Pembuat Kartu Dulang Illegal Diciduk

Rumbia, KP

Dugaan adanya kartu dulang illegal yang beredar di lokasi tambang emas ternyata benar adanya. Polres Bombana membuktikan hal itu saat menciduk Erwin, warga Baubau yang menginap di salah satu hotel di Bombana pekan ini. Saat diciduk, ditemukan juga 500 kartu dulang yang mirip dengan aslinya. Di kartu itu, tanda tangan Sekda Bombana, Idrus Effendy Kube discan.

”Sekarang pelaku kami tahan untuk diproses lebih lanjut,” kata  Kapolres Bombana, AKBP Yan Sultra didampingi Kasat Reskrim Polres Bombana AKP Kasman.

Saat diinterogasi, Erwin mengaku membuat kartu dulang di Baubau. Setiap kartu dijual seharga Rp 500 ribu. Pengakuan pelaku bila beberapa lembar diantaranya sudah diedarkan. ”Penentuan kartu palsu atau bukan yang sudah teredar nanti akan terjawab saat Pemda Bombana bersama Polres menggelar razia. Waktunya Pemda yang tentukan,” jelas Yan Sultra.

Apakah masih ada pengedar kartu illegal lainnya? Kapolres menyatakan pihaknya masih menyelidiki. Para pelaku, termasuk Erwin akan dikenakan pasal 263 KUHP dengan  ancaman kurungan enam tahun. ”Pendulang sebaiknya hati-hati dalam menggunakan calo pembuat kartu,” pintanya.

Pelaku Hipnotis Ditangkap

Kapolres Bombana, AKBP Yan Sultra juga mengungkapkan bila di sel Polres terdapat dua tahanan wanita. Mereka adalah pelaku hipnotis. Korbannya para pendulang emas. ”Mereka ditangkap setelah adanya laporan warga yang dihipnotis,” jelasnya.

AKP Kasman yang mendampingi Kapolres menambahkan pelaku bernama Ratna dan Jariah. Saat wartawan koran ini diberi kesempatan bertemu dengan pelaku, keduanya mengaku telah meraup barang pendulang senilai Rp 9 juta, berupa emas hasil dulangan, kalung dan uang tunai. Cara kerjanya cukup rapi. Para korbannya tak tahu bila barang yang dimiliki hilang dalam sekejap. ”Kami dari Pare-pare pak,” terangnya.

Kedua pelaku itu mengaku ke Bombana karena mendengar daerah tersebut cukup banyak pendulang. ”Angka kriminal memang meningkat pasca hadirnya tambang emas. Anggota saya saja baru menerima pengaduan hilangnya sepeda motor,” tukas Kasman. (awl)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s