Rp 1 Juta, Anulir Kemenangan Pesilat Sultra

Kendari, KP

Pertandingan ke 5 digelanggang I sirkuit silat wilayah IV yang mempertemukan pesilat kelas D (60-65 Kg) antara tuan rumah Sultra, Ld.Amrin melawan Jatim, M.Amrullah diwarnai keributan. Penyebabnya, suporter Sultra menilai wasit berpihak pada pesilat Jatim.

Babak kedua, Amrullah memang sempat memimpin perolehan poin karena mendapatkan poin jatuhan atas Amrin. Namun dibabak ketiga, menjadi milik Amrin karena berusaha untuk mengumpulkan poin.

Amrullah yang melihat Amrin di atas angin punya trik tersendiri untuk mempertahankan perolehan poinya. Sambil menyerang, pesilat Jatim itu menjatuhkan diri untuk mengulur waktu.  “Kalau tidak mau bertarung, jangan ikut silat,” teraik suporter Sultra dari tribun.

Puncak kekesalan suporter tuan rumah terjadi setelah beberapa kali tendangan Amrin yang mengenai Amrullah saat akan menjatuhkan dirinya tidak disahkan  wasit. Spontan suporter berlarian ke arena pertandingan.

Tapi, keributan itu tidak berlangsung lama, setelah beberapa kontingen dan pelatih silat Sultra meredakan suasana. Saat itu juga, Arianto (Sulteng) ketua pertandingan  memanggil wasit dan menginstruksikan agar berembug dengan juri. Hasilnya,  Amrin diberikan poin jatuhan terhadap Amrullah.

Diakhir pertandingan, meski wasit menyatakan Amrin menang dengan mendapat tiga bendera biru tapi keputusan itu dianulir setelah Kubu Jatim melayangkan protes dengan bayaran Rp 500 ribu.

Oleh dewan juri, protes itu  ditolak dan tetap mempertahankan kemenangan Amrin. Tak puas, Jatim meneruskannya dengan melakukan banding atas kemenangan Sultra dan harus menambah uang sebesar Rp 500 ribu lagi sehingga terkumpul Rp 1 juta. Alhasil, bandingnya diterima.

Utusan delegas Teknik PB IPSI,  Fanan Hasanuddin usai meminta data pertandingan antara Amrin vs Amrullah mengatakan pesilat Jatim dinyatakan menang karena pertandingan dinyatakan seri untuk kedua pesilat dengan total nilai masing-masing 10.

“Saat saya panggil Arianto selaku ketua pertandingan dia (Arianto) mengatakan  sedang khilaf, karena suporter yang sudah bertindak keras membuatnya tidak menghitung dengan cermat lagi tiap blangko nilai yang disetorkan juri,” jelas Fanan.

Dikatakan, karena hasilnya seri maka berdasarkan aturan PB IPSI, pemenangnya ditentukan berdasarkan berat tubuh. Pesilat yang beratnya lebih ringan dinyatakan sebagai pemenang. Berdasarkan data berat tubuh sebelum pertandingan, berat Amrin 63.0 kilogram, sedangkan berat Amrullah hanya 62,6 kilogram.  (m1/awa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s