Empat Aspek Pengukur Kesehatan

MELIHAT penampilannya yang masih gesit pada usia 61 tahun, banyak yang tak mengira bahwa Hermawan Kartajaya ternyata mengidap diabetes mellitus (DM) selama 24 tahun terakhir. Dia selalu terlihat bugar dalam aksinya di berbagai seminar dan jadwal perjalanan yang seperti berlari memburunya.

Secara teknis, Hermawan mengaku memang sehat-sehat saja. ”Saya baru saja melakukan general checkup. Dan semua indikasi kesehatan saya baik-baik saja. Entah itu kolesterol, kadar gula dalam darah, SGPT, SGOT, dan semacamnya,” tuturnya.

Checkup kesehatan tersebut terakhir dilakukannya di sebuah klinik medis yang cukup terkenal, yakni Mayo Clinic di Rochester, AS. Hermawan mengaku sengaja memilih klinik Mayo itu karena sejumlah alasan. ”Karena klinik itu tidak hanya memandang kesehatan dari dimensi fisik belaka,” katanya.

Menurut Hermawan, klinik Mayo melihat kesehatan manusia dari empat aspek. Yakni, kesehatan fisik, mental, emosional, dan spiritual. ”Salah satu dari empat aspek itu terganggu, maka tidak bisa dikatakan sehat,” urainya.

Gangguan fisik bisa disembuhkan dengan diet, vitamin, dan obat-obatan. ”Itu yang paling sederhana,” ujarnya. Sementara itu, kata Hermawan, kesehatan mental, emosional, dan spiritual sering dilupakan orang modern. “Padahal, percuma badan sehat, tapi di kerjaan malah stres dan keluarga kacau, misalnya. Itu menunjukkan kesehatan mental dan emosionalnya kacau,” jelasnya.

Kesehatan mental dan emosional Hermawan bisa terlihat dari rasa bangganya terhadap dua buah hatinya, Michael Hermawan dan Stephanie Hermawan. Si sulung, menurut Hermawan, memiliki sifat yang berkebalikan dengannya. ”Tapi, bersifat komplementer, melengkapi,” ujarnya.

Hermawan mengaku cenderung visioner, kurang detail, wide, sementara Michael suka mengerjakan yang detail-detail, fokus, dan tekun melakukan hal-hal keorganisasian. Maka, tak heran bila Michael menjadi pengendali operasional di MarkPlus Inc. dan membawahi sekitar 170 orang.

Kepada putri bungsunya, Hermawan mengaku salut. ”Dengan usahanya sendiri, dia merintis usaha yang dalam waktu singkat langsung berafiliasi dengan Cort, perusahaan kelas dunia asal AS. Jiwa entrepreneurnya sangat saya hargai,” tegasnya.

Bagaimana Suliawati Santoso, wanita yang dinikahinya lebih dari 30 tahun lalu itu? Hermawan menjawab pendek, namun penuh makna. ”Dia adalah soulmate spiritual saya. Dia cantik lahir batin,” jawabnya.

Bagaimana soal kesehatan spiritual? “Saya punya gambaran sendiri soal itu. Intinya adalah berbeda dengan hati nurani. Kalau melakukan sesuatu yang berbeda dengan hati nurani, pasti ada konflik batin yang membuat orangnya menderita,” katanya.

Melengkapi itu semua, Hermawan juga sangat memperhatikan aspek kesehatan fisik. Dia mengaku memang jarang olahraga karena nyaris tak punya waktu untuk melakukan kegiatan tersebut. Sebagai kompensasi, dia mati-matian menjaga pola makan.

Untuk itu, tiap hari dia makan menu yang dikirim khusus oleh White Lotus, sebuah perusahaan katering langganannya. “Termasuk kandungan gizinya apa saja dihitung betul oleh mereka (pihak restoran, Red). Saya nyaris tak makan apa-apa lagi di luar itu.”(ano/ayi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s