San Moon, Semangat Membangun Komunitas Ninja di Indonesia .:. Dapat Murid Serius sampai Yang Pura-Pura Ninja

Master ninja Indonesia, San Moon, bekerja keras untuk mengubah citra ninja yang dikesankan masyarakat sebagai sosok negatif yang bekerja serba misterius dan rahasia. Bulan depan para ninja di tanah air berencana berkumpul di Cibodas, Jawa Barat.

RIDLWAN HABIB, Jakarta

SEHARI- hari San Moon adalah seorang pakar di bidang  teknologi informasi (TI). Karena itu, saat ditemui Jawa Pos (Grup Kendari Pos) di kompleks perkantoran Menara Batavia, penampilannya tak beda dengan orang kantoran di ibu kota umumnya: baju lengan panjang biru dan celana gelap yang terseterika rapi.

”Dengan pakaian seperti ini orang tak akan menyangka ada ninja yang jalan–jalan di sini,” kata San Moon lalu tersenyum.

Di balik sikapnya yang sederhana, pria kelahiran Semarang  39 tahun lalu ini adalah seorang sensei (guru besar) ninja. Dia  penyandang Dan IX Jido Kwan yang diakui secara internasional.

Pendiri Ninjutsu Indonesia Club itu mengaku berusaha mengubah citra ninja. Yakni,  dari dunia yang dicitrakan serba gelap nan misterius  menjadi lebih diterima masyarakat. Sebab, ninja juga manusia.  ”Murid-murid saya kebanyakan juga praktisi komputer. Mereka mengenal saya melalui komunitas ini,” katanya.

Selain sebagai konsultan di bidang TI, San Moon juga berprofesi sebagai pengarah gaya merangkap sutradara beberapa video klip, infotainment, dan iklan di layar kaca. Di luar ”kerja resmi” itu, dia mendirikan Dojo (tempat latihan) yang berpusat di Cibinong, Banten. Aksinya saat menangkap anak panah yang melesat, bermain pedang atau melempar bintang ninja juga dapat diakses di situs-situs internet seperti YouTube.

”Dulu ninja memang secret society (perkumpulan rahasia), tapi sejak tahun 70- an sebenarnya ninja sudah membuka diri dan diajarkan di seluruh dunia,”  kata pria yang menempuh pendidikan ilmu ninja di Australia itu.

Ninja berasal dari kata nin dan ja. Nin oleh orang Jepang diucapkan dalam fonetik suku kata yang khas. Jika diterjemahkan ke bahasa lain selain bahasa Jepang agak sulit dicari padanannya yang tepat. Nin, kata San Moon, yang juga dilafalkan sebagai shinobi juga berarti  daya tahan, perlindungan, dan pencegahan secara mental dan fisik.

Arti kata lain dari “nin” adalah inti, rahasia, atau samar. Namun dilihat dari karakter huruf kanjinya nin melambangkan “bilah (pisau, pedang)” atau “hati”. Jadi dalam arti yang lebih luas, “nin” berarti “raga, jiwa dan persepsi baik dan buruk akan selalu dalam keadaan terjaga”.

Ninja sudah ada sejak abad ke 7 Masehi di daerah Iga, pegunungan Togukure, Jepang. Setelah sempat dilarang di zaman Shogun Tokugawa pada abad 17, pada 1950 larangan itu dicabut. Salah satu aliran ninja yang dapat membuka diri dan membawa misi untuk memperkenalkan ninja ke dunia luar adalah pewaris dari generasi ke-34, Prof Masaaki Hatsumi,yang sehari-hari adalah seorang tabib ahli penyembuhan dan pengobatan tulang.

Hatsumi yang menguasai berbagai ilmu beladiri terus mengembangkan dan menyempurnakan teknik-teknik ninjutsu. Pada 1976-1978 ninjutsu berhasil dipublikasikan dan diajarkan ke Amerika Serikat oleh Stephen K. Hayes yang telah berguru kepada Hatsumi. Sejak itu, ninjutsu berkembang pesat.
San Moon belajar ilmu ninja di Negeri Kangguru saat menempuh pendidikan di Monash University, Melbourne, Australia. Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah itu belajar di  Kevin Howthorne Ninjutsu School.

Setelah pulang ke Indonesia, sejak 1994 San Moon mulai mengajarkan ilmu ninja di Indonesia.

Awalnya dari kalangan yang sangat terbatas. Sekarang muridnya sudah tersebar di hampir seluruh kota di Indonesia. Bahkan di pelosok seperti Palu (Sulawesi Tengah), Pulau Belitung, bahkan Wamena dan Manokwari (Papua),. ”Kalau di tempat jauh mereka latihan dari bahan-bahan yang saya kirim. Lalu, saya uji tiga bulan sekali di Jakarta,” katanya.

Belajar ilmu ninja di Dojo San Moon butuh komitmen dan ketekunan. Materinya juga sesuai dengan standar baku ilmu ninja secara internasional. Beberapa ilmu yang diajarkan di antaranya: ilmu pemurnian jiwa (seishin teki kyoyo), tai jutsu (tangan kosong), ken jutsu (pedang ninja), bo jutsu (jurus tongkat bilah), shuriken jutsu (senjata lempar), yari jutsu (tombak), naginata jutsu (jurus pedang bertongkat).

Lalu, ada kusari gama  (jurus rantai dan bandul), kayaku jutsu (ilmu peledak dan pembakaran), henso jutsu (menyamar dan membaur), shinobi iri (mengintai dan menyusup), bo ryukai (ilmu strategi), cho ho (ilmu mata-mata-spionase) dan inton jutsu (meloloskan diri dan menghilang).

Menurut San Moon, ilmu ninja sebenarnya merupakan ilmu membunuh. ”Karena itu saya seleksi ketat calon murid, “ katanya. Beberapa polisi dan tentara yang menjadi siswanya dilatih secara khusus dan dibedakan dengan siswa yang lain. ”Karena mereka butuh skill yang lebih aplikatif,” ujar pria yang pernah mengajar beladiri di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta itu.

Ninjutsu, kata San Moon, bukan sekedar beladiri biasa. ”Ada siasat, strategi petak umpet, dan intelijen yang sangat bermanfaat bagi kehidupan nyata,” katanya. Ilmu unik ini juga menganut jenjang sabuk dimulai dari warna hijau, sampai hitam. ”Kalau hanya mengejar sabuk tiga tahun. Tapi, sebenarnya ilmu ninja itu harus dipelajari seumur hidup,” katanya.

Tak semua murid San Moon diajarkan teknik-teknik berbahaya. ”Saya lihat dulu kepribadiannya. Ini ilmu yang sangat serius dan bahkan bisa digunakan untuk kegiatan kejahatan dan terorisme. Jadi saya selidiki dulu latar belakangnya. Ibaratnya seperti anak sendiri,” katanya.

Namun, bagi yang hanya sekedar suka dengan figur ninja yang keren, cool, dan hebat, San Moon oke-oke saja. ”Jadi ada yang serius, ada yang ninja ”kostum”, pura-pura ninja, atau ninja tiga hari,” katanya lalu tertawa.

Dia menceritakan pernah ada seorang yang memborong perlengkapan ala ninja di tokonya seharga puluhan juta hanya untiuk dipajang di kamarnya. ”Itu yang tipe ninja kostum, tapi ya tetap saya layani,” katanya.

San Moon memahami bahwa sebagian besar masyarakat masih terpengaruh oleh citra ninja dalam komik atau film-film. ”Tapi, apa ya mungkin karena (suka) ninja terus ke mana-mana pakai baju hitam-hitam, bawa pedang, dan naik kuda,” katanya.

Figur ninja sejati justru terlihat dari sifatnya yang mudah membaur. Itulah mengapa ninja berkostum hitam jika beraksi di malam hari dan putih cerah jika begerak di siang hari.

San Moon juga menolak halus saat diminta berpose dengan memegang pisau lempar milik Jawa Pos . ”Saya sedang pakai baju seperti ini. Tidak pantas. Nanti kesannya saya seperti pembunuh bayaran Mas. Tapi, kalau lagi di Dojo sih nggak masalah,” katanya sambil memperagakan cara memegang pisau lempar.

Menurut San Moon, senjata bagi ninja tak melulu berwujud pisau, bintang ninja, sumpit, atau kapak lempar. ”Dengan barang keseharian kita bisa membunuh. Dengan bolpen, KTP, dompet, atau bahkan dengan ini,” ujarnya sambil melepas kacamata.

Karena keahliannya yang unik itu San Moon sering mendapat order –order khas ninja. Seperti meneliti data perusahaan, mencari dokumen, atau melindungi klien. ”Saya tidak mengejar salary (upah) tapi lebih suka aspek tantangannya. Kalau menurut saya menantang maka akan saya ambil,” katanya. Beberapa kantor pengacara dan lembaga bantuan hukum pernah menggunakan jasanya.

Menjelang pemilu 2009, San Moon juga sudah dilirik banyak tokoh dan partai politik. Bahkan, ada satu partai politik yang memintanya melatih satgas partainya dengan ilmu-ilmu khas ninja seperti beladiri, survival di air, atau menyumpit dengan bambu. ”Tolong jangan disebut nama partainya,. Itu merupakan komitmen saya dengan mereka,” katanya. Partai itu memang terkenal dengan kader-kadernya yang solid dan militan.

Pengalamannya di medan-medan konflik membuat San Moon disegani di dunia pengamanan “ bawah tanah”. Dia memang pernah diajak sebuah lembaga negara untuk ikut menyelesaikan masalah-masalah konflik. ”Saya pernah ke Aceh,  Wamena, Poso, Sampit, dan beberapa daerah lain. Tapi, soal detail apa yang saya lakukan di sana saya tak bisa cerita,” katanya.

Ilmu ninja, kata San Moon, sangat aplikatif dalam dunia kompetisi bisnis yang semakin keras di abad ini. ”Prinsipnya, bagaimana membuat kemenangan sebesar-besarnya, tapi dengan tanpa risiko. Zero risk, “ katanya.

Dia mencontohkan, jika bekerja dalam sebuah perusahaan yang pimpinannya sewenang-wenang, maka harus bisa mencari tahu titik lemah atau rahasianya. ”Dengan begitu, jika kita dicurangi, maka kita sudah pegang rahasia bos kita dan menyerang balik,” katanya.

Teknik teror dan intimidasi juga diajarkan dalam level tingkat lanjut ninjutsu. ”Misalnya Anda berbuat jahat pada saya, maka saya bisa melawan balik sampai Anda tanpa sadar ingin bunuh diri. Jadi saya secara hukum bebas risiko,” katanya.

Dalam kontak fisik, seorang ninja juga penuh perhitungan. ”Kalau musuh anda preman pasar yang dengan duit seribu rupiah selesai masalah kenapa harus adu jotos. Tapi, jika terdesak kita sudah punya kemampuan. Bahkan dengan jari pun bisa menembus kulit,” katanya sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah.

Kini San Moon sedang mempersiapkan pertemuan besar seluruh ninja Indonesia di Cibodas, Jawa Barat, pada pertengahan Desember nanti. ”Saya juga sedang mengajukan proposal ke Kedubes Jepang untuk muhibah ke sana,” katanya. (el)

20 thoughts on “San Moon, Semangat Membangun Komunitas Ninja di Indonesia .:. Dapat Murid Serius sampai Yang Pura-Pura Ninja

  1. somoga saya bisa menimbah pengetahuan serta ilmu yang berpaedah untuk masa depan..
    semoga juga Mr. San Moon bisa memperkenalkan saya dengan murid-murida anda yang belajar ilmu nunja ini, khususnya dari daerah Belitung, karena saya juga berasal dari Bangka Belitung-pangkalpinang.terimakasih

  2. san moon saya mau tanya adakah perguruan yg bisa mengajar teknik ninja yatu seperti taijutsu,ninjutsu,genjutsu,nd doujutsu di indonesia tepatnya di daerah jakarta jika ada tolong kabari saya kirim jawaban and ke e mail saya di yahoo mail yaitu biboblihtyagami@yahoo.co.id

    saya minta tolong bantuannya ya san moon!!!

    arigatou gozaimashu

  3. wau,..
    ninja adalah orang yg memiliki ilmu beladiri dan supranatural atau magic.

    mereka bisa menghilang dan bersembunyi dalam bayangan
    berikut ini sebagian ilmu nina
    -Sui ren (ilmu tempur dalam air)

    Meliputi teknik mengintai dengan cara berenang, bergerak tanpa suara dalam air, cara menggunakan perahu khusus untuk mengapung dalam air, dan teknik perkelahian dalam air.

    -Inton jutsu (teknik meloloskan diri dan menghilang)
    Ninja pandai meloloskan diri dengan memanfaatkan keadaan alam yang ada.

    -Henso jutsu (ilmu menyamar dan membaur)
    Ilmu ini sangat diperlukan pada saat spionase. Ninja membuat identitas palsu dan mengalihkan perhatian orang. Ninja juga bergerak tanpa bisa di lacak.

    -Shinobi iri (ilmu mengintai dan menyusup)
    Ilmu ini mengajarkan bergerak tanpa suara dan bersembunyi di bawah bayangan.

    tapi ninja sekarang hanya punya ilmu beladiri, jarang ada yg memiliki magic atau ilmu supranatural. karena itu adalah dosa.

    memang asyik ya bisa mempelajari ilmu ninja
    apalagi klo kita juga bisa menghasilkan uang hehe
    sudah tahu website profesional yang dapat membuat anda kaya ??
    sistem dan cara baru hasil inovasi.
    anda penasaran??
    klik di http://www.uangsuper.com

  4. aq mau banget belajar ninja…
    klo boleh, kasi tau donk dojonya ada di mn?
    terus ada g di makassar…????

    pliz klo ada kasi tau aq ya …….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s