Bupati Situbondo Resmi Tersangka .:. Kasus Korupsi APBD, Minimal Dihukum 4 Tahun

Jakarta, KP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Bupati Situbondo Ismunarso sebagai tersangka dalam dugaan korupsi APBD senilai Rp 45,75  miliar. Dalam waktu dekat, tim penyidik menjadwalkan pemeriksaan Ismunarso dilakukan di gedung KPK, Jakarta.

Juru Bicara KPK Johan Budi S.P. mengungkapkan, penetapan tersangka dilakukan sejak penanganannya dinaikkan ke tahap penyidikan pekan lalu. ’’Tim kami melakukan pengkajian seminggu lalu dan akhirnya menetapkan (Ismunarso sebagai) tersangka,’’ kata Johan di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, KPK khusus menangani tersangka Ismunarso. Sedang penanganan tersangka lain kasus APBD Situbondo menjadi wewenang lembaga penegak hukum di wilayah.

Menurut Johan, dari pengkajian penyidik, Ismunarso disangka melanggar pasal 2 (1) UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pasal itu memberikan sanksi bagi setiap orang yang merugikan keuangan negara diancam hukuman paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun.

Penyidik juga menjerat Ismunarso dengan pasal 3 undang-undang yang sama. Pasal tersebut mengatur penyalahgunaan wewenang oleh pejabat diancam hukuman pidana badan paling singkat setahun dan paling lama 20 tahun. Pelanggar terhadap aturan itu juga dibebani membayar denda Rp 50 juta hingga Rp 1 miliar.

Johan mengungkapkan bahwa setelah penetapan itu, KPK segera menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ismunarso. ”Tentu segera kami menindaklanjutinya dengan pemeriksaan,’’ jelasnya.
KPK, lanjut Johan, masih menunggu kajian tim penyidik yang selama sepekan ini turun ke Situbondo. Hingga kini, tim telah mengumpulkan barang bukti dengan menggeledah kantor bupati dan rumah dinas kepala daerah.

Sedikitnya enam anggota KPK mengobok-obok ruang kerja Ismunarso, Wakil Bupati Situbondo Suroso, dan ruangan Sekkab Situbondo Koespratomowarso. Dari penggeledahan itu, tim penyidik menyita segepok dokumen berkas-berkas APBD yang bertalian dengan dugaan korupsi tersebut. Mereka juga mengamankan hardisk sejumlah komputer yang berisi data-data keuangan. KPK bahkan juga turut menyalin sejumlah nomor telepon dan memori dari ponsel bupati dan wakilnya.

Titik terang pengambilalihan penanganan dugaan kasus korupsi itu pernah diungkap Ketua KPK Antasari Azhar. Dia menerangkan, KPK mengambil alih penanganan kasus Ismunarso karena ada dugaan terhambat izin pemeriksaan dari presiden. Sebelum penetapan tersangka, komisi juga sudah beberapa kali menyelenggarakan gelar perkara hasil penyidikan bersama tim dari Polda Jatim.

Bukan hanya itu. Tokoh berpengaruh kota tapal kuda KH Fawaid Asad juga pernah mendatangi KPK. Dia mendesak KPK untuk segera mengambil alih kasus tersebut.

Selama ini banyak kepala daerah yang ditangani KPK harus mendekam di bui. Di antaranya, Wali Kota Medan Abdillah dan Wakil Wali Kota Ramli. Sepanjang November ini saja, dua kepala daerah masuk meja penyidikan, yakni Wali Kota Manado Jimmy Rimba Rogi dan Bupati Aceh Tenggara Armin Deski.

Tim Pengacara Belum Tahu

Di tempat terpisah, pengacara Ismunarso, Reno Widigdyo, mengaku belum diberi tahu KPK terkait penetapan kliennya sebagai tersangka. ’’Sampai sekarang saya belum menerima pemberitahuan terkait peningkatan status klien saya,” kata Reno kepada Radar Banyuwangi (Jawa Pos Group) kemarin.

Reno justru tahu kali pertama saat dikonfirmasi wartawan koran ini. Karena itu, pengacara muda ini enggan berkomentar banyak masalah peningkatan status kliennya oleh KPK. ”Ya, kita ikuti saja proses hukum yang berjalan ini,” ujarnya.

Meski begitu, Reno meminta siapa pun melihat proses hukum itu dengan berpedoman pada asas praduga tak bersalah. Selaku kuasa hukum, pihaknya tentu akan melakukan langkah-langkah pembelaan secara hukum terhadap kliennya. Namun, papar Reno, hingga kini belum ada surat panggilan apa pun terhadap kliennya. ”Bahkan, soal penggeledahan kita juga tidak diberi tahu oleh KPK,” ujarnya.

Secara terpisah, penasihat hukum Pemkab Situbondo Haris Fajar Kustaryo mengaku belum mendengar kabar tentang penetapan Bupati Ismunarso sebagai tersangka. ”Saya justru dengar dari sampeyan. Kapan ya (ditetapkan sebagai tersangka),” katanya saat dihubungi tadi malam.

Seandainya informasi itu benar, Haris mengaku tidak terlalu risau. Dia akan mengikuti langkah aparat penegak hukum tersebut. Haris optimistis kliennya bukan pelaku dalam kasus dugaan korupsi menyusutnya dana kasda di BNI Situbondo. ”Itu menurut saya lho ya. Semua akan saya buktikan,’’ terang Haris.(git/fal/ gaz/pri/aif/agm)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s