan kontap itu. ”Tidak ada pengaruh ereksi karena persarafan dari aliran darah terletak di bagian atas batang kemaluan,” katanya.

Dikatakan, hingga tahun 2008 akseptor KB pria di Sultra telah meningkat secara signifikan. Awalnya program dilaksakan di Sultra tahun 2004 dengan peserta lima orang, tahun 2005 sebanyak delapan pria, tahun 2006 sebanyak 10 akseptor, tahun 2007 tercatat 37 orang dan tahun 2008 diperoleh sebanyak 122 akseptor.

”Kontap pria dengan vasektomi dilakukan di RSU Pasar Wajo, Kabupaten Buton tanggal 24 November lalu, dengan akseptor sebanyak 40 orang. Dokter yang melakukan vasektomi terpaksa didatangkan dari Jawa karena di Sultra hanya dr Martin saja yang bisa menangani masalah itu,” katanya.

Kontap pria jauh lebih murah karena hanya sekali dilakukan seumur hidup. Sedangkan alat kontap oleh perempuan harganya mahal. Namun demikian, calon akseptor memang harus ada kesepakatan dalam keluarga sebelum divasektomi, karena kalau saluran bibit dibuka kembali tentu akan menelan biaya banyak. (lut)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s