PDIP Ubah Strategi Dalam Menggaet Massa .:. Tiru Gaya Kampanye Obama, Tidak Lagi Joget Dangdut

Surabaya, KP

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mulai mengubah strategi menggaet massa. Mereka kini tak mau lagi mengundang massa hanya dengan menggelar musik dangdut dan berjoget seperti yang sering dilakukan dalam kampanye pemilu sebelumnya.

”Pemilih sekarang berubah,” kata Sekretaris Jenderal PDIP Pramono Anung di depan peserta rapat koordinasi Badan Pemenangan Pemilu di DPD PDIP Jatim, Jalan Kendangsari, kemarin.

Rapat tersebut dihadiri sejumlah caleg partai banteng tersebut. Di antaranya, Sirmadji yang juga ketua DPD PDIP Jatim dan Didik Prasetiyono, mantan anggota KPU Jatim yang direkomendasikan PDIP sebagai calon anggota DPD. Hadir pula mantan cagub Jatim yang juga Ketua DPP PDIP Sutjipto.

Menurut Pramono, para pemilih sudah banyak belajar. Mereka sudah bosan dengan kampanye yang hanya menyuguhkan hiburan. ”Yang diinginkan adalah tawaran solusi dan gagasan mengatasi persoalan kemasyarakatan,” katanya.

Pramono mencontohkan pencalonan dua capres Amerika, Barrack Obama dan John McCain. Dalam kompetisi berebut takhta itu, keduanya bertempur secara intelektual. Masing-masing menyuguhkan visi program bila terpilih. ”Ya kami nanti kalau bisa seperti itulah. Tapi, ya tidak begitu-begitu amat sih. Yang penting, ada pemikiran yang kami sampaikan,” tuturnya.

Hal itu, kata dia, dipengaruhi oleh kondisi masyarakat saat ini. Menurut dia, persoalan riil masyarakat adalah mengenai harga bahan pokok dan pengadaan pupuk bagi petani.

Karena itu, pertanyaan rakyat kepada para caleg dan capres adalah apa yang ditawarkan agar semua harga sembako turun dan pupuk melimpah. ”Tidak cukup menjawab semua itu dengan goyang,” tegasnya.

Selain itu, upaya memperkenalkan partai dan program tidak melulu harus dengan penggalangan massa. Dia menyarankan agar semua kader proaktif di situs jaringan pertemanan semacam face book dan milis-milis. ”Kirim pesan ke semua orang sebanyak-banyaknya mengenai program dan visi kita,” ujarnya.

Pramono mengaku, strategi tersebut jelas berbeda dari strategi menggaet massa yang biasa dipraktikkan sebelumnya. ”Kalau dulu gampang. Kita datangkan dangdut, terus joget, masalah selesai. Sekarang lain. Tidak bisa seperti itu,” katanya.(aga)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s