60 Perawat Diwisuda

Kolaka, KP

Tenaga perawat siap kerja di Kabupaten Kolaka kembali bertambah. Itu setelah Akademi Perawat (Akper) Pemkab Kolaka mewisuda 60 alumninya, akhir pekan lalu di Aula sasana Praja.  Sekertaris Kabupaten Kolaka, Andi Syahruddin yang mewisuda mahasiswa Akper meminta para alumni tidak sepenuhnya berorientasi menjadi PNS. Meski kuota  tenaga perawat dalam setiap penerimaan CPNS selalu menjadi prioritas, namun tetap saja  memiliki keterbatasan. “Kita ingin agar tenaga perawat bisa diangkat sebanyak-banyaknya karena memang masih sangat dibutuhkan terutama di daerah terpencil, namun kuota ditentukan oleh pemerintah pusat. Jadi saya juga berharap alumni tidak sepenuhnya berharap jadi PNS,” ulang Andi Syahruddin.  Dikatakan, untuk untuk mengakomodir para alumni Akper PemKab Kolaka, saat ini akan dibangun rumah sakit bertaraf nasional yang nantinya akan membutuhkan tenaga perawat kesehatan. “Dan sudah menjadi komitmen kita bahwa alumni Akper Kolaka akan diprioritaskan untuk bekerja di rumah sakit yang sebentar lagi akan terbangun,” tambah Andi Syahruddin.

Sementara itu Direktur Akper PemKab, Halimah S.SiT MPd  menyatakan, jumlah wisudawan pada angkatan V tahun 2007/2008 sebanyak 60 orang yakni 48 orang wanita dan 12 pria. Wisudawan terbaik kali ini disandang Ita Putri Patmawati (3,36), Nita Dwi Asriani (3,03) dan Nengah Sudana (3,01). Hingga saat ini Akper Pemkab telah menamatkan 280 alumni. Dari jumlah tersebut, 23 telah diangkat menjadi PNS, 229 orang tenaga honorer dan 19 orang melanjutkan studinya ke jenjang sarjana keperawatan. Di tempat yang sama Wakil Kepala Dinas Kesehatan Sultra, Ahmad Kadarman yang turut menghadiri proses wisuda menyatakan tenaga perawat di Sultra saat ini masih sangat dibutuhkan terutama di daerah-daerah terpencil.
Untuk itu ia berharap alumni Akper tidak ragu mengabdikan diri di daerah terpencil sebab saat ini melalui program Bahteramas yang dicetuskan Gubernur Nur Alam, didalamnya terdapat program pengobatan gratis dan dana block grant untuk setiap desa.

“Kita harapkan dari dana itu nantinya para kepala desa bisa dimanfaatkan untuk memberikan tunjangan pada tenaga perawat non PNS maupun PNS yang bertugas di daerah terpencil,” ujar Ahmad. (m2/cok)

One thought on “60 Perawat Diwisuda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s