305 WNI Terjebak di Bangkok .:. Negara Lain Kirim Pesawat Penjemput

Jakarta, KP
Blokade Bandara Internasional Suvarnabhumi dan Don Muang yang belum jelas kapan berakhir, membuat 305 WNI terkatung-katung di Bangkok. Mereka terpaksa tinggal di beberapa hotel di ibu kota Thailand sambil menunggu upaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) memulangkan mereka.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan, semestinya ratusan WNI itu pulang pada 29 dan 30 November, serta 1 Desember hari ini. ’’Mereka sudah memegang tiket pesawat, namun terhambat,’’ ujar Faiz. Para WNI itu berada di Thailand dengan beragam tujuan. Mulai acara konferensi, tur wisata maupun kegiatan tertentu.

Perwakilan RI di Bangkok terus memonitor kondisi para WNI tersebut. ’’Kondisi mereka baik. Perwakilan RI telah memastikan agar maskapai penerbangan memberi kompensasi dan mencukupi kebutuhan mereka sampai mendapat kepastian kapan mereka dievakuasi,’’ ujar Faiz. KBRI di Bangkok menetapkan, jika sampai hari ini, 1 Desember 2008, tidak ada upaya evakuasi yang dilakukan pemerintah Thailand, KBRI Bangkok mengupayakan evakuasi udara dan darat.

Langkah KBRI itu tergolong lambat. Negara-negara lain sudah melangkah jauh dengan mengirim pesawat-pesawat penjemput untuk memulangkan warganya yang terjebak. Tiongkok menerbangkan tujuh pesawat carter untuk mengangkat 2.000 sampai 3.000 warganya pulang sejak Sabtu (29/11). Kantor berita Xinhua menjelaskan, pesawat penjemput pertama sudah mendarat di Shanghai Minggu pagi.

Presiden Filipina Gloria Arroyo juga memerintahkan Deplu membawa ratusan warganya ke Chiang Mai di Thailand Utara dan menerbangkan mereka ke Manila.

Sedangkan maskapai Jepang, Japan Airlines dan All Nippon Airways, bekerja sama menggunakan bandara angkatan udara U-Tapao untuk mengangkut turis Jepang pulang. Begitu juga Spanyol yang mengirim tiga pesawat komersial, dua pesawat militer, dan sebuah pesawat carter bagi 300 warganya yang terjebak.

Para demonstran menduduki dua bandara terbesar di Thailand itu karena Perdana Menteri Somchai Wongsawat menolak mundur. Sementara itu, terkait penyelenggaraan ASEAN Summit di Chiang Mai, 13–18 Desember 2008, Jubir Deplu menyatakan sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari Thailand yang menyatakan ditundanya pertemuan tersebut. (iw/kim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s