Selamat di Kejari, Tak Lolos di Kejati .:. Status AMM Dalam Kasus Gratifikasi

Kendari, KP

Kelegaan hati seorang Andi Musakir Mustafa (AMM) setelah dianggap tak bersalah     oleh jaksa di Kejari Kendari dalam kasus gratifikasi di Pemkot ternyata tidak bisa bertahan lama. Salah satu tersangka perkara gratifikasi itu dijamin tidak akan lolos di Kejati Sultra. AMM memang selamat di Kejari tapi tetap dianggap keliru oleh jaksa di Kejari Kendari.

Beberapa hari lalu, seorang jaksa di Kejari Kendari, Eki Muh Kasim menganggap bahwa sementara ini AMM aman dari tuduhan korupsi gratifikasi.     Kasidatun Kejari Kendari itu menyebut bahwa AMM hanya menerima hadiah berupa mobil Kijang Innova tapi tidak pernah meminta.

“Gambaran sementara memang demikian. AMM hanya diberi tapi tidak pernah meminta. Namanya juga dikasih, yah pasti diterima. Menyangkut laporan harta kekayaan, itu sudah dilaporkan saat dirinya (AMM) mendaftar menjadi Caleg di KPU,” beber Eki saat itu.

Penjelasan inilah yang kemudian diluruskan Wakajati Sultra, AK Basyuni. Ia menganggap bahwa itu tetap tindakan yang masuk kategori gratifikasi. Apalagi jika mobil Kijang Innova yang diterimanya, tak dilaporkan ke KPK paling lambat 30 hari setelah diterima.

Kata Basyuni, pemberian hadiah yang bernilai Rp 10 juta lebih dan tak dilaporkan ke KPK paling lambat 30 hari setelah diterima, merupakan tindakan yang masuk kategori gratifikasi. Dan, hadiah yang diterima AMM tak pernah dilaporkan ke KPK, dengan demikian, AMM tetap melakukan tindakan gratifikasi.

Mantan Kajari di Banten ini bahwa jaksa sebenarnya tidak boleh memberi keterangan benar atau salahnya seseorang, apalagi AMM yang berstatus tersangka, mestinya memberikan penjelasan sesuai dengan fakta hukum yang ada. Jangan seolah-olah melindungi tersangka.

“Kalau dikatakan, AMM tidak melapor pun tidak akan berimplikasi hukum. Apa iya demikian? Toh dalam UU aturannya hadiah di atas Rp 10 juta yang diterima pejabat harus dilapor. Kalaupun AMM merasa melaporkan kekayaannya saat daftar sebagai Caleg, yah tidak ada hubungannya, karena harusnya ketika menerima mobil, paling telat 30 hari setelah menerima harus dilaporkan ke KPK,” kata Wakajati.

Sebagai konsekuensi atas penjelasan Eki Muh Kasim itu, Wakajati berjanji akan memanggil penyidik AMM di Kejari Kendari. Harusnya, penyidik konsentrasi bagaimana pejabat terima hadiah. Kalau dari Pemkot, asalnya dari mana? Apakah sudah sesuai dengan prosedur peralihan aset.

Bagaimana dengan MMA? Mantan Kajari Jambi itu menjelaskan bahwa perkara gratifikasi mantan Wali Kota Kendari selangkah lagi masuk penuntutan, tepatnya setelah tanah bekas Rujab Poasia diperiksa. “Tanah itu dalam sertifikat luasnya 1200 meter persegi, sementara dalam SPT 3000 meter persegi, jadi akan dibuatkan keterangan dulu dari BPN. Bayangkan jika tak sesuai, negara berarti dirugikan karena luas tanah banyak berkurang,” terangnya.

Sekedar mengingatkan, MMA tersangkut perkara gratifkasi itu karena saat menjabat wali kota Kendari mengeluarkan keputusan memberikan hadiah pada dirinya sendiri berupa mobil Toyota Land Cruisher dan tanah bekas Rujab Poasia. Sementara AMM, menerima hadiah mobil Kijang Innova dari MMA.(cr5/emi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s