Sosialisasi Pemilihan Guruku Idolaku .:. Tak Dibatasi Calon Peserta

Event Organizer (EO) Intermedia Promotion (Interpro) Kendari  di bawah bendera perusahaan surat kabar Kendari Pos, tahun 2008/2009 kembali menggelar event pemilihan Guruku Idolaku. Ajang  ini dapat diikuti seluruh guru yang mengajar di wilayah Provinsi Sultra pada semua jenjang satuan pendidikan. Tim EO Interpro berupaya melakukan sosialisasi agar semua guru di kabupaten mengetahui event spektakuler dengan  total hadiah sebesar Rp 80 juta itu.

Laporan: Rustam

Tim EO Interpro  dengan star pertama  ke Konawe Selatan (Konsel), hari Senin (24/11). Sebelum tiba di Andoolo, ibukota kabupaten pemekaran itu,  sudah menyosialisasikan event bergengsi ini ke sekolah-sekolah yang dilewati. Menarik juga karena sudah sekian tahun tim EO tidak pernah mengikuti upacara bendera, secara kebetulan di salah satu sekolah yang akan dikunjungi sementara melaksanakan upacara, sehingga kami pun harus mengikuti upacara saat itu.

Seperti saat menyambangi SDN 1 Puosu Jaya. Kami menghabiskan waktu cukup lama menunggu. Namun karena pengarahan kepala sekolah cukup lama, sehingga salah seorang guru menghampiri kedatangan kami. ”Bagaimana pak, ada yang bisa saya bantu,” tanya Alex, salah seorang guru di SD Puosu Jaya. Kamipun memberikan penjelasan dan brosur.

Bagi guru yang mau ikuti ajang ini, pendaftaran hingga 14 Desember 2008. Kirim secepatnya nama-nama guru yang berminat. Tidak ada batasan jumlah peserta. Seperti itu penjelasan ketua tim sosialisasi pemilihan Guruku Idolaku tahun 2008/2009.

Menunggu hingga upacara selesai tidak hanya dirasakan di SD Puosu Jaya, tapi juga di SMPN 1 Konda. Kalau begini, kita kembali jadi anak sekolah karena harus upacara dulu karena  gurunya upacara semua.  Sofyan anggta tim EO Interpro berkelakar.

Kendati harus menunggu, tapi semangat menyampaikan misi pemilihan Guruku Idolaku yang puncaknya tanggal 2 Mei 2009 mendatang tidak surut. Perjalanan dilanjutkan  ke  Pondok Gontor Putri di Konda, SMAN 1 Konda, MAN, MTsN dan SD.

Demikian juga sekolah-sekolah  di Kecamatan Lainea dan Palangga serta Tinanggea disinggahi. “Pokoknya ada dua sekolah yang harus disinggahi yaitu sekolah dan SPBU,” kelekar Amrun yang sehari-hari sebagai pemasaran koran di Kendari Pos. Kalau sekolah sudah jelas untuk menyosialisasikan event. Sedangan SPBU, so pasti mengisi bahan bakar  karena khawatir akan kehabisan.

Tim EO Interpro mendapat kesempatan bertemu dengan Imran, Bupati Konsel di Rujab. Tidak sampai 10 menit bertemu, tapi Imran menyatakan dukungannya dengan event  Kendari Pos itu. “Guru yang akan mencetak generasi calon pemimpin bangsa dan daerah, kita semua harus memberi apresiasi. Saya sangat mendukung dan saya harap  agar guru-guru  di Konawe Selatan harus ikuti ajang ini,” tegasnya.

Usai bertemu dengan Bupati Konsel, tim melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Bombana. Di sepanjang jalan Taman Nasional Rawa Aopa hingga  Desa Hukaea, jalanan biasa sepi. Tapi saat  ini sudah ramai. Para pendulang hilir mudik  masuk  lokasi penambangan di Tahi Ite.

Mulai dari penjual bakso dan es campur dengan  kendaraan bermotor meramaikan jalanan. Setiap  pohon rindang di pinggir jalan, pasti dijadikan lokasi tempat menjaja jualan. Pendulang yang membludak di Bombana menjadikan  Kasipute ramai baik siang maupun malam hari. Pasar malam yang letaknya di pintu masuk pelabuhan diramaikan dengan pembeli lampu (senter), kuali, sekop dan peralatan lainnya.

Tim EO Interpro tiba di Bombana menjelang petang. Keesokan harinya, Selasa (25/11), barulah  ke sekolah-sekolah, meski  kelelahan tapi  tetap semangat karena sebuah tanggungjawab. Tim EO mengapresiasi khusus Kabupaten Bombana, sebab pada pemilihan Guruku Idolaku  tahun 2007, peserta dari Bombana  meraih juara I atas nama Suleman, guru SD. Rencanya kami akan ketemu Suleman, tapi sudah pindah tugas dari SDN 1 Kasipute.

Sejak tiba di Kasipute kami mencari informasi tentang  Atikurahman, Bupati Bombana, guna menyampaikan secara resmi event pemilihan Guruku Idolaku. Tak seorangpun tahu di mana berada. Saya sendiri berkali-kali menghubungi nomor Ponselnya,  tapi tidak aktif. Setelah keliling Kasipute dan akhirnya diketahui bahwa bupati berada di Pulau Kabaena sejak dua hari lalu.

Karena bupati tidak ada sehingga  kami putuskan bertemu  Andi Syarifuddin SH, Kadis Diknas Bombana. Itu pun minta ampun susahnya. Bukan karena orangnya sulit ditemui tapi kantornya harus dicari dulu. Informasi yang saya terima, lokasi kantornya di perkantoran baru.

Kami  langsung ke perbukitan, lokasi beberapa kantor baru dibangun. Ternyata juga  tidak berhasil ditemui. Sayapun akhirnya minta Amrun, tim EO untuk bertanya di salah satu kantor. Tidak ada yang tahu, malah ada yang balik, kantor apa itu.  Amrun pun kesal.

Namun karena kami harus bertemu sehingga tetap harus dapat.  Andi Syarifuddin yang ditemui memberi apresiasi  pemilihan Guruku Idolaku. “Saya akan menyampaikan secara resmi kepada seluruh guru di Bombana agar ikut pemilihan Guruku Idolaku. Ini adalah bagian dari sarana peningkatan kualitas,” katanya seraya menambahkan jumlah guru di Bombana mencapai 1.500 orang, itu belum termasuk guru kontrak.

Peserta yang akan direkomendasi mengikuti event yang disponsori PT Antam Tbk dan PT Indosat, tentu guru yang menjadi panutan di sekolah dan di lingkungan tempat tinggal. “Kami akan mengirim nama guru yang punya prestasi, berkualitas dan menjadi panutan,” ujarnya.

Usai bersalam-salaman, tim EO Interpro melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Kolaka  sekitar 300 kilometer yang  ditempuh sekitar 5 jam. Selain kondisi jalan kurang baik, kami bertiga juga harus mampir ke sekolah-sekolah, meski sudah tidak ada guru. Kami hanya menitip brosur pada orang yang ditemui  di sekitar sekolah.

Tim Eo Interpro juga menyempatkan mampir di rumah duka mertua Awal Nurjadin, wartawan Kendari Pos di Desa Rompu-rompu, Kecamatan Poleang Utara. Di rumah duka, kami menemui kerabat keluarga tengah bersiap-siap menuju lokasi pemakaman di Desa Rompu-rompu. Mereka hanya menunggu redahnya hujan lebat.

Dalam perjalanan, kami harus mengisi BBM lagi di Boepinang. Maklum isi tangki mobil sudah berkurang.  Ini karena jarak tempuh sangat jauh dan ditambah lagi kondisi jalan yang membuat driver harus banyak over persenelan.

Tim EO Interpro tiba di Kolaka (26/11). Nanti keesokan paginya, baru berkeliling lagi ke sekolah-sekolah. Kami bermaksud menemui Pj bupati Kolaka, namun karena tidak berada di tempat, akhirnya di putuskan bertemu dengan Plt Kadis Diknas Kolaka. Tapi ternyata Plt Kadis juga tidak berada di Kolaka. Kami hanya menemui Fahrul, salah seorang staf Dikns Kolaka.

Usai menyambangi Dinas Diknas Kolaka, tim EO juga menemui Azhari, Rektor Universitas 19 November (USN) Kolaka. Setelah memberi penjelasan event Pemilihan Guruku Idolaku tahap III, secara resmi Azhari menyatakan dukungannya. “Saya akan bantu hadiahnya, tapi jangan diumumkan dulu. Kita buat kejutan. Guru harus diberi perhatian, karena guru saya bisa seperti sekarang,” ujarnya singkat.

Sebenarnya tim EO Interpro akan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), tapi kondisi perbekalan sudah menipis, tidak cukup lagi sehingga saya sebagai ketua tim sosialisasi memutuskan agar tim melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Konawe saja. Sosialisasi di kabupaten yang dikenal penghasil kakao itu akan diagendakan lagi.

Di Konawe (27/11), tim juga mengunjungi sekolah-sekolah. Tim EO juga berhasil menemui Lukman Abunawas, Bupati Konawe dan Jabarullah, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Konawe. Kedua pejabat tersebut menyatakan dukungannya terhadap event bergengsi ini. (***)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s