Diungkap, 10 Hektar Tambak Siluman

Raha, KP

Persoalan tambak di Oensuli ternyata bukan saja membawa-bawa nama para penjabat yang memiliki lahan perikanan yang dibiayai APBD tersebut. Hasil kerja kontraktor yang mencetak tambak pun kini dipertanyakan, apakah telah sesuai bestek atau menyalahi aturan. Termasuk pengadaan solar ratusan juta per periodik, pengadaan pompa air, genset hingga item pengadaan benih.

Anggota DPRD Muna, Muh Ridwan Ramli menganggap, konsep awal percetakan tambak di Desa Oensuli tidaklah istimewa sehingga harus memakai genset. Belum tuntas dugaan negatif itu, muncul lagi persoalan baru. Dari 160 hektar tambak yang dicetak sejak tahun 2003 hingga 2007, 10 hektar areal bernilai kontrak APBD Rp 240 Juta yang dikerjakan CV Makmur Jaya Pusat Raha, ternyata bukan diperuntukkan bagi masyarakat transmigrasi di Oensuli. Pernyataan itu diungkap Kadis Nakertrans Muna, Hasim Kontau, kemarin.

”Berdasarkan hasil verifikasi kita hanya ada 150 KK transmigran di Desa Oensuli. Artinya hanya ada 150 hektar tambak dan 150 rumah. Saya tidak tahu jika ada percetakan tambak 10 hektar lagi di tahun 2007. Tapi yang jelas tambak itu peruntukannya bukan untuk masyarakat transmigrasi di Desa Oensuli. Karena jumlah KK masyarakat transmigrasi disana cuma 150 KK. Menyangkut Jandup ada berbagai jenis, mulai dari beras 40 kilo perbulan, ikan asin, minyak tanah, garam, minyak goreng, kacang hijau, kecap dan lainnya. Mereka sudah pasti menerima Jandup,” ujar Hasim Kontau. Terkait adanya klaim dari Hj Nurlaela bahwa dirinya tidak lagi memiliki tambak sepetak termasuk menerima jaminan hidup dengan dibuktikan adanya berita acara penyerahan tahun 2007, Kadis Nakertrans Kabupaten Muna ini enggan berkomentar.

Boleh-boleh saja Hj Nurlaela, Wakil Bupati Muna Drs H La Bunga Baka dan Drs, H La Ode Alimuddin B membantah adanya kepemilikan tambak mereka di lahan transmigrasi. Tapi SK Bupati Muna bernomor 369 tahun 2007 tentang penetapan status transmigrasi penduduk setempat yang diperoleh koran ini dari Dinas Nakertrans Muna, nama Hj Nurlaela tercantum pada urutan ke 93 dengan asal Desa Oensuli. Kemudian Muh. Rusli bernomor urut 94 asal Desa Oensuli (kemenakan Kadis Pariwisata), Bahar Budiman dilisting 86 asal Desa Oensuli (anak Wakil Bupati Muna), Alimuddin B bernomor urut 64 asal Desa Oensuli serta Wa Ode Muliyani H (istri Camat Kabangka Bahtiar Bakara) asal Desa Sari Mulyo. (tri/cok)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s